Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 04 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu memastikan tiket semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan sesama wakil Merah Putih, Verrell Yustin Mulia dan Bernadine Anindiya Warnanda, melalui pertarungan tiga gim di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Jumat (4/9/2026).
Dejan/Apri harus bekerja keras untuk meraih kemenangan setelah kehilangan gim pertama. Mereka akhirnya mampu membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan skor 13-21, 21-17, 21-18.
Hasil tersebut memperpanjang langkah Dejan/Apri pada turnamen BWF World Tour Super 100 yang berlangsung di Kota Pontianak. Mereka kini tinggal selangkah lagi menuju partai puncak.
Bagi Dejan, kemenangan tersebut memiliki arti tersendiri. Ia mengaku pertandingan kali ini bukan hanya soal menghadapi lawan, tetapi juga perjuangan melawan kondisi dirinya sendiri.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa menang lagi. Buat saya, ini cukup terharu juga karena dari kemenangan ini secara pribadi saya merasa melawan diri saya sendiri,” ujar Dejan.
Dejan mengungkapkan kondisi fisiknya bersama Apriyani tidak berada dalam keadaan terbaik. Keduanya disebut sudah tidak 100 persen fit saat menjalani pertandingan perempat final.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat mereka berhenti berusaha. Dejan dan Apriyani tetap berupaya menampilkan permainan terbaik hingga mampu bangkit setelah tertinggal pada gim pembuka.
“Saya rasa kondisi saya dan Kak Apri juga sudah tidak 100 persen fit. Mungkin dari kondisi, tapi dari tadi main kita cuma terus berusaha. Kita berusaha untuk menampilkan yang terbaik,” katanya.
Menurut Dejan, tantangan terbesar dalam pertandingan tersebut justru datang dari kondisi diri sendiri, terutama rasa lelah dan kondisi fisik yang tidak maksimal.
“Mungkin melawan diri sendiri sih, itu yang paling susah. Makanya yang paling mengharukan hari ini, saya melawan diri sendiri untuk bisa menang di match ini,” tuturnya.
Ia juga mengakui performanya tidak seperti biasanya. Namun, keberhasilan melewati pertandingan tersebut tetap menjadi kebanggaan tersendiri.
“Mungkin performa saya rasa juga tidak seperti biasanya, tapi ada kebanggaan untuk diri saya sendiri,” ucap Dejan.
Sementara itu, Apriyani menilai pertandingan melawan sesama pemain Indonesia memiliki tantangan tersendiri.
Kedua pasangan sudah saling mengenal karena kerap bertemu dalam sesi latihan. Menurut Apriyani, Verrell dan Bernadine merupakan pasangan yang setiap hari dapat mereka temui saat latihan sehingga pola dan karakter permainan masing-masing sudah cukup diketahui.
“Sebenarnya tidak ada yang sulit, tidak ada yang gampang. Semuanya memang sudah di levelnya masing-masing, semuanya rata,” kata Apriyani.
Ia menjelaskan, menghadapi rekan sendiri berbeda dibandingkan ketika bertemu pemain dari negara lain. Jika menghadapi lawan dari negara lain, evaluasi biasanya dilakukan melalui rekaman pertandingan.
Sementara menghadapi rekan latihan, mereka sudah memiliki gambaran permainan lawan dari pertemuan sehari-hari di lapangan.
“Kalau sama teman sendiri kan kita sudah tahu. Setiap hari kita latihan, setiap hari kita lawan juga, jadi kurang lebihnya kami tahu,” ujarnya.
Dejan menambahkan, tidak ada perubahan besar dari sisi strategi dalam pertandingan tersebut. Perbedaan lebih terasa pada kondisi fisik kedua pasangan.
Verrell dan Bernadine memiliki waktu istirahat lebih panjang karena tidak bertanding sehari sebelumnya. Sebaliknya, Dejan dan Apriyani harus melewati pertandingan ketat pada babak sebelumnya yang menguras tenaga.
“Satu hari kemarin mereka tidak main, itu lumayan untuk istirahat. Dan kita juga, kemarin match-nya cukup ketat, jadi menguras tenaga dan juga menguras fisik,” jelas Dejan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Verrell dan Bernadine memiliki keuntungan dari sisi stamina sejak awal pertandingan.
“Jadi, mereka unggul secara stamina dibanding kita dari awal. Itu yang membedakan mungkin,” tambahnya.
Meski tertinggal pada gim pertama, Dejan dan Apriyani mampu menjaga fokus dan merebut dua gim berikutnya. Kemenangan 21-17 dan 21-18 memastikan mereka melaju ke semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
KALBARONLINE.com – Ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu memastikan tiket semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan sesama wakil Merah Putih, Verrell Yustin Mulia dan Bernadine Anindiya Warnanda, melalui pertarungan tiga gim di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Jumat (4/9/2026).
Dejan/Apri harus bekerja keras untuk meraih kemenangan setelah kehilangan gim pertama. Mereka akhirnya mampu membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan skor 13-21, 21-17, 21-18.
Hasil tersebut memperpanjang langkah Dejan/Apri pada turnamen BWF World Tour Super 100 yang berlangsung di Kota Pontianak. Mereka kini tinggal selangkah lagi menuju partai puncak.
Bagi Dejan, kemenangan tersebut memiliki arti tersendiri. Ia mengaku pertandingan kali ini bukan hanya soal menghadapi lawan, tetapi juga perjuangan melawan kondisi dirinya sendiri.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa menang lagi. Buat saya, ini cukup terharu juga karena dari kemenangan ini secara pribadi saya merasa melawan diri saya sendiri,” ujar Dejan.
Dejan mengungkapkan kondisi fisiknya bersama Apriyani tidak berada dalam keadaan terbaik. Keduanya disebut sudah tidak 100 persen fit saat menjalani pertandingan perempat final.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat mereka berhenti berusaha. Dejan dan Apriyani tetap berupaya menampilkan permainan terbaik hingga mampu bangkit setelah tertinggal pada gim pembuka.
“Saya rasa kondisi saya dan Kak Apri juga sudah tidak 100 persen fit. Mungkin dari kondisi, tapi dari tadi main kita cuma terus berusaha. Kita berusaha untuk menampilkan yang terbaik,” katanya.
Menurut Dejan, tantangan terbesar dalam pertandingan tersebut justru datang dari kondisi diri sendiri, terutama rasa lelah dan kondisi fisik yang tidak maksimal.
“Mungkin melawan diri sendiri sih, itu yang paling susah. Makanya yang paling mengharukan hari ini, saya melawan diri sendiri untuk bisa menang di match ini,” tuturnya.
Ia juga mengakui performanya tidak seperti biasanya. Namun, keberhasilan melewati pertandingan tersebut tetap menjadi kebanggaan tersendiri.
“Mungkin performa saya rasa juga tidak seperti biasanya, tapi ada kebanggaan untuk diri saya sendiri,” ucap Dejan.
Sementara itu, Apriyani menilai pertandingan melawan sesama pemain Indonesia memiliki tantangan tersendiri.
Kedua pasangan sudah saling mengenal karena kerap bertemu dalam sesi latihan. Menurut Apriyani, Verrell dan Bernadine merupakan pasangan yang setiap hari dapat mereka temui saat latihan sehingga pola dan karakter permainan masing-masing sudah cukup diketahui.
“Sebenarnya tidak ada yang sulit, tidak ada yang gampang. Semuanya memang sudah di levelnya masing-masing, semuanya rata,” kata Apriyani.
Ia menjelaskan, menghadapi rekan sendiri berbeda dibandingkan ketika bertemu pemain dari negara lain. Jika menghadapi lawan dari negara lain, evaluasi biasanya dilakukan melalui rekaman pertandingan.
Sementara menghadapi rekan latihan, mereka sudah memiliki gambaran permainan lawan dari pertemuan sehari-hari di lapangan.
“Kalau sama teman sendiri kan kita sudah tahu. Setiap hari kita latihan, setiap hari kita lawan juga, jadi kurang lebihnya kami tahu,” ujarnya.
Dejan menambahkan, tidak ada perubahan besar dari sisi strategi dalam pertandingan tersebut. Perbedaan lebih terasa pada kondisi fisik kedua pasangan.
Verrell dan Bernadine memiliki waktu istirahat lebih panjang karena tidak bertanding sehari sebelumnya. Sebaliknya, Dejan dan Apriyani harus melewati pertandingan ketat pada babak sebelumnya yang menguras tenaga.
“Satu hari kemarin mereka tidak main, itu lumayan untuk istirahat. Dan kita juga, kemarin match-nya cukup ketat, jadi menguras tenaga dan juga menguras fisik,” jelas Dejan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Verrell dan Bernadine memiliki keuntungan dari sisi stamina sejak awal pertandingan.
“Jadi, mereka unggul secara stamina dibanding kita dari awal. Itu yang membedakan mungkin,” tambahnya.
Meski tertinggal pada gim pertama, Dejan dan Apriyani mampu menjaga fokus dan merebut dua gim berikutnya. Kemenangan 21-17 dan 21-18 memastikan mereka melaju ke semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini