Kayong Utara    

Jurnalis Masuk Sekolah, JKU Bekali Siswa dan Guru Kemampuan Mengenali Berita Hoaks

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 04 November 2026
Jurnalis Masuk Sekolah, JKU Bekali Siswa dan Guru Kemampuan Mengenali Berita Hoaks
JKU memberikan pelatihan jurnalistik kepada pelajar dan guru Kayong Utara untuk mengenali hoaks dan menyaring informasi digital (Foto: Sans/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menggandeng Jurnalis Kayong Utara (JKU) untuk memberikan pelatihan jurnalistik kepada pelajar melalui program Jurnalis Masuk Sekolah. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan literasi media sekaligus membekali generasi muda agar lebih cerdas dan kritis dalam menyikapi arus informasi di era digital.

Pelatihan yang berlangsung di Kecamatan Sukadana, Rabu (4/11/2026), diikuti perwakilan siswa dari sejumlah sekolah dan madrasah tsanawiyah (MTs). Kegiatan tersebut juga melibatkan guru pendamping dari masing-masing sekolah.

Ketua JKU, Muhammad Fauzi, mengaku senang dapat berbagi ilmu dan pengalaman jurnalistik kepada para pelajar. Menurutnya, pemahaman dasar-dasar jurnalistik menjadi bekal penting bagi siswa maupun guru, terutama di tengah derasnya penyebaran informasi melalui media sosial.

"Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan Kayong Utara yang telah melibatkan JKU sebagai pemateri dalam kegiatan Jurnalis Masuk Sekolah ini. Para siswa dan guru pendamping tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan," ungkap Muhammad Fauzi usai memberikan pelatihan di SMP Negeri 1 Sukadana.

Jurnalis Masuk Sekolah, JKU Bekali Siswa dan Guru Kemampuan Mengenali Berita Hoaks
JKU memberikan pelatihan jurnalistik kepada pelajar dan guru Kayong Utara untuk mengenali hoaks dan menyaring informasi digital (Foto: Sans/KALBARONLINE.com)​

Fauzi menjelaskan, literasi jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis berita, tetapi juga mencakup kecakapan mencari, memeriksa, mengolah, dan menyampaikan informasi secara benar.

Terlebih, maraknya informasi bohong atau hoaks di ruang digital menjadi tantangan serius yang perlu dihadapi bersama. Pelajar sebagai pengguna aktif media sosial harus memiliki kemampuan membedakan informasi yang benar, keliru, maupun informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.

"Di era digitalisasi sekarang, siapa pun bisa dengan mudah menerima maupun menyebarkan informasi. Karena itu, penting bagi siswa dan guru memahami bagaimana mengenali berita hoaks, memeriksa kebenaran sumber informasi, serta tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi," jelasnya.

Ia berharap, melalui program tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar jurnalistik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Menurut Fauzi, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi sejak dini. Dengan pendampingan guru dan dukungan berbagai pihak, kemampuan siswa dalam menyaring informasi diharapkan semakin meningkat.

Program Jurnalis Masuk Sekolah juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara insan pers dan dunia pendidikan dalam memperkuat literasi informasi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. (Sans)

Artikel Selanjutnya
Karhutla Mulai Mereda, BPBD Pontianak Tetap Patroli di Wilayah Rawan
Wednesday, 04 November 2026
Artikel Sebelumnya
Karhutla Mulai Mereda, BPBD Pontianak Tetap Patroli di Wilayah Rawan
Wednesday, 04 November 2026

Berita terkait