Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 22 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 28 perusahaan membuka sekitar 2.000 lowongan kerja dalam Job Fair Pontianak 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura pada 22–24 Oktober 2026.
Kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak dengan Universitas Tanjungpura ini diharapkan menjadi ruang bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan persoalan ketenagakerjaan tidak cukup dilihat dari jumlah lowongan yang tersedia. Kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak pada 2025 tercatat sebesar 7,91 persen. Angka tersebut turun 0,38 poin dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi masih tergolong tinggi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Di balik angka pengangguran itu ada anak muda yang sudah melamar berkali-kali tetapi belum mendapat panggilan, ada keluarga yang menunggu anaknya bekerja, dan ada harapan ekonomi yang bergantung pada satu penghasilan,” ujar Amirullah, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat perdagangan dan jasa, Pontianak memiliki daya tarik besar bagi pencari kerja. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah untuk mendorong terciptanya lapangan kerja yang lebih luas.
Salah satu persoalan yang dihadapi adalah ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha. Meski lowongan tersedia, tidak semuanya dapat terisi karena keterampilan pelamar belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Dunia kerja sekarang juga menuntut kecakapan digital, kemampuan berkomunikasi, bahasa asing dan sikap profesional. Ini yang harus terus diperkuat oleh para pencari kerja,” katanya.
Amirullah menambahkan, struktur ekonomi Kota Pontianak banyak bertumpu pada sektor perdagangan, jasa, kuliner, perhotelan, dan pariwisata. Berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional yang digelar di Pontianak turut menggerakkan hotel, restoran, warung kopi, transportasi, hingga UMKM sehingga membuka peluang kerja baru.
Untuk menjawab kebutuhan pasar kerja, Pemkot Pontianak melalui perangkat daerah yang membidangi ketenagakerjaan telah menyiapkan berbagai pelatihan sepanjang 2026. Pelatihan tersebut mencakup barista, pemasaran digital, penyuntingan video, mesin pendingin, hingga satuan pengamanan.
“Pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja yang nyata, sehingga setelah mengikuti pelatihan masyarakat benar-benar punya peluang lebih besar untuk bekerja,” ujarnya.
Dalam Job Fair Pontianak 2026, sekitar 2.000 lowongan tersedia dari berbagai perusahaan. Amirullah berharap pencari kerja, terutama warga Kota Pontianak, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
“Mudah-mudahan yang dicari perusahaan sesuai dengan yang melamar. Jadi tidak ada lowongan yang kosong hanya karena masalah ketidaksesuaian kompetensi,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 28 perusahaan membuka sekitar 2.000 lowongan kerja dalam Job Fair Pontianak 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura pada 22–24 Oktober 2026.
Kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak dengan Universitas Tanjungpura ini diharapkan menjadi ruang bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan persoalan ketenagakerjaan tidak cukup dilihat dari jumlah lowongan yang tersedia. Kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak pada 2025 tercatat sebesar 7,91 persen. Angka tersebut turun 0,38 poin dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi masih tergolong tinggi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Di balik angka pengangguran itu ada anak muda yang sudah melamar berkali-kali tetapi belum mendapat panggilan, ada keluarga yang menunggu anaknya bekerja, dan ada harapan ekonomi yang bergantung pada satu penghasilan,” ujar Amirullah, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat perdagangan dan jasa, Pontianak memiliki daya tarik besar bagi pencari kerja. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah untuk mendorong terciptanya lapangan kerja yang lebih luas.
Salah satu persoalan yang dihadapi adalah ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha. Meski lowongan tersedia, tidak semuanya dapat terisi karena keterampilan pelamar belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Dunia kerja sekarang juga menuntut kecakapan digital, kemampuan berkomunikasi, bahasa asing dan sikap profesional. Ini yang harus terus diperkuat oleh para pencari kerja,” katanya.
Amirullah menambahkan, struktur ekonomi Kota Pontianak banyak bertumpu pada sektor perdagangan, jasa, kuliner, perhotelan, dan pariwisata. Berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional yang digelar di Pontianak turut menggerakkan hotel, restoran, warung kopi, transportasi, hingga UMKM sehingga membuka peluang kerja baru.
Untuk menjawab kebutuhan pasar kerja, Pemkot Pontianak melalui perangkat daerah yang membidangi ketenagakerjaan telah menyiapkan berbagai pelatihan sepanjang 2026. Pelatihan tersebut mencakup barista, pemasaran digital, penyuntingan video, mesin pendingin, hingga satuan pengamanan.
“Pelatihan harus disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja yang nyata, sehingga setelah mengikuti pelatihan masyarakat benar-benar punya peluang lebih besar untuk bekerja,” ujarnya.
Dalam Job Fair Pontianak 2026, sekitar 2.000 lowongan tersedia dari berbagai perusahaan. Amirullah berharap pencari kerja, terutama warga Kota Pontianak, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
“Mudah-mudahan yang dicari perusahaan sesuai dengan yang melamar. Jadi tidak ada lowongan yang kosong hanya karena masalah ketidaksesuaian kompetensi,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini