Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 23 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat menyebut pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Barat hingga Juli 2026 masih menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan daerah telah mencapai sekitar Rp8 triliun, sementara realisasi belanja menembus Rp7,8 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsolidasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama 14 pemerintah kabupaten/kota.
"Masih sejalan dengan pelaksanaan APBN, cukup tumbuh positif. Dari seluruh konsolidasi antara pemerintah provinsi dengan 14 kabupaten/kota cukup bagus. Pendapatan daerah sudah terealisasi Rp8 triliun dan belanja sudah terealisasi Rp7,8 triliun," ujar Rahmat dalam Konferensi Pers Rilis APBN Provinsi Kalimantan Barat Edisi Juli 2026 di Kantor Wilayah DJBC Kalbagbar, Kamis (23/7/2026).
Rahmat menjelaskan, masih terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp1 triliun yang tersebar di tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih sejalan dengan upaya percepatan realisasi belanja yang menjadi arahan Presiden.
"Masih ada SiLPA sekitar Rp1 triliun, tetapi itu tersebar di pemerintah provinsi dan 14 kabupaten/kota. Secara umum sejalan dengan progres percepatan belanja yang diminta Bapak Presiden," katanya.
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi kebocoran anggaran, Rahmat menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan APBD merupakan kewenangan aparat pengawasan internal pemerintah, seperti inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kalau kebocoran anggaran kami tidak tahu persis. Untuk APBD ada aparat pengawasan internal, yakni inspektorat dan juga BPKP," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan anggaran tidak hanya harus tertib secara administrasi, tetapi juga harus mampu menghasilkan output yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, Rahmat mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi penggunaan anggaran pemerintah.
"Yang pasti pengelolaannya dari sisi administratif dijaga, ada capaian output yang saya rasa menjadi tugas kita bersama untuk mengawasi dan melaporkan. Kalau ada hal-hal yang perlu dilaporkan, jalur pelaporannya sudah tersedia," tutupnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat menyebut pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Barat hingga Juli 2026 masih menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan daerah telah mencapai sekitar Rp8 triliun, sementara realisasi belanja menembus Rp7,8 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsolidasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama 14 pemerintah kabupaten/kota.
"Masih sejalan dengan pelaksanaan APBN, cukup tumbuh positif. Dari seluruh konsolidasi antara pemerintah provinsi dengan 14 kabupaten/kota cukup bagus. Pendapatan daerah sudah terealisasi Rp8 triliun dan belanja sudah terealisasi Rp7,8 triliun," ujar Rahmat dalam Konferensi Pers Rilis APBN Provinsi Kalimantan Barat Edisi Juli 2026 di Kantor Wilayah DJBC Kalbagbar, Kamis (23/7/2026).
Rahmat menjelaskan, masih terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp1 triliun yang tersebar di tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih sejalan dengan upaya percepatan realisasi belanja yang menjadi arahan Presiden.
"Masih ada SiLPA sekitar Rp1 triliun, tetapi itu tersebar di pemerintah provinsi dan 14 kabupaten/kota. Secara umum sejalan dengan progres percepatan belanja yang diminta Bapak Presiden," katanya.
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi kebocoran anggaran, Rahmat menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan APBD merupakan kewenangan aparat pengawasan internal pemerintah, seperti inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kalau kebocoran anggaran kami tidak tahu persis. Untuk APBD ada aparat pengawasan internal, yakni inspektorat dan juga BPKP," ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan anggaran tidak hanya harus tertib secara administrasi, tetapi juga harus mampu menghasilkan output yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, Rahmat mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi penggunaan anggaran pemerintah.
"Yang pasti pengelolaannya dari sisi administratif dijaga, ada capaian output yang saya rasa menjadi tugas kita bersama untuk mengawasi dan melaporkan. Kalau ada hal-hal yang perlu dilaporkan, jalur pelaporannya sudah tersedia," tutupnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini