Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 04 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, membuka peluang kolaborasi dengan Yayasan WeBe Konservasi untuk mengembangkan potensi wilayah pesisir, pariwisata berkelanjutan, serta pelestarian lingkungan di Kabupaten Ketapang.
Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Yayasan WeBe Konservasi dengan Bupati Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (4/11/2026).
Dalam pertemuan itu, Yayasan WeBe Konservasi memaparkan sejumlah program yang telah dan sedang dilaksanakan di Kabupaten Ketapang, khususnya di Kecamatan Kendawangan dan kawasan pesisir.
Program tersebut meliputi pendampingan desa wisata, pengembangan usaha ekonomi masyarakat pesisir, digitalisasi informasi pariwisata, konservasi ekosistem laut, hingga penanganan abrasi melalui pembangunan struktur pelindung pantai yang dikombinasikan dengan penanaman mangrove.
Selain itu, Yayasan WeBe juga menyampaikan potensi pengembangan wisata bahari di Pulau Cempedak. Kawasan tersebut memiliki kekayaan sumber daya laut, potensi budi daya lobster, serta tradisi budaya masyarakat pesisir seperti Semah Laut yang dinilai dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyambut baik inisiatif dan rencana kerja sama tersebut. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang terbuka terhadap berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah, sepanjang program yang dijalankan selaras dengan prioritas pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
“Ketapang ini rumah kita bersama. Saya ingin setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Ketapang. Kita harus bekerja bersama, bagaimana potensi yang kita miliki dapat dikembangkan sehingga masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” ungkap Alexander.
Menurutnya, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terencana dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan budaya masyarakat setempat.
“Pariwisata jangan hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan. Tetapi bagaimana pariwisata mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, menghidupkan usaha ekonomi kreatif, membuka peluang usaha, sekaligus menjaga lingkungan dan budaya lokal,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Alexander mengarahkan agar rencana kolaborasi tersebut dibahas lebih teknis bersama perangkat daerah terkait.
Ia juga meminta agar penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dikoordinasikan sebagai landasan pelaksanaan program.
“Kita ingin kerja sama ini memiliki arah dan kejelasan. Karena itu, perlu dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar program yang direncanakan bisa dilaksanakan secara terukur, berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Yayasan WeBe Konservasi, masyarakat, dan berbagai mitra lainnya, potensi pesisir dan pariwisata Kabupaten Ketapang diharapkan semakin berkembang.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, membuka peluang kolaborasi dengan Yayasan WeBe Konservasi untuk mengembangkan potensi wilayah pesisir, pariwisata berkelanjutan, serta pelestarian lingkungan di Kabupaten Ketapang.
Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Yayasan WeBe Konservasi dengan Bupati Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (4/11/2026).
Dalam pertemuan itu, Yayasan WeBe Konservasi memaparkan sejumlah program yang telah dan sedang dilaksanakan di Kabupaten Ketapang, khususnya di Kecamatan Kendawangan dan kawasan pesisir.
Program tersebut meliputi pendampingan desa wisata, pengembangan usaha ekonomi masyarakat pesisir, digitalisasi informasi pariwisata, konservasi ekosistem laut, hingga penanganan abrasi melalui pembangunan struktur pelindung pantai yang dikombinasikan dengan penanaman mangrove.
Selain itu, Yayasan WeBe juga menyampaikan potensi pengembangan wisata bahari di Pulau Cempedak. Kawasan tersebut memiliki kekayaan sumber daya laut, potensi budi daya lobster, serta tradisi budaya masyarakat pesisir seperti Semah Laut yang dinilai dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyambut baik inisiatif dan rencana kerja sama tersebut. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ketapang terbuka terhadap berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah, sepanjang program yang dijalankan selaras dengan prioritas pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
“Ketapang ini rumah kita bersama. Saya ingin setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Ketapang. Kita harus bekerja bersama, bagaimana potensi yang kita miliki dapat dikembangkan sehingga masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” ungkap Alexander.
Menurutnya, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terencana dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan budaya masyarakat setempat.
“Pariwisata jangan hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan. Tetapi bagaimana pariwisata mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, menghidupkan usaha ekonomi kreatif, membuka peluang usaha, sekaligus menjaga lingkungan dan budaya lokal,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Alexander mengarahkan agar rencana kolaborasi tersebut dibahas lebih teknis bersama perangkat daerah terkait.
Ia juga meminta agar penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dikoordinasikan sebagai landasan pelaksanaan program.
“Kita ingin kerja sama ini memiliki arah dan kejelasan. Karena itu, perlu dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar program yang direncanakan bisa dilaksanakan secara terukur, berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Yayasan WeBe Konservasi, masyarakat, dan berbagai mitra lainnya, potensi pesisir dan pariwisata Kabupaten Ketapang diharapkan semakin berkembang.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini