Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 07 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Musim hujan mulai memasuki sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) pada Oktober 2026. Namun, awal musim hujan tidak terjadi secara bersamaan karena setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar, Erika Mardiyanti, menjelaskan wilayah bagian tengah dan utara Kalbar sudah memasuki musim hujan pada dasarian kedua Oktober. Sementara itu, beberapa wilayah lainnya diperkirakan baru memasuki musim hujan pada bulan berikutnya.
“Ada beberapa wilayah yang masuk musim penghujannya agak mundur, yaitu wilayah Ketapang bagian selatan. Itu baru masuk musim hujan di bulan November,” ujar Erika, Selasa (6/10/2026).
Perbedaan waktu juga terjadi pada puncak musim hujan. Sebagian wilayah Kalbar diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Desember 2026. Sedangkan Ketapang bagian selatan diprediksi baru mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.
“Jadi puncaknya Desember dan Januari. Karena memang untuk setiap wilayah itu masuk musim hujannya berbeda-beda,” katanya.
Menurut Erika, perbedaan tersebut terjadi karena waktu masuk musim hujan di setiap wilayah tidak sama. Kondisi musim hujan perlu dilihat berdasarkan wilayah masing-masing sehingga tidak seluruh daerah mengalami kondisi yang sama dalam waktu bersamaan.
Selain membahas musim hujan, Erika juga menjelaskan fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi kondisi hujan. Ia mengatakan musim kemarau dan musim hujan merupakan siklus yang terjadi setiap tahun, sedangkan El Nino merupakan dinamika yang terjadi secara global.
“Antara El Nino dengan adanya El Nino di musim kemarau tentunya menambah pengurangan air hujan yang ada di wilayah kita,” jelasnya.
Dengan demikian, musim hujan di Kalbar diperkirakan berlangsung secara bertahap. Sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan pada Oktober, sementara Ketapang bagian selatan menyusul pada November. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember hingga Januari. (Lid)
KALBARONLINE.com – Musim hujan mulai memasuki sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) pada Oktober 2026. Namun, awal musim hujan tidak terjadi secara bersamaan karena setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar, Erika Mardiyanti, menjelaskan wilayah bagian tengah dan utara Kalbar sudah memasuki musim hujan pada dasarian kedua Oktober. Sementara itu, beberapa wilayah lainnya diperkirakan baru memasuki musim hujan pada bulan berikutnya.
“Ada beberapa wilayah yang masuk musim penghujannya agak mundur, yaitu wilayah Ketapang bagian selatan. Itu baru masuk musim hujan di bulan November,” ujar Erika, Selasa (6/10/2026).
Perbedaan waktu juga terjadi pada puncak musim hujan. Sebagian wilayah Kalbar diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Desember 2026. Sedangkan Ketapang bagian selatan diprediksi baru mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.
“Jadi puncaknya Desember dan Januari. Karena memang untuk setiap wilayah itu masuk musim hujannya berbeda-beda,” katanya.
Menurut Erika, perbedaan tersebut terjadi karena waktu masuk musim hujan di setiap wilayah tidak sama. Kondisi musim hujan perlu dilihat berdasarkan wilayah masing-masing sehingga tidak seluruh daerah mengalami kondisi yang sama dalam waktu bersamaan.
Selain membahas musim hujan, Erika juga menjelaskan fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi kondisi hujan. Ia mengatakan musim kemarau dan musim hujan merupakan siklus yang terjadi setiap tahun, sedangkan El Nino merupakan dinamika yang terjadi secara global.
“Antara El Nino dengan adanya El Nino di musim kemarau tentunya menambah pengurangan air hujan yang ada di wilayah kita,” jelasnya.
Dengan demikian, musim hujan di Kalbar diperkirakan berlangsung secara bertahap. Sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan pada Oktober, sementara Ketapang bagian selatan menyusul pada November. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember hingga Januari. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini