Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
dadi sunarya
DPRD Melawi Bahas Kelangkaan BBM, Sepakati Aturan Pembelian Pertalite
DPRD Melawi Bahas Kelangkaan BBM, Sepakati Aturan Pembelian Pertalite
Tuesday, 06/10/2026

KALBARONLINE.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Melawi menggelar rapat dengar pendapat terkait distribusi dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Melawi, Selasa (6/10/2026).

Rapat yang berlangsung di Rumah Adat Melayu Kabupaten Melawi tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat mengenai kelangkaan dan keterbatasan BBM di sejumlah wilayah.

Pertemuan dihadiri Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Melawi, Bupati dan Wakil Bupati Melawi, unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, PT Pertamina Patra Niaga/Fuel Terminal Sintang, pimpinan atau pengelola SPBU di Kabupaten Melawi serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Dalam pembahasan, DPRD bersama pemerintah daerah dan pihak terkait menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari ketersediaan dan distribusi BBM, antrean panjang di SPBU, mekanisme penyaluran dari Pertamina kepada SPBU hingga pengawasan terhadap pembelian BBM oleh masyarakat.

Rapat juga membahas potensi penyalahgunaan BBM, termasuk pembelian secara berulang dalam satu hari, penggunaan kendaraan yang tidak sesuai standar, penggunaan jeriken tanpa ketentuan serta kesesuaian antara kendaraan, nomor polisi dan identitas atau barcode dalam transaksi pembelian BBM.

Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menegaskan, persoalan distribusi BBM harus ditangani secara bersama-sama dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Melawi akan terus mendorong koordinasi bersama DPRD, aparat penegak hukum, Pertamina dan pengelola SPBU agar distribusi BBM berjalan tertib, adil dan tepat sasaran. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat mendapatkan BBM sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku,” pinta Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan di lapangan agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan maupun pembelian BBM secara berlebihan.

Dalam berita acara rapat, pelaksanaan pengaturan penjualan BBM akan diawasi dan dievaluasi bersama Pemerintah Kabupaten Melawi, Forkopimda dan PT Pertamina Patra Niaga sesuai perkembangan ketersediaan BBM.

Ketua DPRD Kabupaten Melawi Hendegi Januardi Usfa mengatakan, rapat tersebut merupakan bentuk tindak lanjut DPRD terhadap aspirasi masyarakat mengenai kelangkaan dan keterbatasan BBM.

“Kita ingin memastikan distribusi BBM di Kabupaten Melawi berjalan secara tertib, transparan dan tepat sasaran. Pengawasan harus dilakukan bersama agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan kondisi ini dan pada akhirnya masyarakat yang dirugikan,” ucap Hendegi.

Menurutnya, penyelesaian persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga mekanisme penyalurannya hingga sampai kepada masyarakat.

Karena itu, DPRD mendorong koordinasi yang lebih kuat antara Pemerintah Kabupaten Melawi, aparat penegak hukum, Pertamina dan pengelola SPBU dalam melakukan pengawasan distribusi BBM.

Dari pihak PT Pertamina Patra Niaga/Fuel Terminal Sintang, rapat turut membahas mekanisme pasokan BBM serta penyaluran dari Pertamina kepada SPBU di Kabupaten Melawi.

Perwakilan Pertamina, Bisma Abdullah, turut menandatangani berita acara kesepakatan bersama para pihak.

“Koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah dan pengelola SPBU menjadi bagian penting untuk memastikan penyaluran BBM dapat berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan di lapangan juga perlu dilakukan bersama agar distribusi BBM tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, perwakilan SPBU di Kabupaten Melawi, Ramadansyah, SH, juga menjadi salah satu pihak yang menandatangani berita acara kesepakatan.

Pengelola SPBU direkomendasikan melakukan sejumlah pengaturan dalam pelayanan BBM, khususnya Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

“Kami akan mengikuti ketentuan dan hasil kesepakatan yang telah ditetapkan bersama. Pengaturan pelayanan diperlukan agar distribusi BBM lebih tertib serta masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Ramadansyah.

Salah satu kesepakatan dalam rapat tersebut adalah pengelola SPBU dilarang melayani pembelian JBKP Pertalite secara berulang atau tidak wajar dalam hari yang sama, baik di SPBU yang sama maupun SPBU lainnya.

Pengelola SPBU juga direkomendasikan tidak melayani pembelian Pertalite ke dalam tangki modifikasi kendaraan maupun jeriken yang tidak sesuai ketentuan.

Untuk pembelian menggunakan jeriken, pengisian BBM JBKP Pertalite diperbolehkan apabila pembeli memiliki surat rekomendasi dari instansi terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Khusus masyarakat yang tinggal di desa yang jauh dan tidak memiliki SPBU, pembelian BBM dapat dilakukan menggunakan surat rekomendasi dari kepala desa dengan menunjukkan STNK kepemilikan kendaraan.

Rapat juga merekomendasikan pengaturan penjualan Pertalite berdasarkan nomor polisi kendaraan. Pada tanggal ganjil, pelayanan diberikan kepada kendaraan roda dua maupun roda empat dengan nomor polisi yang berakhir angka ganjil, yakni 1, 3, 5, 7 dan 9.

Sementara pada tanggal genap, pelayanan diberikan kepada kendaraan dengan nomor polisi yang berakhir angka genap, yakni 0, 2, 4, 6 dan 8.

Selain itu, diberlakukan pula pembatasan penjualan Pertalite. Kendaraan roda dua maksimal Rp50 ribu atau 5 liter per hari, sedangkan kendaraan roda empat maksimal Rp300 ribu atau 30 liter per hari.

Rapat juga merekomendasikan pemberlakuan jam operasional SPBU yang diseragamkan di seluruh Kabupaten Melawi.

Pengaturan antrean kendaraan di SPBU turut menjadi perhatian agar tidak mengganggu ketertiban, keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Masyarakat juga diimbau menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

Pemerintah bersama DPRD, Forkopimda, Pertamina dan pengelola SPBU akan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap pelaksanaan pengaturan tersebut sesuai perkembangan ketersediaan BBM di Kabupaten Melawi.

Apabila ditemukan pihak yang menyalahgunakan kewenangan atau melanggar ketentuan, penanganan akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Rapat yang digelar sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat tersebut menghasilkan sejumlah langkah untuk memperbaiki tata kelola distribusi BBM di Kabupaten Melawi.

Berita acara tersebut ditandatangani di Nanga Pinoh pada 6 Oktober 2026 oleh Ketua DPRD Kabupaten Melawi Hendegi Januardi Usfa Yursa, S.IP, Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, Wakil Bupati Melawi Malin, SH, Perwira Penghubung LO Kodim 1205 Kapten Inf Didik HP, PT Pertamina Patra Niaga/Fuel Terminal Sintang Bisma Abdullah, perwakilan SPBU Ramadansyah, SH, serta perwakilan Ormas Gabungan Kimroni, S.Kom., MH. (Bgs)

Pemkab Melawi Apresiasi 50 Tahun Kongregasi Misi Berkarya di Kalimantan Barat
Pemkab Melawi Apresiasi 50 Tahun Kongregasi Misi Berkarya di Kalimantan Barat
Friday, 02/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi menyampaikan apresiasi atas lima dekade pengabdian Kongregasi Misi (CM) di Kalimantan Barat, khususnya dalam pelayanan pastoral, pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pendampingan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H., saat menghadiri perayaan 50 Tahun Kongregasi Misi Berkarya di Kalimantan Barat periode 1976–2026 di Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Nanga Pinoh, Kamis (1/10/2026).

Perayaan tersebut turut dihadiri Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa, Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap., Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng, CP., Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, OP., Visitor CM Provinsi Indonesia Pastor Stephanus Rusi Sulistijo, CM., serta para pastor dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Malin mengatakan perjalanan panjang Kongregasi Misi telah memberikan kontribusi yang dirasakan umat dan masyarakat, termasuk di Kabupaten Melawi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kongregasi Misi atas 50 tahun karya dan pengabdiannya di Kalimantan Barat,” ujar Malin.

Menurutnya, keberadaan para misionaris tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keagamaan, tetapi juga turut mendukung pendidikan, pembentukan karakter, pendampingan kaum muda, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.

“Bagi masyarakat Melawi, perjalanan tersebut bukan sekadar sejarah sebuah kongregasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan masyarakat kita,” katanya.

Malin berharap semangat pengabdian yang telah dibangun selama lima dekade dapat terus dilanjutkan melalui kerja sama di bidang pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pendampingan generasi muda.

“Pemerintah Kabupaten Melawi menyambut baik setiap bentuk kerja sama yang dapat memperkuat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pendampingan kaum muda, pelayanan sosial serta pembangunan manusia,” tuturnya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap., menyampaikan penghargaan atas ketulusan dan kesetiaan Kongregasi Misi dalam mendampingi umat. Menurutnya, karya CM, terutama di bidang pendidikan, telah membantu membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

“Banyak orang yang telah mendapatkan pendidikan dari CM. Masih banyak orang yang terbantu oleh CM,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Visitor CM Provinsi Indonesia, Pastor Stephanus Rusi Sulistijo, CM., memaparkan perjalanan karya Vinsensian di Indonesia melalui tema “Warisan Kasih dan Misi: Jejak Vinsensian di Tengah Masyarakat Indonesia”.

Ia menjelaskan, karya para misionaris Vinsensian di Kalimantan Barat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis hingga keterbatasan akses transportasi. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan pelayanan yang dilakukan, termasuk melalui pendirian sekolah dan asrama bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Warisan pelayanan tersebut hingga kini terus diteruskan oleh para anggota CM Indonesia melalui karya pastoral, pendidikan, dan pendampingan masyarakat. Kerja sama dengan CM Italia juga tetap dikembangkan, termasuk dalam bidang pendidikan bagi para seminaris dan imam Vinsensian.

Perayaan 50 tahun karya Kongregasi Misi di Kalimantan Barat menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan nilai kasih, pendidikan, pelayanan, dan kepedulian sosial.

Pemkab Melawi berharap sinergi dengan Kongregasi Misi terus terjaga sehingga berbagai karya pelayanan dan pemberdayaan dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Melawi.

Pemkab Melawi Terima Kunjungan Kongregasi Misi, Perkuat Kerja Sama Pelayanan
Pemkab Melawi Terima Kunjungan Kongregasi Misi, Perkuat Kerja Sama Pelayanan
Thursday, 01/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi menerima kunjungan para Pastor Congregatio Missionis (CM) atau Kongregasi Misi bersama sejumlah suster di Rumah Jabatan Bupati Melawi, Rabu (30/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membahas penguatan kerja sama dalam pelayanan sosial, pendidikan, dan keagamaan di Kabupaten Melawi.

Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menyambut baik kedatangan para Pastor CM dan suster. Ia mengatakan komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak gereja perlu terus diperkuat, terutama dalam menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Melawi, saya dan Pak Wakil menyambut baik kehadiran para Pastor CM dan suster. Mudah-mudahan pertemuan ini dapat mempererat hubungan dan komunikasi kita,” ujar Dadi.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat, termasuk di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Berbagai kebutuhan tersebut dapat dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai kemampuan keuangan dan aturan yang berlaku.

Wakil Bupati Melawi Malin, S.H., turut menyambut kedatangan rombongan. Ia mengaku memiliki kenangan khusus dengan pelayanan para pastor karena pernah menempuh pendidikan di Asrama Menyurai, Sintang.

Malin mengenang Pastor Jacques Crousset atau Pastor Kros yang pernah membimbingnya saat bersekolah. Menurutnya, pendidikan di asrama memberikan pengalaman berharga, terutama dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab.

Sementara itu, Provinsial CM Pastor Stefanus Rudi Suhestijanto, CM, mengatakan kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan 50 tahun kehadiran Kongregasi Misi di Melawi dan Sintang sejak 1976.

“Pada tahun 1976 beliau yang pertama kali datang ke sini. Kemudian setelah itu kami terus bisa melayani di Melawi dan juga di Sintang,” jelas Pastor Stefanus.

Selama lima dekade, Kongregasi Misi telah terlibat dalam pelayanan pastoral, pendidikan, dan pembinaan umat. Saat ini, terdapat 12 pastor Dayak asal Melawi, Sintang, dan Sanggau serta 22 frater yang sedang menjalani pendidikan dan pembinaan.

Kongregasi Misi juga pernah berkontribusi dalam bidang pendidikan, salah satunya melalui pelayanan di SMP Katolik Bukit Raya Serawai.

Pastor Stefanus menegaskan komitmen Kongregasi Misi untuk terus melanjutkan pelayanan di Melawi dan Sintang.

“Kami tetap siap untuk melanjutkan pelayanan kami di sini,” tegasnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pemkab Melawi berharap hubungan dengan Kongregasi Misi dan seluruh unsur keagamaan terus terjalin untuk memperkuat kerukunan, pelayanan masyarakat, serta pembangunan daerah. (*)

HUT ke-71 Lalu Lintas, Bupati Dadi Resmikan Pos Lantas Baru
HUT ke-71 Lalu Lintas, Bupati Dadi Resmikan Pos Lantas Baru
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Lalu Lintas menjadi momentum bagi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Melawi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya ditandai dengan mulai digunakannya Pos Lantas baru yang berada di kawasan Tugu Juang II, tepatnya di samping Dekranasda Kabupaten Melawi.

Pos pelayanan tersebut diresmikan oleh Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa bersama Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi, Rabu (30/9/2026). Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita sebagai tanda Pos Lantas baru mulai difungsikan.

Pemindahan lokasi pos ini merupakan bagian dari upaya Satlantas Polres Melawi mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Keberadaan pos di lokasi baru diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas di kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat.

Sebelumnya, Pos Lantas Polres Melawi berada di kawasan depan Masjid Agung Kota Juang. Kini, pelayanan tersebut dipindahkan ke lokasi baru yang berada di sisi Dekranasda Melawi dan berdekatan dengan Tugu Juang II.

Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menyambut baik keberadaan Pos Lantas baru tersebut. Menurutnya, kehadiran pos pelayanan kepolisian di lokasi yang strategis diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban lalu lintas.

“Semoga dengan Pos yang baru ini bisa semakin mendukung keamanan dan kelancaran lalu lintas,” ujar Dadi.

Ia juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan jajaran kepolisian. Kolaborasi tersebut dinilai diperlukan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi mengatakan, penggunaan Pos Lantas baru menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang lalu lintas.

Menurutnya, personel Satlantas akan tetap menjalankan fungsi pengaturan, penjagaan, pengawalan serta pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran pos tersebut juga menjadi salah satu titik untuk memantau perkembangan situasi lalu lintas sekaligus merespons kebutuhan masyarakat di lapangan.

Momentum HUT ke-71 Lalu Lintas sekaligus dimanfaatkan jajaran Satlantas Polres Melawi untuk memperkuat semangat pelayanan dan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Pengguna jalan juga diharapkan semakin menyadari pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi terciptanya keselamatan bersama.

Dengan beroperasinya Pos Lantas di kawasan Tugu Juang II, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh pelayanan maupun bantuan dari personel kepolisian. Kehadiran pos tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan di Kabupaten Melawi. (*)

Melawi Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari, Luas Terdampak 5.473 Hektare
Melawi Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla 14 Hari, Luas Terdampak 5.473 Hektare
Tuesday, 29/09/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari ke depan.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi penanganan karhutla menunjukkan sejumlah wilayah masih memerlukan pengawasan dan penanganan di lapangan. Kondisi kualitas udara serta potensi cuaca kering juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Perpanjangan status tanggap darurat ditetapkan Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa dalam rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Terpadu Penanganan Karhutla, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, Selasa (29/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Melawi Malin, S.H., Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, para camat, TNI, Polri, BMKG, KPH, relawan, serta unsur terkait lainnya.

Bupati mengatakan, keputusan memperpanjang masa tanggap darurat diambil setelah mendengarkan laporan Kepala Posko, paparan Kepala BPBD, serta masukan dari berbagai instansi teknis dan unsur yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.

Berdasarkan hasil evaluasi, penanganan karhutla di Kabupaten Melawi masih harus dilanjutkan. Kondisi kualitas udara masih menjadi perhatian, sementara sejumlah titik dan wilayah membutuhkan pengawasan serta tindakan di lapangan.

Hujan yang telah turun juga dinilai belum cukup untuk memastikan ancaman kebakaran benar-benar berakhir. Prakiraan BMKG mengenai kondisi kering yang masih berlanjut turut menjadi pertimbangan dalam menjaga kesiapsiagaan.

“Keputusan hari ini terutama didasarkan pada kejadian, dampak, dan kebutuhan penanganan yang masih berlangsung. Perpanjangan ini harus menghasilkan tindakan yang lebih terarah, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan,” tegas Bupati.

Berdasarkan ringkasan laporan penanganan karhutla BPBD Kabupaten Melawi periode Januari hingga 28 September 2026, tercatat sebanyak 49 laporan atau penanganan kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas terdampak mencapai 5.473,808 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan.

Kecamatan Pinoh Utara tercatat sebagai wilayah dengan luas terdampak terbesar, yakni 3.189 hektare. Selanjutnya Kecamatan Nanga Pinoh dengan 963,008 hektare dan Kecamatan Belimbing seluas 670 hektare.

Kemudian Belimbing Hulu tercatat 200 hektare, Ella Hilir 198 hektare, Tanah Pinoh 98 hektare, Pinoh Selatan 74 hektare, Menukung 68 hektare, dan Sayan 13,8 hektare.

Data tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan, pencegahan, serta perlindungan masyarakat di wilayah terdampak.

Untuk mendukung penanganan karhutla, Pemerintah Kabupaten Melawi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan pada masa tanggap darurat pertama selama 76 hari.

Selain itu, pemerintah pusat juga telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 miliar yang direncanakan untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran, peralatan pemadaman, tangki air, mobil operasional, alat kesehatan, serta bantuan sembako.

Bantuan tersebut dialokasikan melalui enam perangkat daerah sesuai dengan tugas dan kebutuhan masing-masing. Bupati meminta seluruh perangkat daerah memastikan pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran maupun bantuan berjalan tepat sasaran, terkoordinasi, tercatat, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Bupati juga menginstruksikan evaluasi lanjutan pada hari ketujuh masa perpanjangan dan kembali dilakukan sebelum hari ke-14.

Dalam evaluasi tersebut, BPBD diminta menyampaikan perkembangan penanganan, kondisi yang telah terkendali, kendala yang dihadapi, serta rekomendasi terkait status penanganan selanjutnya.

Apabila terjadi perubahan situasi, keputusan akan disesuaikan berdasarkan bukti dan kondisi terbaru di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan karhutla, mulai dari pemerintah pusat dan provinsi, DPRD, TNI dan Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat.

Kontribusi tersebut mencakup upaya pemadaman, pemantauan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan warga terdampak.

Bupati juga mengajak masyarakat Kabupaten Melawi berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan menghindari kegiatan pembakaran yang dapat memicu kebakaran, menjaga lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang mencurigakan.

“Perpanjangan tanggap darurat ini adalah waktu kerja yang harus digunakan sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh unsur bergerak secara terpadu, melaporkan keadaan dengan jujur, dan menempatkan keselamatan warga serta petugas sebagai prioritas,” tutupnya.

Bupati Melawi Tinjau Lokasi MTQ ke-X 2026 di Desa Tekelak, Persiapan Capai 70 Persen
Bupati Melawi Tinjau Lokasi MTQ ke-X 2026 di Desa Tekelak, Persiapan Capai 70 Persen
Saturday, 26/09/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa didampingi Camat Pinoh Utara Mambang Gusmadi meninjau langsung lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara, Sabtu (26/9/2026).

MTQ ke-X tingkat Kabupaten Melawi dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 9 November 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan persiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Sejumlah fasilitas yang tengah dimatangkan di antaranya tribun, astaka, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Panitia juga memastikan kesiapan akses menuju lokasi untuk menunjang mobilitas peserta, panitia, tamu undangan, dan masyarakat selama pelaksanaan MTQ.

Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa menegaskan, persiapan harus dilakukan secara matang agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Menurutnya, kesiapan lokasi, fasilitas, akses, hingga akomodasi kafilah perlu diperhatikan secara menyeluruh.

“MTQ bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mempererat silaturahmi antarumat dan antarkafilah dari seluruh kecamatan,” kata Bupati Melawi.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat terus berkoordinasi dan menyelesaikan berbagai kebutuhan yang masih dalam tahap pengerjaan. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, persiapan diminta dilakukan secara terukur agar tidak ada fasilitas penting yang terlewat.

“Kita ingin pelaksanaan MTQ ke-X ini berjalan dengan baik, tertib dan memberikan kesan positif bagi seluruh kafilah maupun masyarakat. Karena itu, seluruh persiapan harus terus dimatangkan, termasuk fasilitas dan pelayanan bagi peserta selama berada di lokasi,” ujarnya.

Bupati juga mengajak seluruh kecamatan mempersiapkan kafilah masing-masing sejak dini sehingga peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan secara maksimal. Partisipasi seluruh kecamatan dinilai penting untuk menyukseskan MTQ tingkat Kabupaten Melawi tahun 2026.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana MTQ ini dapat menjadi bagian dari pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Melawi. Kita berharap dari kegiatan ini lahir generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MTQ ke-X tingkat Kabupaten Melawi, Yussenno, mengatakan persiapan pelaksanaan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah pekerjaan masih terus dilakukan, terutama penyempurnaan fasilitas utama dan sarana pendukung di lokasi kegiatan.

“Persiapan saat ini sudah sekitar 70 persen. Kami masih melakukan sejumlah perbaikan dan penyempurnaan terhadap fasilitas pendukung kegiatan,” ujar Yussenno, Senin (21/9/2026) lalu.

Yussenno menjelaskan, akses menuju lokasi pelaksanaan saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian penting yang terus diperhatikan panitia mengingat MTQ akan diikuti kafilah dari 11 kecamatan di Kabupaten Melawi.

Selain fasilitas utama, panitia juga telah menyiapkan kebutuhan akomodasi bagi para kafilah. Untuk tempat tinggal peserta, panitia memanfaatkan rumah-rumah masyarakat yang berada di sekitar lokasi pelaksanaan.

“Untuk tempat tinggal peserta, kami menyiapkan dua rumah untuk masing-masing kecamatan dengan memanfaatkan rumah-rumah masyarakat yang ada di sekitar lokasi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mendukung pelaksanaan berbagai cabang kegiatan, panitia akan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di sekitar lokasi. Sejumlah masjid dan gedung milik Pemerintah Desa Tekelak juga disiapkan sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan MTQ.

Pelaksanaan MTQ ke-X Kabupaten Melawi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, kafilah, dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Melawi.

Bupati Melawi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung PLHUT
Bupati Melawi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung PLHUT
Tuesday, 22/09/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Melawi di Jalan Gelora Juang, Nanga Pinoh, Selasa (22/9/2026).

Gedung yang dibangun di samping Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi tersebut diharapkan dapat menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang lebih mudah, cepat, jelas, transparan, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Melawi, H. Muhammad Desi Asiska, mengatakan peletakan batu pertama bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan gedung, tetapi juga menjadi awal upaya menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang lebih dekat dan lebih baik kepada masyarakat.

“Hari ini kita sedang memulai sebuah ikhtiar untuk menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang lebih dekat dan lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Melawi. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang mudah, cepat, jelas, transparan, dan memberikan kepastian,” ujarnya.

Menurut Desi, kehadiran Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru bukan berarti pelayanan dimulai dari awal. Penyelenggaraan pelayanan haji sebelumnya telah memiliki sejarah panjang yang dibangun Kementerian Agama, mulai dari pendaftaran, pembinaan, manasik, pengurusan dokumen, pemberangkatan hingga pemulangan jemaah.

Karena itu, koordinasi dan sinergi dengan Kementerian Agama dinilai tetap penting. Meski berada dalam kelembagaan yang berbeda, kedua pihak memiliki tujuan yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Desi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Melawi, khususnya Bupati Melawi, atas dukungan hibah tanah seluas kurang lebih 1.000 meter persegi untuk pembangunan PLHUT tersebut.

Menurutnya, lokasi pembangunan yang berada di kawasan pusat Kota Nanga Pinoh cukup strategis karena mudah dijangkau masyarakat.

“Dukungan ini bukan sekadar mengenai tanah. Di atas tanah ini nantinya akan berdiri tempat pelayanan bagi masyarakat yang mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah, baik untuk mendaftar, mencari informasi maupun mengikuti pembinaan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dukungan Pemkab Melawi menjadi bagian penting dalam peningkatan pelayanan haji dan umrah di daerah. Seiring pembangunan gedung, pihaknya berkomitmen meningkatkan pelayanan, memperjelas informasi, memperkuat koordinasi, serta menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, organisasi keagamaan, perbankan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) juga akan terus diperkuat guna membangun ekosistem pelayanan yang tertib, transparan, profesional, sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, H. Kamaludin, mengatakan anggaran pembangunan PLHUT Kabupaten Melawi telah diperjuangkan sejak 2024 dan 2025 hingga akhirnya dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Ia menyebut ketersediaan lahan menjadi salah satu unsur penting dalam merealisasikan pembangunan tersebut. Di sejumlah daerah, kata dia, anggaran pembangunan fasilitas serupa belum dapat dimanfaatkan karena terkendala ketersediaan lahan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Melawi yang memiliki komitmen dan pandangan jauh ke depan. Kehadiran kantor kementerian di daerah pada dasarnya akan mendukung program-program pemerintah daerah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kamaludin, pembangunan PLHUT merupakan wujud komitmen pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita ingin Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga mampu membangkitkan kembali peran para haji dan hajah sesuai kapasitasnya untuk membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin,” katanya.

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menyambut baik pembangunan Gedung PLHUT tersebut. Menurutnya, sarana pelayanan yang representatif diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan haji dan umrah yang tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Dengan dibangunnya PLHUT ini, saya berharap pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terintegrasi sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan yang semakin mudah dan jelas,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, hibah tanah yang diberikan merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Melawi dalam mendukung tersedianya infrastruktur pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan kolaborasi agar penyelenggaraan pelayanan haji dan umrah dapat berjalan optimal serta tidak menyulitkan masyarakat akibat kurangnya koordinasi.

Kepada pelaksana, konsultan perencana, dan konsultan pengawas, Bupati meminta pembangunan dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab. Gedung tersebut diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar dan menjadi aset pelayanan publik yang bermanfaat dalam jangka panjang.

“Mari kita jadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai orientasi utama. Berikan informasi yang benar dan mudah dipahami, laksanakan tugas secara profesional, serta senantiasa jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Melawi, Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Melawi, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Kantor Pertanahan, pemerintah kecamatan dan desa, organisasi keagamaan, perbankan, PPIU, pihak pelaksana pembangunan, serta tamu undangan lainnya.

Maulid Nabi di Melawi Dirangkaikan Shalat Istisqa, Bupati Ajak Warga Cegah Karhutla
Maulid Nabi di Melawi Dirangkaikan Shalat Istisqa, Bupati Ajak Warga Cegah Karhutla
Wednesday, 26/08/2026

KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dirangkaikan dengan Shalat Istisqa di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut diisi tausiyah agama oleh Syekh Fitrah Aulia Rachman, S.H., S.Pd., M.Pd., penceramah asal Pontianak.

Peringatan tersebut dihadiri Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Melawi, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi.

Dalam sambutannya, Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengenang, memahami dan meneladani perjalanan hidup serta kemuliaan akhlak Rasulullah SAW.

Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, kata Bupati, harus terus dihidupkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Bagi kita yang diberikan amanah dalam penyelenggaraan pemerintahan, keteladanan Rasulullah SAW memberikan pelajaran yang sangat penting bahwa setiap amanah harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, keadilan dan semangat melayani,” ujarnya.

Bupati secara khusus mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai penguat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

ASN, lanjutnya, dituntut bekerja dengan ikhlas, disiplin, profesional dan berintegritas serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi Kabupaten Melawi.

Bupati mengatakan, di samping berbagai ikhtiar yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat, manusia tetap memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat memperbanyak istighfar, memperbaiki diri serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Kita berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa keberkahan, menyuburkan tanah dan tanaman, mencukupi kebutuhan air masyarakat, serta memberikan manfaat bagi seluruh makhluk-Nya,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diajak bersama-sama menjaga hutan dan lahan, tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta berperan aktif dalam pencegahan karhutla.

Bupati berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Melawi.

Ia juga mengajak seluruh jamaah menyimak tausiyah yang disampaikan Syekh Fitrah Aulia Rachman. Bupati berharap ilmu dan nasihat yang disampaikan dapat menjadi bekal serta memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Syekh Fitrah Aulia Rachman dari Pontianak yang memberikan pesan-pesan keagamaan kepada seluruh jamaah yang hadir.

Bupati Melawi Imbau Warga Waspada Karhutla dan Gunakan Masker
Bupati Melawi Imbau Warga Waspada Karhutla dan Gunakan Masker
Friday, 21/08/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut juga menyebabkan kabut asap mulai terasa dan berpotensi mengganggu kualitas udara serta kesehatan masyarakat.

Bupati meminta masyarakat menggunakan masker, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting sebagai langkah perlindungan diri dari paparan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Melawi agar tetap waspada terhadap situasi Karhutla yang saat ini mulai terjadi. Kabut asap juga sudah mulai terasa di beberapa wilayah, sehingga kami meminta masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar rumah, untuk menggunakan masker sebagai upaya menghindari dampak buruk terhadap kesehatan, termasuk penyakit ISPA,” ujar Bupati, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat terkait, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Bupati juga meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk penggunaan api di area terbuka.

Hal-hal kecil yang dianggap sepele, menurutnya, dapat menimbulkan dampak besar apabila tidak ditangani dengan baik.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati terhadap sekecil apa pun yang dapat mengakibatkan bahaya kebakaran. Jangan sampai kelalaian kecil justru menyebabkan kebakaran lahan yang meluas dan berdampak kepada lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, Bupati mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani.

Ia menekankan kondisi kabut asap harus menjadi perhatian bersama. Asap kebakaran tidak hanya dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih dalam kondisi tersebut.

“Mari kita bersama-sama mencegah Karhutla. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Dengan meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran, kita dapat meminimalkan risiko Karhutla di Kabupaten Melawi,” pungkas Bupati.

Pemerintah Kabupaten Melawi mengajak seluruh masyarakat tetap tenang namun tidak lengah menghadapi kondisi karhutla.

Masyarakat juga diingatkan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat serta tetap menjaga kesehatan selama kualitas udara belum kembali normal.

Bupati Melawi Buka Konferda XIV GKII Melawi Hilir, Dorong Gereja Jadi Mitra Pemerintah
Bupati Melawi Buka Konferda XIV GKII Melawi Hilir, Dorong Gereja Jadi Mitra Pemerintah
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa membuka Konferensi Daerah (Konferda) XIV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Melawi Hilir Tahun 2026 di GKII Filippi, Tanjung Beringin, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Rabu (19/8/2026).

Konferda XIV GKII Melawi Hilir mengangkat tema “Bertumbuh Bersama”. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Melawi, Anggota DPRD Melawi, Ketua dan Badan Pengurus Wilayah II GKII Kalimantan Barat, Ketua dan Badan Pengurus Daerah GKII Melawi Hilir, Camat Menukung bersama Forkopimcam, kepala desa dan perangkat desa, para pendeta, badan pengurus jemaat, gembala sidang, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, jemaat GKII serta para undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Melawi menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengurus Daerah GKII Melawi Hilir yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan Konferda XIV.

Ia berharap konferensi tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan dalam menjalankan pelayanan kepada Tuhan dan masyarakat.

“Konferensi Daerah bukan hanya menjadi forum organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja dan menentukan arah pelayanan ke depan. Lebih dari itu, konferensi seperti ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, mempererat persaudaraan dan menyatukan langkah dalam menjalankan tugas pelayanan kepada Tuhan dan masyarakat,” ujar Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa.

Menurut Bupati, tema “Bertumbuh Bersama” memiliki makna yang luas. Pertumbuhan tidak hanya berkaitan dengan perkembangan organisasi, tetapi juga mencakup pertumbuhan iman, peningkatan kualitas pelayanan, kepedulian sosial serta kemampuan untuk hadir dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Saya berharap semangat bertumbuh bersama tersebut dapat terus diwujudkan dalam kehidupan bergereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Bupati menilai semangat tersebut relevan dengan kondisi masyarakat Kabupaten Melawi yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya dan latar belakang.

Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai dan saling menghormati.

“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, damai dan saling menghormati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pembangunan daerah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Pembangunan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan dan organisasi gereja.

Ia menyebut gereja memiliki peran strategis dalam membangun karakter umat, memperkuat nilai-nilai moral, meningkatkan kepedulian sosial serta turut menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Saya berharap GKII Daerah Melawi Hilir dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Melawi yang semakin maju, sejahtera, berkarakter dan harmonis,” ungkapnya.

Bupati juga mengajak jajaran pemerintah, gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat untuk terus membangun komunikasi serta kerja sama yang baik.

Menurutnya, Konferda XIV GKII Melawi Hilir dapat menjadi ruang untuk berdiskusi secara bijaksana, menyampaikan pendapat dengan penuh kasih serta mengambil keputusan terbaik bagi kemajuan pelayanan dan organisasi.

Ia mengingatkan perbedaan pandangan dalam sebuah forum merupakan hal yang wajar. Namun, setiap perbedaan hendaknya dikelola dengan semangat persaudaraan dan tujuan bersama untuk membangun pelayanan yang semakin baik.

“Perbedaan pandangan dalam sebuah forum merupakan hal yang wajar. Namun, hendaknya setiap perbedaan tersebut dapat dikelola dengan semangat persaudaraan dan tujuan yang sama, yaitu membangun pelayanan yang semakin baik,” pesan Bupati.

Bupati berharap Konferda XIV GKII Melawi Hilir dapat menghasilkan keputusan terbaik, kepengurusan yang solid serta program kerja yang mampu memperkuat pelayanan GKII pada masa mendatang.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi Kabupaten Melawi agar tetap aman, damai dan harmonis.

Peran tokoh agama dan seluruh umat beragama, kata dia, sangat penting dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat.

“Bertumbuh bersama berarti maju bersama. Melayani bersama berarti memberi manfaat bersama. Dan hidup dalam kasih berarti membangun Melawi yang damai dan harmonis,” tutur H. Dadi Sunarya Usfa Yursa.

Menutup sambutannya, Bupati Melawi berharap seluruh rangkaian Konferda XIV GKII Melawi Hilir berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, pelayanan jemaat serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Melawi.

Konferda XIV GKII Melawi Hilir Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan harmonis.