Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 28 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Jalur pemandu tunanetra di Gedung Terpadu Kota Pontianak, Jalan Sutoyo, yang sebelumnya menjadi sorotan warga karena terlihat seperti stiker ternyata masih berupa mock-up atau simulasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan jalur berwarna kuning yang terpasang di area tangga tersebut belum merupakan fasilitas permanen.
Ia menjelaskan, pemasangan dilakukan sebagai contoh untuk melihat kemungkinan penerapan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di gedung tersebut.
“Di Gedung Terpadu ini ada beberapa dinas, di antaranya Dinas Pendidikan, Dukcapil, Perkim, dan beberapa instansi lainnya. Kemarin kami bersama Perkim membuat mock-up. Mock-up itu artinya model atau contoh seperti ini yang nantinya akan dipasang,” kata Hermawan saat dimintai konfirmasi, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, mock-up tersebut masih dalam tahap analisis. Pemerintah masih mempertimbangkan desain serta bentuk fasilitas yang paling sesuai dengan kondisi gedung.
“Kita ingin melihat dulu apakah kondisinya memungkinkan atau tidak. Ini masih dalam tahap analisis. Nantinya, mudah-mudahan bisa dianggarkan untuk mewadahi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas,” ujarnya.
Hermawan mengatakan saat ini terdapat beberapa alternatif desain yang sedang dibahas. Salah satunya menggunakan pola jalur seperti yang terpasang di tangga, sementara alternatif lainnya adalah membuat jalur ram.
“Apakah nantinya menggunakan pola seperti yang terpasang di tangga tersebut atau dibuatkan ram, itu masih kami bahas,” katanya.
Menurutnya, penentuan fasilitas aksesibilitas tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Hal itu karena Gedung Terpadu Sutoyo digunakan oleh sejumlah perangkat daerah.
Karena itu, Disdikbud berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Tenaga Kerja (Naker), serta instansi lainnya yang berada di gedung tersebut.
“Kami masih mencoba beberapa pola karena ini harus dilakukan bersama-sama. Dalam satu gedung ini ada beberapa dinas, sehingga kami juga berkoordinasi dengan Dukcapil, Perkim, Naker, dan dinas-dinas lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, jalur yang saat ini terlihat di tangga memang hanya digunakan untuk simulasi dan visualisasi.
“Yang terpasang itu memang masih untuk simulasi atau mock-up. Visualisasinya kurang lebih seperti ini untuk melihat bagaimana penerapannya nanti,” ungkapnya.
Ia mengakui terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan desain, khususnya jika jalur pemandu ditempatkan di area tangga.
“Kalau menggunakan tangga, misalnya, untuk penyandang disabilitas netra tentu ada pertimbangan lain. Ada juga alternatif untuk dibuatkan ram. Tetapi lokasi ram-nya di mana, itu masih kami diskusikan bersama dinas-dinas yang ada di sini,” katanya.
Ia mengatakan pelayanan bagi masyarakat penyandang disabilitas di lingkungan Disdikbud saat ini dapat dilakukan di lantai satu dengan bantuan petugas.
“Untuk pelayanan penyandang disabilitas, sejauh yang saya tahu, karena saya dari Dinas Pendidikan, pelayanan berada di lantai satu dan akan dibantu oleh petugas. Karena memang ada masyarakat yang tidak bisa naik ke lantai atas,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan, jalur yang menjadi perhatian warga tersebut bukan fasilitas lama yang kemudian digunakan sebagai jalur pemandu permanen.
“Jadi, untuk masyarakat, ini bukan barang lama. Ini memang baru dipasang sebagai mock-up atau contoh visualisasi untuk pembenahan ke depannya,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Jalur pemandu tunanetra di Gedung Terpadu Kota Pontianak, Jalan Sutoyo, yang sebelumnya menjadi sorotan warga karena terlihat seperti stiker ternyata masih berupa mock-up atau simulasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan jalur berwarna kuning yang terpasang di area tangga tersebut belum merupakan fasilitas permanen.
Ia menjelaskan, pemasangan dilakukan sebagai contoh untuk melihat kemungkinan penerapan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di gedung tersebut.
“Di Gedung Terpadu ini ada beberapa dinas, di antaranya Dinas Pendidikan, Dukcapil, Perkim, dan beberapa instansi lainnya. Kemarin kami bersama Perkim membuat mock-up. Mock-up itu artinya model atau contoh seperti ini yang nantinya akan dipasang,” kata Hermawan saat dimintai konfirmasi, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, mock-up tersebut masih dalam tahap analisis. Pemerintah masih mempertimbangkan desain serta bentuk fasilitas yang paling sesuai dengan kondisi gedung.
“Kita ingin melihat dulu apakah kondisinya memungkinkan atau tidak. Ini masih dalam tahap analisis. Nantinya, mudah-mudahan bisa dianggarkan untuk mewadahi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas,” ujarnya.
Hermawan mengatakan saat ini terdapat beberapa alternatif desain yang sedang dibahas. Salah satunya menggunakan pola jalur seperti yang terpasang di tangga, sementara alternatif lainnya adalah membuat jalur ram.
“Apakah nantinya menggunakan pola seperti yang terpasang di tangga tersebut atau dibuatkan ram, itu masih kami bahas,” katanya.
Menurutnya, penentuan fasilitas aksesibilitas tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Hal itu karena Gedung Terpadu Sutoyo digunakan oleh sejumlah perangkat daerah.
Karena itu, Disdikbud berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Tenaga Kerja (Naker), serta instansi lainnya yang berada di gedung tersebut.
“Kami masih mencoba beberapa pola karena ini harus dilakukan bersama-sama. Dalam satu gedung ini ada beberapa dinas, sehingga kami juga berkoordinasi dengan Dukcapil, Perkim, Naker, dan dinas-dinas lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, jalur yang saat ini terlihat di tangga memang hanya digunakan untuk simulasi dan visualisasi.
“Yang terpasang itu memang masih untuk simulasi atau mock-up. Visualisasinya kurang lebih seperti ini untuk melihat bagaimana penerapannya nanti,” ungkapnya.
Ia mengakui terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan desain, khususnya jika jalur pemandu ditempatkan di area tangga.
“Kalau menggunakan tangga, misalnya, untuk penyandang disabilitas netra tentu ada pertimbangan lain. Ada juga alternatif untuk dibuatkan ram. Tetapi lokasi ram-nya di mana, itu masih kami diskusikan bersama dinas-dinas yang ada di sini,” katanya.
Ia mengatakan pelayanan bagi masyarakat penyandang disabilitas di lingkungan Disdikbud saat ini dapat dilakukan di lantai satu dengan bantuan petugas.
“Untuk pelayanan penyandang disabilitas, sejauh yang saya tahu, karena saya dari Dinas Pendidikan, pelayanan berada di lantai satu dan akan dibantu oleh petugas. Karena memang ada masyarakat yang tidak bisa naik ke lantai atas,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan, jalur yang menjadi perhatian warga tersebut bukan fasilitas lama yang kemudian digunakan sebagai jalur pemandu permanen.
“Jadi, untuk masyarakat, ini bukan barang lama. Ini memang baru dipasang sebagai mock-up atau contoh visualisasi untuk pembenahan ke depannya,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini