Pontianak    

Lari Terbirit-birit, Kadinkes Kalbar Hindari Wartawan Soal ISPA Usai Tinjau Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 02 September 2026
Lari Terbirit-birit, Kadinkes Kalbar Hindari Wartawan Soal ISPA Usai Tinjau Karhutla
Kadinkes Kalbar dr. Erna Yulianti lari terbirit-birit meninggalkan lokasi saat wartawan meminta konfirmasi soal dampak ISPA dan asap karhutla (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Erna Yulianti, terlihat lari terbirit-birit meninggalkan lokasi usai mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit Haji Muhsin, Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 2 September 2026.

Sejumlah wartawan yang berada di lokasi sebelumnya mencoba meminta keterangan dr. Erna terkait dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, terutama perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dampak paparan asap, hingga imbauan kesehatan di tengah kondisi kemarau.

Namun, sebelum wawancara dilakukan, dr. Erna terlihat bergegas meninggalkan lokasi.

Saat itu, beberapa wartawan masih memilih menunggu karena dr. Erna sempat mengatakan akan membagikan masker terlebih dahulu kepada petugas dan awak media.

Setelah pembagian masker dan agenda foto bersama tim selesai, wartawan kembali mencoba meminta waktu untuk wawancara.

“Bu, wawancara terkait update ISPA, dampak asap dan kemarau. Lalu bagaimana di tengah kemarau ini warga harus tetap menjaga kualitas air yang diminum untuk kesehatan?” tanya wartawan.

Dr. Erna kemudian menjawab singkat.

“Kalau air bukan wewenang kami.”

Wartawan kembali mencoba meminta keterangan terkait persoalan kesehatan masyarakat akibat karhutla dan asap. Namun, dr. Erna tetap melanjutkan langkah menuju mobil dinas.

Sejumlah wartawan bahkan sempat mengejar untuk meminta waktu wawancara.

Dr. Erna kemudian menjelaskan dirinya harus segera kembali karena memiliki agenda rapat di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

“Saya buru-buru karena mau pergi rapat di kantor gubernur, menghadiri purnatugas Sekda,” ujarnya.

Dr. Erna sebelumnya turut mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau lokasi lahan yang terbakar sekaligus menyerahkan bantuan kepada petugas dan relawan yang berada di lokasi.

Keterangan terkait dampak kesehatan akibat karhutla menjadi penting di tengah kondisi Kalimantan Barat yang masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta paparan asap di sejumlah wilayah.

Selain petugas pemadam dan relawan yang bekerja di lokasi kebakaran, masyarakat sekitar juga menghadapi dampak kondisi udara dan kemarau yang berlangsung.

Dalam situasi tersebut, informasi dari instansi kesehatan dibutuhkan masyarakat, terutama mengenai langkah pencegahan gangguan kesehatan akibat asap serta upaya menjaga kesehatan selama kondisi lingkungan terdampak karhutla.

Meski demikian, dr. Erna tetap sempat berkomunikasi dengan wartawan melalui pembagian masker kepada petugas dan awak media yang berada di lokasi.

Sementara itu, penanganan karhutla di Parit Haji Muhsin masih dilakukan petugas gabungan bersama relawan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

Kondisi di lapangan juga menunjukkan tantangan penanganan karhutla di tengah cuaca panas dan kering yang membuat lahan mudah terbakar. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Angkat Koper Lebih Awal, Anthony Ginting Tersingkir di Pontianak Indonesia Masters 2026
Wednesday, 02 September 2026
Artikel Sebelumnya
WHW Siagakan Tim 24 Jam Tangani Karhutla di Kendawangan, Salurkan Bantuan CSR
Wednesday, 02 September 2026

Berita terkait