Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 02 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Erna Yulianti, terlihat lari terbirit-birit meninggalkan lokasi usai mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit Haji Muhsin, Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 2 September 2026.
Sejumlah wartawan yang berada di lokasi sebelumnya mencoba meminta keterangan dr. Erna terkait dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dampak paparan asap, hingga imbauan kesehatan di tengah kondisi kemarau.
Namun, sebelum wawancara dilakukan, dr. Erna terlihat bergegas meninggalkan lokasi.
Saat itu, beberapa wartawan masih memilih menunggu karena dr. Erna sempat mengatakan akan membagikan masker terlebih dahulu kepada petugas dan awak media.
Setelah pembagian masker dan agenda foto bersama tim selesai, wartawan kembali mencoba meminta waktu untuk wawancara.
“Bu, wawancara terkait update ISPA, dampak asap dan kemarau. Lalu bagaimana di tengah kemarau ini warga harus tetap menjaga kualitas air yang diminum untuk kesehatan?” tanya wartawan.
Dr. Erna kemudian menjawab singkat.
“Kalau air bukan wewenang kami.”
Wartawan kembali mencoba meminta keterangan terkait persoalan kesehatan masyarakat akibat karhutla dan asap. Namun, dr. Erna tetap melanjutkan langkah menuju mobil dinas.
Sejumlah wartawan bahkan sempat mengejar untuk meminta waktu wawancara.
Dr. Erna kemudian menjelaskan dirinya harus segera kembali karena memiliki agenda rapat di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
“Saya buru-buru karena mau pergi rapat di kantor gubernur, menghadiri purnatugas Sekda,” ujarnya.
Dr. Erna sebelumnya turut mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau lokasi lahan yang terbakar sekaligus menyerahkan bantuan kepada petugas dan relawan yang berada di lokasi.
Keterangan terkait dampak kesehatan akibat karhutla menjadi penting di tengah kondisi Kalimantan Barat yang masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta paparan asap di sejumlah wilayah.
Selain petugas pemadam dan relawan yang bekerja di lokasi kebakaran, masyarakat sekitar juga menghadapi dampak kondisi udara dan kemarau yang berlangsung.
Dalam situasi tersebut, informasi dari instansi kesehatan dibutuhkan masyarakat, terutama mengenai langkah pencegahan gangguan kesehatan akibat asap serta upaya menjaga kesehatan selama kondisi lingkungan terdampak karhutla.
Meski demikian, dr. Erna tetap sempat berkomunikasi dengan wartawan melalui pembagian masker kepada petugas dan awak media yang berada di lokasi.
Sementara itu, penanganan karhutla di Parit Haji Muhsin masih dilakukan petugas gabungan bersama relawan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
Kondisi di lapangan juga menunjukkan tantangan penanganan karhutla di tengah cuaca panas dan kering yang membuat lahan mudah terbakar. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Erna Yulianti, terlihat lari terbirit-birit meninggalkan lokasi usai mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit Haji Muhsin, Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 2 September 2026.
Sejumlah wartawan yang berada di lokasi sebelumnya mencoba meminta keterangan dr. Erna terkait dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dampak paparan asap, hingga imbauan kesehatan di tengah kondisi kemarau.
Namun, sebelum wawancara dilakukan, dr. Erna terlihat bergegas meninggalkan lokasi.
Saat itu, beberapa wartawan masih memilih menunggu karena dr. Erna sempat mengatakan akan membagikan masker terlebih dahulu kepada petugas dan awak media.
Setelah pembagian masker dan agenda foto bersama tim selesai, wartawan kembali mencoba meminta waktu untuk wawancara.
“Bu, wawancara terkait update ISPA, dampak asap dan kemarau. Lalu bagaimana di tengah kemarau ini warga harus tetap menjaga kualitas air yang diminum untuk kesehatan?” tanya wartawan.
Dr. Erna kemudian menjawab singkat.
“Kalau air bukan wewenang kami.”
Wartawan kembali mencoba meminta keterangan terkait persoalan kesehatan masyarakat akibat karhutla dan asap. Namun, dr. Erna tetap melanjutkan langkah menuju mobil dinas.
Sejumlah wartawan bahkan sempat mengejar untuk meminta waktu wawancara.
Dr. Erna kemudian menjelaskan dirinya harus segera kembali karena memiliki agenda rapat di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
“Saya buru-buru karena mau pergi rapat di kantor gubernur, menghadiri purnatugas Sekda,” ujarnya.
Dr. Erna sebelumnya turut mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau lokasi lahan yang terbakar sekaligus menyerahkan bantuan kepada petugas dan relawan yang berada di lokasi.
Keterangan terkait dampak kesehatan akibat karhutla menjadi penting di tengah kondisi Kalimantan Barat yang masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta paparan asap di sejumlah wilayah.
Selain petugas pemadam dan relawan yang bekerja di lokasi kebakaran, masyarakat sekitar juga menghadapi dampak kondisi udara dan kemarau yang berlangsung.
Dalam situasi tersebut, informasi dari instansi kesehatan dibutuhkan masyarakat, terutama mengenai langkah pencegahan gangguan kesehatan akibat asap serta upaya menjaga kesehatan selama kondisi lingkungan terdampak karhutla.
Meski demikian, dr. Erna tetap sempat berkomunikasi dengan wartawan melalui pembagian masker kepada petugas dan awak media yang berada di lokasi.
Sementara itu, penanganan karhutla di Parit Haji Muhsin masih dilakukan petugas gabungan bersama relawan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
Kondisi di lapangan juga menunjukkan tantangan penanganan karhutla di tengah cuaca panas dan kering yang membuat lahan mudah terbakar. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini