Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 04 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Kalimantan Barat meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Periode Desember 2026 hingga Januari 2027 diperkirakan menjadi waktu dengan potensi curah hujan tinggi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Sutikno, mengatakan hujan mulai turun secara rutin di sejumlah wilayah Kalbar. Bahkan, dalam 10 hari ke depan, cukup banyak wilayah diprediksi akan mengalami hujan.
“Potensi curah hujan tinggi di wilayah Kalimantan Barat itu akan terjadi bulan Desember dan Januari,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, hingga April 2027, curah hujan di Kalbar diprediksi masih didominasi kategori menengah hingga tinggi.
Meski demikian, pada Februari dan Maret 2027, sebagian wilayah pesisir Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah, hingga Sambas berpotensi mengalami penurunan curah hujan.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, potensi banjir perlu diantisipasi di seluruh wilayah Kalbar, terutama selama periode November 2026 hingga April 2027 seiring meningkatnya curah hujan.
Selain banjir akibat hujan, wilayah pesisir seperti Pontianak, Ketapang, dan Sambas juga berpotensi mengalami banjir rob. Berdasarkan prediksi BMKG, periode yang perlu diwaspadai yakni sekitar 24–29 Desember 2026.
Sutikno menyebutkan, ketinggian pasang diperkirakan mencapai sekitar 2 meter berdasarkan data yang digunakan BMKG.
Namun, angka tersebut merupakan ketinggian air laut, bukan ukuran ketinggian genangan dari permukaan daratan Kota Pontianak.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan banjir rob diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini. (Lid)
KALBARONLINE.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Kalimantan Barat meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Periode Desember 2026 hingga Januari 2027 diperkirakan menjadi waktu dengan potensi curah hujan tinggi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Sutikno, mengatakan hujan mulai turun secara rutin di sejumlah wilayah Kalbar. Bahkan, dalam 10 hari ke depan, cukup banyak wilayah diprediksi akan mengalami hujan.
“Potensi curah hujan tinggi di wilayah Kalimantan Barat itu akan terjadi bulan Desember dan Januari,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, hingga April 2027, curah hujan di Kalbar diprediksi masih didominasi kategori menengah hingga tinggi.
Meski demikian, pada Februari dan Maret 2027, sebagian wilayah pesisir Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah, hingga Sambas berpotensi mengalami penurunan curah hujan.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, potensi banjir perlu diantisipasi di seluruh wilayah Kalbar, terutama selama periode November 2026 hingga April 2027 seiring meningkatnya curah hujan.
Selain banjir akibat hujan, wilayah pesisir seperti Pontianak, Ketapang, dan Sambas juga berpotensi mengalami banjir rob. Berdasarkan prediksi BMKG, periode yang perlu diwaspadai yakni sekitar 24–29 Desember 2026.
Sutikno menyebutkan, ketinggian pasang diperkirakan mencapai sekitar 2 meter berdasarkan data yang digunakan BMKG.
Namun, angka tersebut merupakan ketinggian air laut, bukan ukuran ketinggian genangan dari permukaan daratan Kota Pontianak.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan banjir rob diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini