Pontianak    

Bukan Cuma Konser Musik! Mikado Festival Hadirkan Playground hingga Kuliner di Pontianak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 04 November 2026
Bukan Cuma Konser Musik! Mikado Festival Hadirkan Playground hingga Kuliner di Pontianak
Mikado Festival di Pontianak tak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga playground, seni visual, stand up comedy, dan kuliner (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Festival musik biasanya identik dengan deretan musisi yang menghibur pengunjung dari atas panggung. Namun, Mikado Festival ingin menawarkan pengalaman berbeda dengan menggabungkan pertunjukan musik, permainan, seni visual, hingga kuliner dalam satu ruang kreatif.

Mengusung makna Mimpi, Karya, Doa, Mikado Festival dijadwalkan berlangsung pada 4 Desember 2026 di halaman Grand Mahkota Hotel, Pontianak.

Festival ini disiapkan sebagai ruang berkumpul bagi berbagai kalangan dengan minat dan latar belakang berbeda. Tak sekadar menghadirkan konser musik, Mikado akan menyediakan tiga panggung dengan total 15 musisi yang dijadwalkan tampil.

Sejumlah nama yang masuk dalam daftar penampil di antaranya Sal Priadi, Reality Club, 510, Las, Manjakani, Stromberry Blue, HOPE!, Underground Cartel, In Deck We Trust, Breakbeat Boys, DPR, Mouz, Lixxy, Dwiplo, serta New Starter.

Project Director Mikado Festival, Nanda Dwi Wahyudi, menjelaskan pihaknya ingin membangun sebuah festival yang memiliki daya tarik dari berbagai sisi. Dengan demikian, pengunjung tidak harus datang hanya karena ingin menyaksikan musisi tertentu.

Menurutnya, line up memang menjadi salah satu daya tarik sebuah festival. Namun, Mikado ingin membangun identitas acara yang tetap kuat sekalipun menghadirkan penampil berbeda pada penyelenggaraan berikutnya.

Sementara itu, Program Director Mikado Festival, Tommy Utama Putra, mengatakan konsep acara sengaja dibuat beragam agar pengunjung memiliki banyak pilihan aktivitas selama festival berlangsung.

Salah satunya melalui area playground yang akan diisi sejumlah permainan dan kompetisi mini. Pengunjung dapat mencoba mahjong, fingerboard, hingga permainan konsol.

Area tersebut juga disiapkan sebagai tempat bersantai dengan bean bag dan berbagai aktivitas interaktif. Menariknya, area playground dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung.

Tidak hanya permainan, ruang ini juga akan menampilkan karya sejumlah seniman visual. Beberapa di antaranya akan memamerkan lukisan dan karya visual sekaligus membuka kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan para seniman.

Tommy menyebut pihaknya menargetkan sekitar lima visual artist untuk terlibat. Mikado juga menghadirkan pertunjukan stand up comedy sebagai alternatif hiburan di luar musik.

Untuk urusan kuliner, penyelenggara berkolaborasi dengan Makanlok Budak dalam mengkurasi tenant makanan. Berbeda dari festival yang biasanya menghadirkan tenant aksesori atau produk nonkuliner, Mikado ingin menjadikan area tenant sebagai ruang khusus bagi berbagai pilihan makanan.

"Konsep kurasi tersebut diharapkan memberikan pengalaman kuliner yang lebih beragam dan praktis bagi pengunjung," ucap Tommy, Selasa (3/11/2026).

Aspek lingkungan juga menjadi perhatian penyelenggara melalui kolaborasi dengan komunitas Siklus Bijak.

Kerja sama ini diarahkan pada pengelolaan sampah festival, mulai dari proses pengumpulan hingga pembahasan potensi pengolahan sampah setelah acara berlangsung.

Bagi Nanda dan Tommy, Mikado bukan sekadar acara yang digarap oleh penyelenggara. Mereka ingin festival ini menjadi ruang bersama bagi komunitas, seniman, pelaku usaha, hingga berbagai elemen kreatif untuk berkolaborasi.

Keterlibatan pelaku lokal juga menjadi salah satu perhatian utama. Mulai dari vendor, pekerja, hingga komunitas yang terlibat diharapkan dapat ikut merasakan dampak positif dari penyelenggaraan festival tersebut.

Di tengah tantangan membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan konser dan festival, pihak penyelenggara juga berupaya mengedepankan transparansi dengan memperlihatkan perkembangan persiapan acara kepada publik.

Informasi yang ingin dibuka mencakup berbagai tahapan persiapan, mulai dari proses pembayaran, produksi panggung, hingga perkembangan perizinan.

Mikado juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas dan berbagai instansi sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan sekaligus menghidupkan ekosistem kreatif di Pontianak.

Lebih dari itu, Nanda dan Tommy berharap Mikado dapat berkembang menjadi agenda tahunan. Mereka ingin menciptakan pengalaman yang membuat orang datang bukan semata-mata karena siapa artis yang tampil, melainkan karena ingin menikmati suasana dan pengalaman khas Mikado Festival. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Telkomsel Hadirkan Akses Bebas Kuota untuk Layanan Kampus Untan, Mahasiswa Bisa Gunakan Virtuship
Wednesday, 04 November 2026
Artikel Sebelumnya
Ngopi Bareng Warga, Kapolres Kapuas Hulu Ingatkan Bahaya Hoaks, Narkoba, dan Judi Online
Wednesday, 04 November 2026

Berita terkait