Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 24 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya melalui pilihan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pesan tersebut disampaikan Nutrisionis Erny Wulanda Pratiwi, A.Md.Gz dalam kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Sayangi Jantung Mulai dari Piring Kita, Atur Pola Makan Setiap Hari”, Kamis (24/9/2026).
Dalam kegiatan edukasi tersebut, Pratiwi mengajak pasien dan pengunjung untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung dengan memperhatikan pola makan sehari-hari.
Menurutnya, makanan yang dikonsumsi memiliki peran penting dalam membantu menjaga berat badan, tekanan darah dan kadar kolesterol yang merupakan beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Pratiwi menjelaskan, penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung mengalami penyempitan sehingga aliran darah ke jantung berkurang.
Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat dan kebiasaan merokok.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan diet jantung, yaitu pola makan yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit jantung.
“Diet jantung bertujuan memberikan makanan yang cukup tanpa memberatkan kerja jantung,” jelas Pratiwi dalam edukasinya.
Selain itu, diet jantung dapat membantu menurunkan berat badan pada orang yang mengalami kelebihan berat badan, mencegah atau mengurangi penimbunan garam dan cairan, mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah serta meningkatkan konsumsi serat larut air.
Dalam penyuluhan, Pratiwi menyampaikan bahwa penerapan diet jantung perlu memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Masyarakat dianjurkan memilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum dan kentang sebagai bagian dari menu sehari-hari.
Sementara itu, sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, daging sapi, daging ayam tanpa kulit, susu rendah lemak serta sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya.
Penggunaan lemak juga perlu dibatasi. Minyak jagung, minyak kedelai, margarin dan mentega dapat digunakan dalam jumlah terbatas. Begitu pula dengan santan yang sebaiknya digunakan secara bijak, misalnya dalam bentuk santan yang lebih encer.
Masyarakat juga perlu menghindari penggunaan minyak yang telah dipakai berulang-ulang.
Dalam pemilihan sayuran, masyarakat dapat memilih berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, buncis, kacang panjang, wortel dan tomat sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
“Hindari sayuran dan buah yang mengandung gas seperti kol, kembang kol, lobak, sawi, dan nangka muda, durian, dan nangka matang,” ujarnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, diharapkan pasien dan pengunjung semakin memahami bahwa menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Piring makan sehari-hari dapat menjadi langkah awal untuk menyayangi jantung. (*)
KALBARONLINE.com – Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya melalui pilihan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pesan tersebut disampaikan Nutrisionis Erny Wulanda Pratiwi, A.Md.Gz dalam kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Sayangi Jantung Mulai dari Piring Kita, Atur Pola Makan Setiap Hari”, Kamis (24/9/2026).
Dalam kegiatan edukasi tersebut, Pratiwi mengajak pasien dan pengunjung untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung dengan memperhatikan pola makan sehari-hari.
Menurutnya, makanan yang dikonsumsi memiliki peran penting dalam membantu menjaga berat badan, tekanan darah dan kadar kolesterol yang merupakan beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Pratiwi menjelaskan, penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung mengalami penyempitan sehingga aliran darah ke jantung berkurang.
Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat dan kebiasaan merokok.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan diet jantung, yaitu pola makan yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit jantung.
“Diet jantung bertujuan memberikan makanan yang cukup tanpa memberatkan kerja jantung,” jelas Pratiwi dalam edukasinya.
Selain itu, diet jantung dapat membantu menurunkan berat badan pada orang yang mengalami kelebihan berat badan, mencegah atau mengurangi penimbunan garam dan cairan, mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah serta meningkatkan konsumsi serat larut air.
Dalam penyuluhan, Pratiwi menyampaikan bahwa penerapan diet jantung perlu memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Masyarakat dianjurkan memilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum dan kentang sebagai bagian dari menu sehari-hari.
Sementara itu, sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, daging sapi, daging ayam tanpa kulit, susu rendah lemak serta sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya.
Penggunaan lemak juga perlu dibatasi. Minyak jagung, minyak kedelai, margarin dan mentega dapat digunakan dalam jumlah terbatas. Begitu pula dengan santan yang sebaiknya digunakan secara bijak, misalnya dalam bentuk santan yang lebih encer.
Masyarakat juga perlu menghindari penggunaan minyak yang telah dipakai berulang-ulang.
Dalam pemilihan sayuran, masyarakat dapat memilih berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, buncis, kacang panjang, wortel dan tomat sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
“Hindari sayuran dan buah yang mengandung gas seperti kol, kembang kol, lobak, sawi, dan nangka muda, durian, dan nangka matang,” ujarnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, diharapkan pasien dan pengunjung semakin memahami bahwa menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Piring makan sehari-hari dapat menjadi langkah awal untuk menyayangi jantung. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini