Pontianak    

Pemkot Pontianak Beri Penghargaan kepada 50 Petugas Kebersihan, Masing-Masing Terima Rp1,5 Juta

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 13 October 2026
Pemkot Pontianak Beri Penghargaan kepada 50 Petugas Kebersihan, Masing-Masing Terima Rp1,5 Juta
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada perwakilan PPSU di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Selasa (13/10/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Sebanyak 50 Petugas Penanganan dan Sarana Umum (PPSU) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak menerima penghargaan berupa piagam dan uang tunai masing-masing Rp1,5 juta. Penghargaan dari Pemerintah Kota Pontianak ini diberikan dalam rangka Hari Jadi Pontianak ke-255.

Saat ini, DLH Kota Pontianak memiliki 717 personel yang bertugas menjaga kebersihan kota. Mereka tersebar di sejumlah bidang, mulai dari penyapu jalan, pengangkutan sampah, pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R), penjaga tempat pembuangan sementara (TPS), hingga petugas UPT Pengelolaan TPA Sampah dan Limbah.

Salah satu penerima penghargaan, Johari (58), mengaku telah sekitar 10 tahun bertugas menjaga kebersihan Kota Pontianak. Sehari-hari, petugas penyapu jalan tersebut membersihkan kawasan Jalan Serayu.

Ia mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat.

"Terima kasih banyak. Saya gembira sekali, hadiahnya bermanfaat sekali untuk saya," ujarnya seusai penyerahan penghargaan di halaman Kantor DLH Kota Pontianak, Selasa (13/10/2026).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, 717 personel PPSU memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan sekaligus estetika kota. Tugas mereka bukan hanya menyapu jalan, tetapi juga memantau kondisi kawasan secara menyeluruh agar lingkungan tetap tertata dan nyaman.

“Kalau kawasan sudah bersih, orang biasanya segan membuang sampah. Tetapi kalau sudah ada satu tumpukan, orang lain bisa ikut membuang di situ. Karena itu kebersihan harus dijaga terus,” ujar Edi.

Menurutnya, peran petugas kebersihan perlu dipahami secara lebih luas. Mereka tidak sekadar menjalankan pekerjaan rutin, tetapi juga menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menjaga ruang kota.

Edi juga menceritakan bahwa kebersihan dan penghijauan Pontianak mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Haji dan Umrah saat berkunjung ke kota tersebut dan melakukan lari pagi beberapa hari lalu.

“Beliau memuji kebersihan, penghijauan, dan tata kota kita. Ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi sekaligus tantangan untuk mempertahankannya,” katanya.

Edi menilai membangun fasilitas kota relatif lebih mudah dibandingkan menjaga dan merawatnya secara konsisten. Sejumlah tantangan masih dihadapi di lapangan, mulai dari vandalisme, pencurian kabel, hingga kerusakan pot tanaman.

“Membangun itu mudah, tetapi menjaga, merawat dan membersihkan itu yang sulit. Karena itu pengawas dan petugas di lapangan harus punya insting untuk menjaga kawasan secara utuh, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” tegasnya.

Ia berharap seluruh personel PPSU dan pengawas di lapangan memiliki rasa tanggung jawab terhadap wilayah tugas masing-masing. Dengan begitu, setiap kerusakan, gangguan kebersihan, maupun persoalan estetika dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kalau semua petugas punya kepedulian terhadap kawasannya, kota akan lebih mudah kita jaga bersama,” pungkasnya.

Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono mengatakan, penerima penghargaan ditetapkan melalui panitia khusus berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan.

Kriteria pertama adalah kehadiran kerja. Personel yang tercatat tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan tidak masuk dalam penilaian penerima penghargaan.

“Kehadiran menjadi salah satu yang utama. Kalau pernah tidak hadir di luar alasan sakit, tentu tidak bisa masuk sebagai penerima,” katanya.

Kriteria kedua adalah tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Sementara kriteria ketiga adalah kepatuhan terhadap kewajiban dan larangan.

Dari total 717 personel PPSU, sebanyak 50 orang terpilih menerima penghargaan sebagai perwakilan dari bidang tugas masing-masing.

“Dari 717 personel, ada 50 yang kami serahkan penghargaan. Mereka mewakili bidangnya masing-masing,” ujar Syarif.

Ia mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Pontianak terhadap petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga lingkungan kota.

“Bapak Wali Kota memberikan semangat kepada mereka bahwa pekerjaan mereka diperhatikan oleh Pemerintah Kota Pontianak,” katanya.

Syarif berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pemacu semangat bagi seluruh personel untuk meningkatkan kinerja. Menurutnya, perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap kebersihan kota perlu diimbangi dengan prestasi kerja dan tanggung jawab yang semakin baik dari seluruh personel PPSU.

“Perhatian pemerintah cukup besar, begitu juga masyarakat Kota Pontianak. Itu harus kita imbangi dengan prestasi kerja,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Bupati Ketapang Desak Pertamina Segera Atasi Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM
Tuesday, 13 October 2026
Artikel Sebelumnya
DLH Pontianak Siapkan Kontainer Sampah Terpilah, Organik dan Anorganik Dipisahkan
Tuesday, 13 October 2026

Berita terkait