Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 22 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Organisasi masyarakat Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang mendesak Polres Ketapang mengusut dugaan penyimpangan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang.
Panglima Besar Laskar Jagadilaga Ketapang, Daniel, menilai kelangkaan BBM yang telah berlangsung sekitar sepekan terakhir sangat merugikan masyarakat. Selain harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, kondisi tersebut juga dinilai mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
"Kami mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan pihak terkait yang sedang berusaha mengatasi kelangkaan BBM. Namun, aparat penegak hukum juga harus hadir dengan tindakan nyata. Polisi wajib mengusut jika memang ada dugaan permainan dalam distribusi BBM," ujar Daniel, Rabu (22/7/2026).
Menurut Daniel, antrean panjang yang masih terjadi meski pasokan BBM telah beberapa kali masuk ke Ketapang menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta kepolisian melakukan pengawasan menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM, mulai dari terminal penyaluran hingga SPBU.
"Kalau memang seluruh proses distribusi berjalan sesuai prosedur, tentu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Namun, jika ada oknum yang melakukan penimbunan atau penyalahgunaan distribusi, kami meminta agar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Ia menilai penegakan hukum menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi BBM. Menurutnya, aparat kepolisian tidak perlu ragu melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Selain meminta aparat kepolisian bertindak, Laskar Jagadilaga juga mendesak PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab kelangkaan BBM yang masih terjadi. Penjelasan tersebut dinilai perlu mencakup kondisi stok, jadwal distribusi, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk menormalkan pasokan.
"Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian distribusi berjalan normal dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM," katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang. Sementara itu, sejumlah pedagang BBM eceran di pinggir jalan juga dilaporkan menghentikan penjualan karena kehabisan stok.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat distribusi BBM ke wilayah Ketapang. Di sisi lain, Polres Ketapang juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Organisasi masyarakat Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang mendesak Polres Ketapang mengusut dugaan penyimpangan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang.
Panglima Besar Laskar Jagadilaga Ketapang, Daniel, menilai kelangkaan BBM yang telah berlangsung sekitar sepekan terakhir sangat merugikan masyarakat. Selain harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, kondisi tersebut juga dinilai mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
"Kami mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan pihak terkait yang sedang berusaha mengatasi kelangkaan BBM. Namun, aparat penegak hukum juga harus hadir dengan tindakan nyata. Polisi wajib mengusut jika memang ada dugaan permainan dalam distribusi BBM," ujar Daniel, Rabu (22/7/2026).
Menurut Daniel, antrean panjang yang masih terjadi meski pasokan BBM telah beberapa kali masuk ke Ketapang menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta kepolisian melakukan pengawasan menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM, mulai dari terminal penyaluran hingga SPBU.
"Kalau memang seluruh proses distribusi berjalan sesuai prosedur, tentu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Namun, jika ada oknum yang melakukan penimbunan atau penyalahgunaan distribusi, kami meminta agar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Ia menilai penegakan hukum menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi BBM. Menurutnya, aparat kepolisian tidak perlu ragu melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Selain meminta aparat kepolisian bertindak, Laskar Jagadilaga juga mendesak PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab kelangkaan BBM yang masih terjadi. Penjelasan tersebut dinilai perlu mencakup kondisi stok, jadwal distribusi, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk menormalkan pasokan.
"Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian distribusi berjalan normal dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM," katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang. Sementara itu, sejumlah pedagang BBM eceran di pinggir jalan juga dilaporkan menghentikan penjualan karena kehabisan stok.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat distribusi BBM ke wilayah Ketapang. Di sisi lain, Polres Ketapang juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini