Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 29 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh setiap 29 Oktober, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar penyuluhan kesehatan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang faktor risiko stroke, mengenali gejalanya sejak dini, serta pentingnya penanganan medis secepat mungkin.
Dalam penyuluhan tersebut, dr. Achmad Faqih, Sp.N., FMIN, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel otak dapat mengalami kerusakan.
Stroke menjadi salah satu masalah kesehatan serius di dunia. Risikonya dapat dialami siapa saja. Bahkan, satu dari empat orang diperkirakan berisiko mengalami stroke sepanjang hidupnya. Selain menjadi penyebab kematian, stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.
“Sekitar 90 persen kejadian stroke berpotensi dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan penerapan pola hidup sehat,” jelas dr. Faqih.
Ia menegaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan terapi stroke. Semakin lama pertolongan diberikan, semakin besar risiko kerusakan sel-sel otak.
“Waktu adalah otak. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan jutaan sel otak mengalami kerusakan,” jelasnya.
Untuk membantu masyarakat mengenali gejala stroke, dr. Faqih memperkenalkan metode SeGeRa Ke RS. Metode ini memuat sejumlah tanda yang perlu diwaspadai, yakni:
· Se – Senyum tidak simetris: wajah tampak mencong atau perot secara mendadak.
· Ge – Gerak melemah: salah satu sisi tubuh tiba-tiba terasa lemah atau sulit digerakkan.
· Ra – Bicara pelo: bicara mendadak tidak jelas, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan.
· Ke – Kebas atau kesemutan: mati rasa atau kesemutan yang muncul mendadak, terutama pada satu sisi tubuh.
· R – Rabun: gangguan penglihatan yang muncul tiba-tiba, seperti pandangan kabur, gelap, atau kehilangan penglihatan.
· S – Sakit kepala hebat: sakit kepala mendadak yang sangat berat, terutama jika disertai mual, muntah, atau penurunan kesadaran.
Apabila seseorang mengalami salah satu gejala tersebut, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis dan membawa pasien ke rumah sakit.
Dr. Faqih mengibaratkan penanganan stroke seperti memadamkan kebakaran di rumah. Api yang segera dipadamkan dapat membatasi kerusakan, sedangkan api yang dibiarkan akan semakin meluas. Begitu pula dengan stroke, semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar peluang membatasi kerusakan otak.
Selain penanganan cepat, pencegahan stroke juga penting. Masyarakat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar gula darah dan kolesterol, berhenti merokok, menghindari konsumsi alkohol, mencukupi kebutuhan cairan, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Masyarakat juga dianjurkan menjaga kualitas tidur sekitar 7–9 jam bagi orang dewasa dan mengelola stres dengan baik. Penerapan pola hidup sehat secara konsisten dapat membantu mengurangi faktor risiko stroke dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.
Di akhir penyuluhan, dr. Faqih berharap masyarakat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, semakin banyak orang yang mampu mengenali tanda-tanda stroke dan mengambil tindakan tepat untuk mendapatkan pertolongan medis. (*)
KALBARONLINE.com – Memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh setiap 29 Oktober, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar penyuluhan kesehatan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang faktor risiko stroke, mengenali gejalanya sejak dini, serta pentingnya penanganan medis secepat mungkin.
Dalam penyuluhan tersebut, dr. Achmad Faqih, Sp.N., FMIN, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel otak dapat mengalami kerusakan.
Stroke menjadi salah satu masalah kesehatan serius di dunia. Risikonya dapat dialami siapa saja. Bahkan, satu dari empat orang diperkirakan berisiko mengalami stroke sepanjang hidupnya. Selain menjadi penyebab kematian, stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.
“Sekitar 90 persen kejadian stroke berpotensi dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan penerapan pola hidup sehat,” jelas dr. Faqih.
Ia menegaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan terapi stroke. Semakin lama pertolongan diberikan, semakin besar risiko kerusakan sel-sel otak.
“Waktu adalah otak. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan jutaan sel otak mengalami kerusakan,” jelasnya.
Untuk membantu masyarakat mengenali gejala stroke, dr. Faqih memperkenalkan metode SeGeRa Ke RS. Metode ini memuat sejumlah tanda yang perlu diwaspadai, yakni:
· Se – Senyum tidak simetris: wajah tampak mencong atau perot secara mendadak.
· Ge – Gerak melemah: salah satu sisi tubuh tiba-tiba terasa lemah atau sulit digerakkan.
· Ra – Bicara pelo: bicara mendadak tidak jelas, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan.
· Ke – Kebas atau kesemutan: mati rasa atau kesemutan yang muncul mendadak, terutama pada satu sisi tubuh.
· R – Rabun: gangguan penglihatan yang muncul tiba-tiba, seperti pandangan kabur, gelap, atau kehilangan penglihatan.
· S – Sakit kepala hebat: sakit kepala mendadak yang sangat berat, terutama jika disertai mual, muntah, atau penurunan kesadaran.
Apabila seseorang mengalami salah satu gejala tersebut, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis dan membawa pasien ke rumah sakit.
Dr. Faqih mengibaratkan penanganan stroke seperti memadamkan kebakaran di rumah. Api yang segera dipadamkan dapat membatasi kerusakan, sedangkan api yang dibiarkan akan semakin meluas. Begitu pula dengan stroke, semakin cepat pertolongan diberikan, semakin besar peluang membatasi kerusakan otak.
Selain penanganan cepat, pencegahan stroke juga penting. Masyarakat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar gula darah dan kolesterol, berhenti merokok, menghindari konsumsi alkohol, mencukupi kebutuhan cairan, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Masyarakat juga dianjurkan menjaga kualitas tidur sekitar 7–9 jam bagi orang dewasa dan mengelola stres dengan baik. Penerapan pola hidup sehat secara konsisten dapat membantu mengurangi faktor risiko stroke dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.
Di akhir penyuluhan, dr. Faqih berharap masyarakat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, semakin banyak orang yang mampu mengenali tanda-tanda stroke dan mengambil tindakan tepat untuk mendapatkan pertolongan medis. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini