Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 08 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebersihan mulut atau oral hygiene merupakan bagian penting dalam perawatan pasien stroke. Kondisi stroke dapat menyebabkan gangguan menelan dan kelumpuhan pada wajah sehingga pasien lebih berisiko mengalami penumpukan sisa makanan dan bakteri di rongga mulut.
Hal tersebut disampaikan Ns. Fadli Huda, S.Kep., dalam kegiatan penyuluhan kesehatan kepada keluarga pasien rawat inap di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Kamis (8/10/2026).
Menurut Fadli, rongga mulut menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Pada pasien stroke, gangguan menelan serta keterbatasan gerak wajah dapat membuat sisa makanan lebih mudah tertinggal sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
“Jika kebersihan mulut tidak dijaga, berbagai masalah dapat muncul, mulai dari bau mulut hingga penyakit gigi dan gusi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan risiko ketika air liur yang mengandung kuman masuk ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi paru, terutama pada pasien yang mengalami gangguan menelan.
Beberapa masalah yang dapat muncul akibat kebersihan mulut yang kurang terjaga antara lain halitosis atau bau tidak sedap dari rongga mulut, karies berupa kerusakan jaringan keras gigi yang dapat menyebabkan gigi berlubang, serta gingivitis atau peradangan pada gusi.
Fadli menekankan bahwa keluarga perlu memperhatikan kebersihan mulut pasien stroke secara rutin, termasuk setelah makan. Perawatan juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesadaran, kemampuan menelan, dan kebutuhan bantuan masing-masing pasien.
“Pada pasien stroke yang menggunakan NGT atau selang makan, kebersihan mulut perlu lebih diperhatikan dan dilakukan sesuai jadwal pemberian makan serta kondisi pasien,” ujarnya.
Sementara itu, pasien stroke yang tidak menggunakan selang makan tetap perlu menjaga kebersihan mulut secara rutin, terutama setelah makan.
Menurut Fadli, pembersihan mulut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain menggunakan sikat gigi dan pasta gigi apabila kondisi pasien memungkinkan, atau menggunakan cairan pembersih mulut sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pasien yang sadar penuh dan mampu menyikat gigi dapat melakukannya secara mandiri. Namun, bagi pasien yang mengalami keterbatasan gerak atau membutuhkan bantuan, keluarga dapat membantu membersihkan gigi dan gusi dengan memperhatikan kondisi kesadaran serta kemampuan menelan pasien.
Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam perawatan pasien stroke, khususnya bagi mereka yang kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Melalui penyuluhan tersebut, keluarga diharapkan memahami pentingnya menjaga kebersihan mulut sekaligus mampu membantu pasien melakukan perawatan secara aman dan teratur.
“Menjaga kebersihan mulut bukan sekadar mencegah bau mulut atau gigi berlubang. Pada pasien stroke, perawatan mulut yang baik merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan dan membantu mencegah komplikasi selama masa perawatan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Kebersihan mulut atau oral hygiene merupakan bagian penting dalam perawatan pasien stroke. Kondisi stroke dapat menyebabkan gangguan menelan dan kelumpuhan pada wajah sehingga pasien lebih berisiko mengalami penumpukan sisa makanan dan bakteri di rongga mulut.
Hal tersebut disampaikan Ns. Fadli Huda, S.Kep., dalam kegiatan penyuluhan kesehatan kepada keluarga pasien rawat inap di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Kamis (8/10/2026).
Menurut Fadli, rongga mulut menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Pada pasien stroke, gangguan menelan serta keterbatasan gerak wajah dapat membuat sisa makanan lebih mudah tertinggal sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
“Jika kebersihan mulut tidak dijaga, berbagai masalah dapat muncul, mulai dari bau mulut hingga penyakit gigi dan gusi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan risiko ketika air liur yang mengandung kuman masuk ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi paru, terutama pada pasien yang mengalami gangguan menelan.
Beberapa masalah yang dapat muncul akibat kebersihan mulut yang kurang terjaga antara lain halitosis atau bau tidak sedap dari rongga mulut, karies berupa kerusakan jaringan keras gigi yang dapat menyebabkan gigi berlubang, serta gingivitis atau peradangan pada gusi.
Fadli menekankan bahwa keluarga perlu memperhatikan kebersihan mulut pasien stroke secara rutin, termasuk setelah makan. Perawatan juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesadaran, kemampuan menelan, dan kebutuhan bantuan masing-masing pasien.
“Pada pasien stroke yang menggunakan NGT atau selang makan, kebersihan mulut perlu lebih diperhatikan dan dilakukan sesuai jadwal pemberian makan serta kondisi pasien,” ujarnya.
Sementara itu, pasien stroke yang tidak menggunakan selang makan tetap perlu menjaga kebersihan mulut secara rutin, terutama setelah makan.
Menurut Fadli, pembersihan mulut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain menggunakan sikat gigi dan pasta gigi apabila kondisi pasien memungkinkan, atau menggunakan cairan pembersih mulut sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pasien yang sadar penuh dan mampu menyikat gigi dapat melakukannya secara mandiri. Namun, bagi pasien yang mengalami keterbatasan gerak atau membutuhkan bantuan, keluarga dapat membantu membersihkan gigi dan gusi dengan memperhatikan kondisi kesadaran serta kemampuan menelan pasien.
Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam perawatan pasien stroke, khususnya bagi mereka yang kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Melalui penyuluhan tersebut, keluarga diharapkan memahami pentingnya menjaga kebersihan mulut sekaligus mampu membantu pasien melakukan perawatan secara aman dan teratur.
“Menjaga kebersihan mulut bukan sekadar mencegah bau mulut atau gigi berlubang. Pada pasien stroke, perawatan mulut yang baik merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan dan membantu mencegah komplikasi selama masa perawatan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini