Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 04 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak mulai mereda seiring meningkatnya curah hujan. Meski kondisi berangsur membaik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak memastikan patroli dan pemantauan di wilayah rawan tetap dilakukan.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan relatif aman dari ancaman karhutla dan kekeringan.
Hal itu disampaikannya setelah memimpin rapat mitigasi bencana karhutla dan kekeringan bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari BMKG, Bapedal, TNI-Polri, hingga pihak kecamatan dan kelurahan, Rabu (4/11/2026).
“Alhamdulillah, berdasarkan data yang disampaikan BMKG, beberapa waktu ke depan insyaallah kondisi relatif aman dari karhutla dan kekeringan karena curah hujan cukup tinggi,” kata Yamin.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak membuat BPBD mengurangi kesiapsiagaan. Patroli tetap dilakukan bersama relawan, petugas pemadam kebakaran, TNI, dan Polri, terutama untuk memantau kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Saya ingin memastikan kepada semua pihak bahwa meskipun tidak ada bencana, kami tetap melakukan patroli. Kita punya relawan dan pos-pos relawan bencana,” ujarnya.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Yamin menyebutkan Pemerintah Kota Pontianak juga telah menyiapkan anggaran dan sarana pendukung penanganan bencana.
Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp20 miliar telah diterima. Sebagian anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat, termasuk mendukung kegiatan relawan, TNI, dan Polri.
Sementara itu, sisa anggaran akan dimanfaatkan untuk pengadaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, seperti mobil pemadam kebakaran, kendaraan penyelamat, peralatan pemadam, hingga alat pelindung diri (APD).
“Jadi, untuk menghadapi bencana ke depan, kita sudah menyiapkan infrastrukturnya. Jangan sampai nanti ketika kita ingin menyemprot, ternyata selangnya bocor. Ketika ingin memadamkan kebakaran, tiba-tiba mesinnya rusak,” jelasnya.
Selain memperkuat kesiapan peralatan, Yamin mengatakan BPBD Pontianak berencana meningkatkan kerja sama dengan daerah sekitar, seperti Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, untuk mengantisipasi dampak asap lintas wilayah.
Ia menegaskan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu daerah. Diperlukan koordinasi dan kerja sama antardaerah serta seluruh pihak terkait agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan optimal.
Selain karhutla dan kekeringan, BPBD Pontianak juga mengantisipasi sejumlah potensi bencana lainnya, seperti banjir rob, genangan, pohon tumbang, angin puting beliung, hingga kebakaran permukiman. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak mulai mereda seiring meningkatnya curah hujan. Meski kondisi berangsur membaik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak memastikan patroli dan pemantauan di wilayah rawan tetap dilakukan.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan relatif aman dari ancaman karhutla dan kekeringan.
Hal itu disampaikannya setelah memimpin rapat mitigasi bencana karhutla dan kekeringan bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari BMKG, Bapedal, TNI-Polri, hingga pihak kecamatan dan kelurahan, Rabu (4/11/2026).
“Alhamdulillah, berdasarkan data yang disampaikan BMKG, beberapa waktu ke depan insyaallah kondisi relatif aman dari karhutla dan kekeringan karena curah hujan cukup tinggi,” kata Yamin.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak membuat BPBD mengurangi kesiapsiagaan. Patroli tetap dilakukan bersama relawan, petugas pemadam kebakaran, TNI, dan Polri, terutama untuk memantau kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Saya ingin memastikan kepada semua pihak bahwa meskipun tidak ada bencana, kami tetap melakukan patroli. Kita punya relawan dan pos-pos relawan bencana,” ujarnya.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Yamin menyebutkan Pemerintah Kota Pontianak juga telah menyiapkan anggaran dan sarana pendukung penanganan bencana.
Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp20 miliar telah diterima. Sebagian anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional selama masa tanggap darurat, termasuk mendukung kegiatan relawan, TNI, dan Polri.
Sementara itu, sisa anggaran akan dimanfaatkan untuk pengadaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, seperti mobil pemadam kebakaran, kendaraan penyelamat, peralatan pemadam, hingga alat pelindung diri (APD).
“Jadi, untuk menghadapi bencana ke depan, kita sudah menyiapkan infrastrukturnya. Jangan sampai nanti ketika kita ingin menyemprot, ternyata selangnya bocor. Ketika ingin memadamkan kebakaran, tiba-tiba mesinnya rusak,” jelasnya.
Selain memperkuat kesiapan peralatan, Yamin mengatakan BPBD Pontianak berencana meningkatkan kerja sama dengan daerah sekitar, seperti Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, untuk mengantisipasi dampak asap lintas wilayah.
Ia menegaskan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu daerah. Diperlukan koordinasi dan kerja sama antardaerah serta seluruh pihak terkait agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan optimal.
Selain karhutla dan kekeringan, BPBD Pontianak juga mengantisipasi sejumlah potensi bencana lainnya, seperti banjir rob, genangan, pohon tumbang, angin puting beliung, hingga kebakaran permukiman. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini