Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 24 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berdampak pada kesehatan saluran pernapasan masyarakat. Di tengah kualitas udara yang kurang baik, masyarakat tidak hanya perlu melindungi diri dari paparan asap, tetapi juga tetap memperhatikan etika batuk dan bersin untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit saluran pernapasan.
Perawat Riska mengingatkan masyarakat agar menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar, terutama ketika berada di tempat umum.
“Ketika batuk atau bersin, sebaiknya tutup mulut dan hidung menggunakan tisu, kemudian segera buang tisu ke tempat sampah. Jika tidak memiliki tisu, gunakan bagian dalam siku, bukan telapak tangan,” jelas Riska ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (24/9/2026).
Kebiasaan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin merupakan langkah sederhana yang penting untuk mengurangi penyebaran droplet yang dapat membawa kuman kepada orang lain.
Menurutnya, selain menerapkan etika batuk dan bersin, masyarakat juga dianjurkan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah batuk atau bersin.
Penggunaan masker juga dapat menjadi salah satu upaya perlindungan, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang tidak sehat.
Riska mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil serta orang dengan gangguan atau penyakit pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
Jangan anggap sepele batuk dan bersin. Lindungi diri sendiri sekaligus orang di sekitar dengan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.
“Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat diperlukan, serta membatasi paparan asap, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan saluran pernapasan selama musim kabut asap,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berdampak pada kesehatan saluran pernapasan masyarakat. Di tengah kualitas udara yang kurang baik, masyarakat tidak hanya perlu melindungi diri dari paparan asap, tetapi juga tetap memperhatikan etika batuk dan bersin untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit saluran pernapasan.
Perawat Riska mengingatkan masyarakat agar menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar, terutama ketika berada di tempat umum.
“Ketika batuk atau bersin, sebaiknya tutup mulut dan hidung menggunakan tisu, kemudian segera buang tisu ke tempat sampah. Jika tidak memiliki tisu, gunakan bagian dalam siku, bukan telapak tangan,” jelas Riska ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (24/9/2026).
Kebiasaan menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin merupakan langkah sederhana yang penting untuk mengurangi penyebaran droplet yang dapat membawa kuman kepada orang lain.
Menurutnya, selain menerapkan etika batuk dan bersin, masyarakat juga dianjurkan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah batuk atau bersin.
Penggunaan masker juga dapat menjadi salah satu upaya perlindungan, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara sedang tidak sehat.
Riska mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil serta orang dengan gangguan atau penyakit pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
Jangan anggap sepele batuk dan bersin. Lindungi diri sendiri sekaligus orang di sekitar dengan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.
“Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat diperlukan, serta membatasi paparan asap, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan saluran pernapasan selama musim kabut asap,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini