Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bpsdm kalbar
BPSDM Kalbar Gaungkan Aksi Indonesia ASRI, Windy Prihastari: Donor Darah Wujud Nyata Kepedulian ASN
BPSDM Kalbar Gaungkan Aksi Indonesia ASRI, Windy Prihastari: Donor Darah Wujud Nyata Kepedulian ASN
Monday, 06/07/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Aksi Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) tingkat nasional. Tak hanya memperkuat koordinasi lintas sektor, gerakan ini juga diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat, salah satunya kegiatan donor darah yang diinisiasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa Aksi Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan kolaboratif yang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

"Aksi Indonesia ASRI merupakan gerakan nasional yang mengedepankan kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata. Kami di BPSDM Kalbar turut berpartisipasi aktif melalui ASN Kalbar Peduli dan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial serta semangat kemanusiaan," ujar Windy.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan pelaksanaan Aksi Indonesia ASRI. Melalui forum tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan memperkuat sinergi dan menyusun strategi agar gerakan nasional itu dapat berjalan optimal di Kalimantan Barat.

Windy menjelaskan, kontribusi BPSDM diwujudkan melalui program ASN Kalbar Peduli, salah satunya dengan menggelar aksi donor darah. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, kegiatan tersebut juga menjadi wujud pengabdian aparatur sipil negara kepada masyarakat.

"Donor darah merupakan bentuk solidaritas yang sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar. Setiap tetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan dan penyelamat bagi mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, kami berharap budaya peduli, semangat berbagi, dan jiwa gotong royong semakin tumbuh di lingkungan ASN maupun masyarakat luas," katanya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, panitia juga menyiapkan bingkisan bagi 100 pendonor darah pertama sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Windy berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui Aksi Indonesia ASRI dapat melahirkan gerakan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Kami berharap Aksi Indonesia ASRI menjadi budaya bersama. Dengan kolaborasi seluruh elemen, Kalimantan Barat dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, aman, indah, dan berkelanjutan," tutupnya. (Lid)

BPSDM Kalbar Gelar Bimtek Public Speaking untuk ASN, Kemendagri Sebut Pertama di Indonesia
BPSDM Kalbar Gelar Bimtek Public Speaking untuk ASN, Kemendagri Sebut Pertama di Indonesia
Monday, 08/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terus mendorong peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Powerful Public Speaking bagi ASN yang mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Program peningkatan kompetensi ASN ini dinilai sebagai langkah inovatif karena disebut menjadi yang pertama digelar di Indonesia.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, tersebut menghadirkan Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono, sebagai narasumber utama.

Sugeng mengungkapkan, pelatihan public speaking bagi ASN merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Menurutnya, kemampuan komunikasi saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ini bagus. Setahu saya di Indonesia baru pertama kali. Kami juga memiliki komunitas BPSDM se-Indonesia, dan para kepala BPSDM turut mengapresiasi karena baru kali ini ada kegiatan seperti ini,” katanya.

Menurut Sugeng, ASN tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis di bidang pekerjaan masing-masing. Aparatur juga harus mampu menyampaikan informasi, membangun komunikasi yang efektif, dan menciptakan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, melainkan keterampilan menyampaikan layanan dan kebijakan pemerintah secara meyakinkan kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan.

“Public speaking itu kemampuan menjual dalam arti positif. Menjual layanan, memberikan keyakinan, dan membangun kepercayaan kepada siapa pun yang kita layani, baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa maupun masyarakat,” ujarnya.

Sugeng menilai kemampuan komunikasi yang baik dapat berdampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Bahkan, hal tersebut juga berpotensi mendukung masuknya investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, pelayanan publik menurutnya tidak bisa lagi hanya bersifat pasif dengan menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan. ASN juga harus mampu menjemput peluang, termasuk menarik investasi dari dalam maupun luar negeri.

Lebih lanjut, Sugeng menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Ia mencontohkan sejumlah daerah yang memiliki kemampuan fiskal tinggi justru didukung oleh SDM unggul, kreativitas, dan inovasi, bukan semata-mata mengandalkan kekayaan sumber daya alam.

“Kalau SDM berkualitas, indeks pembangunan manusianya meningkat, maka kreativitas dan produktivitas juga akan meningkat. Pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng juga memberikan apresiasi terhadap capaian Kalimantan Barat di bidang pelayanan publik. Berdasarkan penilaian tahun sebelumnya, Kalbar berhasil menempati posisi empat besar nasional, sementara Kota Pontianak masuk jajaran 10 besar nasional.

Ia juga menyambut positif penunjukan Kalbar sebagai tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Program itu diharapkan mampu melahirkan berbagai proyek perubahan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan berkualitas.

“Sebagai ASN, tugas utama kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, tentu harus didukung dengan kompetensi yang sesuai di bidang masing-masing,” katanya.

Harisson mengingatkan bahwa profesionalisme aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh cara berinteraksi dengan masyarakat. Oleh sebab itu, ASN didorong untuk terus meningkatkan kualitas diri, mulai dari penampilan, sikap, hingga kemampuan komunikasi.

Dengan adanya Bimtek Powerful Public Speaking ini, diharapkan ASN di Kalimantan Barat semakin siap memberikan pelayanan publik yang lebih komunikatif, profesional, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (Lid)

Norsan Pastikan Kalbar Siap Gelar PKN II 2026, Fasilitas BPSDM Mulai Dibenahi
Norsan Pastikan Kalbar Siap Gelar PKN II 2026, Fasilitas BPSDM Mulai Dibenahi
Tuesday, 02/06/2026

KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan Kalimantan Barat siap menjadi tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan peninjauan langsung fasilitas dan sarana prasarana di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Selasa (2/6/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan pelatihan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II dari berbagai daerah di Indonesia dapat terpenuhi dengan baik.

Dalam kegiatan itu, Norsan didampingi Sekretaris Daerah Kalbar Harisson, Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

"Kita meninjau tempat diklat PKN II yang akan diadakan di Kalbar, tepatnya di BPSDM. Kita melihat sarana dan prasarananya karena kegiatan ini diperuntukkan bagi pejabat eselon II. Kalbar sudah cukup lama tidak menyelenggarakan kegiatan ini, bahkan terakhir sekitar 20 tahun lalu," kata Norsan.

Dari hasil peninjauan tersebut, Pemprov Kalbar akan melakukan sejumlah pembenahan pada fasilitas yang dinilai perlu ditingkatkan. Fokus utama diarahkan pada aspek kenyamanan peserta selama mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II 2026.

"Ada beberapa fasilitas yang masih layak digunakan dan ada yang perlu diperbaiki. Yang menjadi perhatian utama adalah toilet dan sistem sanitasi air bersih agar peserta merasa nyaman selama kegiatan berlangsung," ujarnya.

Menurut Norsan, hasil evaluasi lapangan akan menjadi dasar dalam penyusunan kebutuhan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana BPSDM Kalbar menjelang pelaksanaan PKN II.

Selain kesiapan fasilitas, Norsan menilai Kalimantan Barat memiliki nilai lebih dibanding daerah lain sebagai lokasi penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan nasional. Salah satunya adalah posisi strategis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Keunggulan tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan studi lapangan atau studi banding yang menjadi rangkaian dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.

"Kalbar punya keunggulan karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Peserta nantinya bisa melakukan studi lapangan ke kawasan perbatasan, melihat tata kota di Kuching, serta mempelajari berbagai aspek pembangunan dan budaya yang ada di sana," jelasnya.

Ia berharap penyelenggaraan PKN II 2026 tidak hanya menjadi wadah peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Kalimantan Barat kepada peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

"Ini kesempatan yang baik untuk menunjukkan potensi Kalbar kepada peserta yang datang dari seluruh Indonesia," pungkasnya. (Lid)

Kalbar Bersiap Jadi Tuan Rumah PKN II 2026, Peserta dari Berbagai Provinsi dan Kementerian Akan Hadir
Kalbar Bersiap Jadi Tuan Rumah PKN II 2026, Peserta dari Berbagai Provinsi dan Kementerian Akan Hadir
Tuesday, 02/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, serta Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, pada Selasa (2/6/2026).

Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan penyelenggaraan PKN II 2026 di Kalbar menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pelatihan kepemimpinan tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi hingga kementerian.

“Insyaallah pada Agustus 2026 kita mulai menjadi tuan rumah penyelenggara PKN II. Jadi bukan hanya peserta dari Kalbar, tetapi juga dari provinsi lain bahkan kementerian yang ingin mengikuti pelatihan ini,” kata Windy.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus peluang bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitas sebagai daerah penyelenggara kegiatan nasional di bidang pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu, pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di Kalbar juga dinilai selaras dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah. Dengan pelatihan digelar di daerah sendiri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pejabat pemerintah kabupaten/kota tidak perlu lagi mengikuti pelatihan ke luar daerah.

“Cukup dilaksanakan di Kalbar. Ini menjadi salah satu jawaban atas strategi efisiensi dalam pengembangan kompetensi ASN,” ujarnya.

Windy menjelaskan, penyelenggaraan PKN II akan menggunakan metode blended learning, yakni kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring. Skema tersebut dinilai lebih efektif sekaligus mampu menekan biaya pelaksanaan.

“Kalau seluruh kegiatan dilakukan secara klasikal tentu membutuhkan biaya lebih besar untuk akomodasi dan konsumsi. Karena itu sebagian kegiatan dilakukan secara daring,” jelasnya.

Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan BPSDM Kalbar tidak hanya berfokus pada fasilitas fisik, tetapi juga mencakup tata kelola penyelenggaraan, kesiapan widyaiswara, narasumber, hingga sistem pembelajaran yang akan digunakan selama pelatihan berlangsung.

“Sampai saat ini kami terus mempersiapkan seluruh kebutuhan, mulai dari sarana prasarana, tata kelola penyelenggaraan, narasumber, widyaiswara, hingga perangkat pendukung lainnya,” katanya.

Sebagai penyelenggara, BPSDM Kalbar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Windy optimistis pelaksanaan PKN II Tahun 2026 juga dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Menurutnya, Kalbar memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari keramahan masyarakat hingga posisi strategis sebagai daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Potensi tersebut dapat dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan pendukung, termasuk seminar dan forum akademik berskala nasional maupun internasional.

“Kalimantan Barat memiliki banyak keunggulan. Selain hospitality masyarakatnya, kita juga berada di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang dari berbagai daerah,” tuturnya. (Lid)

Test 123
Test 123
Saturday, 17/01/2026


ko_1768299981_FCi4Jr2d5A.png
Dandim 1206/Putussibau meninjau progres pembangunan KDKMP di Sibau Hulu untuk memastikan program ekonomi desa berjalan optimal (Foto: istimewa)​

KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satu langkah konkret yang kini didorong adalah kampanye “ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari” sebagai upaya menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan peran strategis BPSDM dalam pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas, serta pembinaan sumber daya manusia aparatur.

“BPSDM tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial ASN, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Gerakan olahraga 30 menit sehari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy.

Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kondisi kesehatan fisik dan mental. ASN yang sehat diyakini lebih siap mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta lebih adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern.

Sebagai perangkat daerah yang memiliki mandat menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, serta fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan SDM aparatur.

“ASN yang sehat akan lebih fokus dalam bekerja, lebih siap mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga mendorong terbangunnya budaya kerja sehat di seluruh perangkat daerah. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan atau sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.

Windy menekankan, gerakan ini tidak menuntut olahraga berat atau fasilitas khusus. Cukup meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, senam ringan, atau olahraga sederhana lainnya, ASN sudah berkontribusi menjaga kebugaran tubuh.

“Yang terpenting adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar, baik bagi individu ASN maupun kinerja organisasi secara keseluruhan,” katanya.

Ia berharap kampanye ini dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, visi BPSDM Kalbar dalam mencetak aparatur yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, dapat terwujud secara nyata.

“ASN yang sehat adalah aset penting bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin berkualitas,” pungkas Windy. (Lid)

Bangun Budaya Hidup Sehat, BPSDM Kalbar Dorong ASN Rutin Olahraga 30 Menit Sehari
Bangun Budaya Hidup Sehat, BPSDM Kalbar Dorong ASN Rutin Olahraga 30 Menit Sehari
Friday, 16/01/2026


KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satu langkah konkret yang kini didorong adalah kampanye “ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari” sebagai upaya menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan peran strategis BPSDM dalam pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas, serta pembinaan sumber daya manusia aparatur.

“BPSDM tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial ASN, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Gerakan olahraga 30 menit sehari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy.

Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kondisi kesehatan fisik dan mental. ASN yang sehat diyakini lebih siap mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta lebih adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern.

Sebagai perangkat daerah yang memiliki mandat menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, serta fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan SDM aparatur.

“ASN yang sehat akan lebih fokus dalam bekerja, lebih siap mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga mendorong terbangunnya budaya kerja sehat di seluruh perangkat daerah. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan atau sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.

Windy menekankan, gerakan ini tidak menuntut olahraga berat atau fasilitas khusus. Cukup meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, senam ringan, atau olahraga sederhana lainnya, ASN sudah berkontribusi menjaga kebugaran tubuh.

“Yang terpenting adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar, baik bagi individu ASN maupun kinerja organisasi secara keseluruhan,” katanya.

Ia berharap kampanye ini dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, visi BPSDM Kalbar dalam mencetak aparatur yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, dapat terwujud secara nyata.

“ASN yang sehat adalah aset penting bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin berkualitas,” pungkas Windy. (Lid)

BPSDM Kalbar Raih Akreditasi Diklat Ideologi Pancasila, Tegaskan Peran sebagai Kawah Candradimuka ASN
BPSDM Kalbar Raih Akreditasi Diklat Ideologi Pancasila, Tegaskan Peran sebagai Kawah Candradimuka ASN
Monday, 05/01/2026


KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM Provinsi Kalimantan Barat) kembali menorehkan capaian strategis di awal 2026. Lembaga ini resmi meraih penambahan status terakreditasi sebagai penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Kalimantan Barat.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 49 Tahun 2025, yang ditetapkan di Jakarta pada 27 November 2025. Dalam lampiran keputusan itu, BPSDM Kalbar tercatat sebagai salah satu lembaga dengan kategori akreditasi istimewa.

Capaian ini menegaskan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas BPSDM Kalbar dalam menjamin mutu, efektivitas, dan akuntabilitas penyelenggaraan diklat pembinaan ideologi Pancasila secara sistematis dan berkelanjutan.

Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan bahwa status akreditasi ini menjadi pijakan penting untuk memperluas peran strategis BPSDM dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur.

“BPSDM Kalbar harus menjadi kawah candradimuka ASN Kalbar, tempat menempa kompetensi, integritas, dan karakter kebangsaan aparatur. Ideologi Pancasila menjadi fondasi utama dalam membentuk ASN yang profesional, beretika, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Windy, kemarin.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan interpersonal sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pengembangan ASN. Menurutnya, kompetensi teknis yang baik perlu diimbangi dengan kemampuan membangun relasi kerja yang sehat dan produktif.

“Kemampuan interpersonal adalah kunci membangun hubungan kerja yang harmonis dan kolaboratif. Jika aparatur mampu berkomunikasi dengan baik, saling menghargai, dan bekerja bersama, maka kualitas pelayanan publik akan meningkat signifikan,” jelasnya.

Windy menegaskan, pembinaan ideologi Pancasila melalui diklat tidak berhenti pada pemahaman nilai, tetapi harus terinternalisasi dalam sikap dan perilaku aparatur sehari-hari, termasuk etika pelayanan publik dan sensitivitas sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan keputusan BPIP tersebut, status akreditasi ini berlaku selama empat tahun sejak tanggal penetapan. Dalam periode itu, BPSDM Kalbar berwenang menyelenggarakan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila sesuai pedoman dan standar nasional yang ditetapkan BPIP.

Keberhasilan ini menempatkan BPSDM Kalbar sejajar dengan lembaga pengembangan SDM aparatur tingkat nasional yang dinilai memiliki kapasitas unggul dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ideologi Pancasila.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat rekam jejak kepemimpinan Windy Prihastari dalam mendorong transformasi BPSDM Kalbar menjadi lembaga pembelajaran aparatur yang adaptif, berintegritas, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Barat. (Lid)

BPSDM Kalbar Hadirkan ASN Kalbar Peduli, Perkuat Empati dan Kepemimpinan Aparatur
BPSDM Kalbar Hadirkan ASN Kalbar Peduli, Perkuat Empati dan Kepemimpinan Aparatur
Saturday, 27/12/2025


KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan inovasi ASN Kalbar Peduli sebagai gerakan kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai kemanusiaan aparatur. Program ini dilaksanakan pada 24 Desember 2025 sebagai bentuk kehadiran ASN untuk masyarakat yang membutuhkan dukungan.

ASN Kalbar Peduli didorong menjadi ruang untuk menumbuhkan empati, kepekaan sosial, serta rasa tanggung jawab moral aparatur negara. ASN tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Inovasi ini juga sejalan dengan penguatan karakter ASN Kalbar berkarakter leader, khususnya pada nilai empati sebagai kemampuan memahami, merasakan, dan peduli terhadap kondisi orang lain.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa BPSDM merupakan kawah candradimuka bagi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Karena itu, kami harus menyiapkan berbagai bekal kompetensi bagi ASN Kalimantan Barat agar memiliki kemampuan yang baik, berintegritas, disiplin, serta sejalan dengan nilai dan tagline nasional ASN BerAKHLAK,” ujarnya.

Windy menjelaskan, penguatan kapasitas ASN saat ini difokuskan pada jabatan pimpinan tinggi pratama, sekaligus diperkuat dengan inovasi kepemimpinan berbasis karakter leader. Menurutnya, empati menjadi fondasi penting dalam membentuk kepemimpinan yang kuat.

“Leadership itu diawali dari kepedulian. Ketika kita memahami masalah di sekitar kita, dari situlah inovasi lahir,” tegasnya.

Windy menyebut ASN Kalbar Peduli merupakan contoh nyata bagaimana kepedulian sosial dapat membentuk pemimpin yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain memperkuat karakter dan empati ASN, BPSDM Kalbar juga terus meningkatkan peran strategisnya, termasuk menyiapkan diri sebagai penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Selama ini, peserta PKN II dari Kalbar harus mengikuti pelatihan di luar daerah.

“Ke depan, BPSDM Kalbar siap menyelenggarakan PKN II secara mandiri dan membuka peluang bagi peserta dari provinsi lain. Ini tentu memberi nilai tambah sekaligus kontribusi bagi PAD,” jelasnya.

Untuk menarik minat peserta luar daerah, BPSDM Kalbar terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi, dan daya saing penyelenggaraan pelatihan.

“Karena itu, kami terus mengajak ASN Kalbar untuk berinovasi, menghadirkan perubahan, dan membiasakan perubahan yang baik dalam birokrasi,” pungkasnya. (Lid)

Perkuat PAD Daerah, Kemendagri Dukung Inovasi dan Pengembangan SDM di Kalbar
Perkuat PAD Daerah, Kemendagri Dukung Inovasi dan Pengembangan SDM di Kalbar
Friday, 26/12/2025


KALBARONLINE.com – Kementerian Dalam Negeri RI melalui Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah, Teguh Narutomo, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Barat. Salah satunya melalui penguatan inovasi dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk mendorong Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) sebagai OPD yang mampu berkontribusi terhadap PAD.

Hal tersebut disampaikan Teguh saat menjadi narasumber dalam forum yang digelar BPSDM Provinsi Kalbar di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kantor BPSDM Kalbar, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Sekda Provinsi Kalbar Harisson, Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari, serta Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalbar, Heri Nurhasbi.

Dalam paparannya, Teguh sepakat dengan pandangan BPSDM Kalbar mengenai adanya peluang pendapatan daerah yang bisa dioptimalkan melalui berbagai program dan inovasi strategis.

“Salah satu yang disampaikan oleh Ibu Kepala BPSDM adalah peluang dan potensi untuk memperoleh pendapatan dari BPSDM melalui inovasi yang dapat mendukung perolehan pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Windy Prihastari menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman bersama sekaligus menyatukan pandangan antar perangkat daerah mengenai strategi meningkatkan PAD. Menurutnya, penguatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam pengelolaan PAD yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, peserta juga diajak melihat peran strategis pengembangan SDM dalam mendorong optimalisasi PAD dan memperkuat kolaborasi lintas OPD.

“Diharapkan sinergi yang terbangun dapat mendukung pengelolaan PAD yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” jelasnya.

Windy menegaskan, BPSDM Kalbar akan terus mendorong pemanfaatan peluang inovasi sebagai kontribusi nyata dalam optimalisasi PAD, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan agar pelayanan publik semakin berkualitas. (Lid)