Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kebakaran
Wamen ATR/BPN Tinjau Kebakaran Kantor Pertanahan Karawang, Pastikan Keselamatan dan Penanganan Dokumen
Wamen ATR/BPN Tinjau Kebakaran Kantor Pertanahan Karawang, Pastikan Keselamatan dan Penanganan Dokumen
Thursday, 15/10/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, meninjau Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) dini hari untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan dengan baik.

Kebakaran tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 23.10 WIB pada Rabu (14/10/2026). Api dilaporkan berasal dari lantai dua gedung dan masih dalam penanganan petugas. Sementara itu, penyebab kebakaran akan ditelusuri lebih lanjut melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian.

“Pertama-tama, kami sangat prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Saya datang langsung malam ini untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Prioritas pertama kami adalah keselamatan seluruh pegawai dan masyarakat, kemudian pengamanan aset serta dokumen pertanahan yang masih dapat diselamatkan,” ujar Ossy saat meninjau lokasi.

Ossy juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, Polres, Kodim, serta pihak terkait dan masyarakat yang turut membantu penanganan kebakaran.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar proses pemadaman dan penanganan di lokasi dapat berjalan dengan baik.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemda, Damkar, Polres dan Kodim serta pihak terkait lainnya dan masyarakat dalam membantu proses penanganan pemadaman. Kami tentu akan berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk mengetahui penyebab kebakaran ini,” tutur Ossy.

Terkait keberlangsungan layanan pertanahan, Kementerian ATR/BPN berkomitmen menjaga hak-hak masyarakat atas tanah sekaligus memulihkan pelayanan di Kabupaten Karawang secepat mungkin.

Kementerian ATR/BPN akan terus berkoordinasi dengan Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, kepolisian, dan instansi terkait untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi Kementerian ATR/BPN. Informasi mengenai penanganan kebakaran dan kelanjutan pelayanan pertanahan akan disampaikan setelah tersedia keterangan yang terkonfirmasi.

Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Dusun Tanjung Pandan Kapuas Hulu
Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Dusun Tanjung Pandan Kapuas Hulu
Saturday, 19/09/2026

KALBARONLINE.com – Satu unit rumah warga di Dusun Tanjung Pandan, Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, terbakar pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.

Rumah tersebut merupakan milik Koptu Sriono, anggota TNI yang sedang bertugas di Lamandau, Kalimantan Tengah. Bangunan itu dikontrak oleh Jamaludin (52), seorang petani yang berdomisili di Jalan Lintas Utara, Dusun Tanjung Pandan, Desa Sibau Hulu.

Kebakaran diketahui ketika anak Jamaludin, Abdel, yang saat itu berada di teras rumah, melihat asap keluar dari kamar bagian depan. Saksi kemudian masuk ke dalam rumah dan berupaya memadamkan api menggunakan air secara manual.

Namun, api semakin membesar sehingga upaya pemadaman tidak berhasil. Abdel kemudian berteriak meminta pertolongan hingga warga sekitar berdatangan membantu memadamkan api.

Karena sebagian besar bangunan rumah berbahan kayu, api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan. Masyarakat kemudian menghubungi Call Center 110 Polres Kapuas Hulu untuk meminta bantuan.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Putussibau Utara segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh Polri, TNI, BPBD, serta sejumlah pihak lainnya.

Dalam proses pemadaman, dikerahkan satu unit mobil AWC Water Canon Polres Kapuas Hulu, satu unit mobil pemadam TNI, satu unit mobil pemadam BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, dua unit mobil pemadam Yayasan Bakti Suci Putussibau, serta satu unit mobil pemadam PT ASK.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian, yakni pukul 12.20 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas mengamankan lokasi dan memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan sehingga belum dapat diperkirakan.

Berdasarkan keterangan saksi, api diduga pertama kali terlihat dari bagian dalam kamar depan. Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada kemungkinan gangguan atau korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kondisi cuaca yang cerah serta musim kemarau dengan hembusan angin cukup kencang turut mempercepat penyebaran api. Saat kejadian, Jamaludin bersama istri dan anak keduanya sedang berada di kebun untuk menanam sayuran sehingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.

Polres Kapuas Hulu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera menghubungi Call Center 110 Polres Kapuas Hulu apabila mengetahui adanya keadaan darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian. (Haq)

Diduga Korsleting Listrik, Barak Karyawan PT Kapuasindo Palm Industry Terbakar
Diduga Korsleting Listrik, Barak Karyawan PT Kapuasindo Palm Industry Terbakar
Wednesday, 09/09/2026

KALBARONLINE.com - Sebuah barak karyawan Sungai Serawi Estate (SSWE) PT Kapuasindo Palm Industry (KPI) di Divisi 3 Blok N 67, Dusun Kayu Baung, Desa Keling Panggau, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, terbakar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 22.05 WIB. Kejadian kemudian dilaporkan kepada Polsek Empanang pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 11.40 WIB oleh Kanit Pam SSWE PT KPI Estate.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Empanang yang dipimpin Ps. Kapolsek Empanang Iptu Purba bersama Ps. Kanit Reskrim Aipda Herdianus, Banit Reskrim Brigpol Visnu Djarot, serta sejumlah personel lainnya langsung melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kebakaran terjadi, salah seorang karyawan bernama Jefri Martinus Ala melihat percikan api dari bagian atas plafon Barak Nomor 2.

Saksi kemudian berteriak membangunkan karyawan lainnya yang sebagian besar sudah tertidur agar segera keluar dan menyelamatkan diri.

Api dengan cepat membesar karena bangunan barak diketahui sebagian besar terbuat dari material kayu yang sudah dalam kondisi rapuh.

Upaya pemadaman dilakukan oleh karyawan dan staf perusahaan menggunakan mesin Robin serta bantuan mobil pemadam kebakaran. Sekitar pukul 00.20 WIB, api berhasil dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga disebabkan korsleting atau hubungan arus pendek listrik akibat kelebihan daya pada jaringan listrik induk menuju barak.

Kondisi bangunan yang terbuat dari kayu dan sudah rapuh juga diduga turut mempercepat meluasnya api.

Dalam olah TKP, personel Polsek Empanang mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian, di antaranya satu buah kabel, satu tabung gas LPG 3 kilogram, satu buah kayu, dan satu keping seng.

Sementara itu, karyawan yang terdampak untuk sementara mengungsi dan menempati barak karyawan lainnya sambil menunggu proses pembangunan kembali barak yang terbakar.

Ps. Kapolsek Empanang Iptu Purba menyampaikan pihak kepolisian telah menerima laporan, mendatangi TKP, mengumpulkan bahan keterangan dan barang bukti, serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.

“Personel telah melakukan pengecekan dan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Namun, pendalaman tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian,” ujar Iptu Purba. (Haq)

18 Ruko di Jalan Barito Pontianak Terbakar, Toko Wahana dan RM Barito Rusak Parah
18 Ruko di Jalan Barito Pontianak Terbakar, Toko Wahana dan RM Barito Rusak Parah
Wednesday, 26/08/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran melanda deretan ruko di kawasan Jalan Tanjungpura-Barito, Kelurahan Benua Melayu Laut, Pontianak, Rabu (26/8/2026) dini hari.

Sebanyak 18 ruko terdampak dalam kebakaran tersebut. Toko Wahana dan Rumah Makan (RM) Barito dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Benua Melayu Laut, Aiptu Rudi Agus Santoso, mengatakan petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 02.30 hingga 05.30 WIB. Selama proses tersebut, petugas tidak mengalami kendala berarti di lapangan.

“Pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar tiga jam dan tidak ada kendala berarti,” kata Agus.

Ia menyebut sebagian besar pemilik ruko telah datang ke lokasi untuk mengecek kondisi bangunan mereka.

Sementara itu, area yang terbakar telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Agus menegaskan, penyebab maupun sumber api dalam kebakaran tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (Lid)

Bakar Sarang Tawon, Rumah Warga di Sungai Pelang Terbakar, Dua Motor Hangus
Bakar Sarang Tawon, Rumah Warga di Sungai Pelang Terbakar, Dua Motor Hangus
Sunday, 23/08/2026

KALBARONLINE.com – Rencana membakar sarang tawon berujung petaka. Satu unit rumah warga di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, terbakar pada Minggu (23/8/2026) pagi.

Kebakaran terjadi di depan Masjid At-Taqwa sekitar pukul 05.15 WIB. Dalam peristiwa tersebut, dua unit sepeda motor hangus terbakar, sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan.

Salah seorang tetangga korban, Fadli, mengatakan kebakaran diduga bermula saat pemilik rumah membakar sarang tawon yang sebelumnya sempat menyengat anaknya hingga mengalami demam.

“Katanya awalnya membakar sarang tawon karena sebelumnya tawon itu pernah menyengat anaknya di kamar sampai demam,” ujar Fadli.

Menurut Fadli, pembakaran sarang tawon dilakukan menjelang salat Subuh. Pemilik rumah kemudian mengira api sudah padam dan meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat.

Namun, setelah selesai salat, api ternyata kembali membesar. Pemilik rumah bersama warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.

Kobaran api dengan cepat membesar dan membakar bagian rumah. Dua unit sepeda motor yang berada di lokasi ikut hangus terbakar.

Sementara satu unit mobil berhasil diselamatkan setelah warga bersama-sama mengevakuasinya dari lokasi kebakaran.

Warga juga bergotong royong membantu memadamkan api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 07.00 WIB setelah tim pemadam kebakaran tiba dan melakukan penanganan di lokasi.

“Di dalam rumah dihuni empat orang, alhamdulillah semuenye selamat,” ucap Fadli.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. (Adi LC)

Enam Rumah Petak Ludes Terbakar di Pontianak, Pemkot Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Enam Rumah Petak Ludes Terbakar di Pontianak, Pemkot Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Saturday, 22/08/2026

KALBARONLINE.com – Enam unit rumah petak di Jalan Komyos Sudarso, Gang Sagu, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, ludes terbakar pada Jumat (21/8/2026).

Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan rumah petak yang terdiri dari enam pintu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga terdampak mengalami kerugian material setelah tempat tinggal mereka habis terbakar.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meninjau langsung lokasi kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) sore. Kehadiran Bahasan menjadi bagian dari respons Pemerintah Kota Pontianak untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan bantuan bagi korban tersalurkan.

“Saya ingin mengetahui langsung fakta di lapangan seperti apa. Setiap terjadi musibah kebakaran, Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ujarnya.

Bahasan mengatakan, bantuan tersebut merupakan program rutin Pemkot Pontianak bagi warga yang terdampak musibah kebakaran. Bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah kehilangan tempat tinggal.

Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji selama tujuh hari, sembako, beras, alat masak, gas LPG, pakaian, selimut, kasur, hingga perlengkapan mandi seperti odol, sikat gigi dan sabun.

Namun, untuk bantuan material pembangunan rumah, Pemkot Pontianak terbentur aturan karena bangunan yang terbakar merupakan rumah sewa.

“Kebetulan rumah (yang terbakar) ini adalah rumah sewa, sehingga kita terbentur aturan untuk memberikan bantuan material,” jelasnya.

Bahasan menilai warga terdampak tetap membutuhkan perhatian bersama agar dapat segera memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran. Ia juga mengapresiasi dinas terkait yang bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga di lokasi.

Di tengah meningkatnya potensi kebakaran, Bahasan mengingatkan masyarakat Kota Pontianak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas. Warga diminta berhati-hati ketika menggunakan api, listrik maupun peralatan memasak.

“Untuk kebakaran seperti ini, berhati-hatilah. Sedikit saja terjadi panas api, korsleting listrik, atau sedang memasak lalu ditinggal, ini bisa sangat membahayakan,” pesannya.

Selain mengingatkan soal potensi kebakaran, Bahasan turut meminta masyarakat menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat asap. Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

“Kondisi cuaca saat ini sangat buruk dan sudah masuk kategori membahayakan. Jangan sering keluar rumah kalau tidak perlu. Kalau keluar, saya anjurkan menggunakan masker,” tutupnya. (*)

Kebakaran Pasar Sungai Duri Bengkayang, 50 Ruko Ludes Dilalap Api
Kebakaran Pasar Sungai Duri Bengkayang, 50 Ruko Ludes Dilalap Api
Friday, 21/08/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026) malam.

Api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melahap deretan ruko di kawasan pasar.

Bangunan yang sebagian terbuat dari kayu ditambah kondisi angin kencang membuat api cepat merambat. Bahkan, kobaran api sempat menyeberang hingga bangunan di sisi lain jalan.

Kepala BPBD Bengkayang, Dwi Bherta, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 50 pintu ruko terdampak kebakaran. Selain itu, terdapat 39 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban terdampak.

“Jumlah KK terdampak kebakaran sebanyak 39 KK, sedangkan jumlah ruko terdampak 50 pintu,” kata Dwi, Jumat (21/8/2026).

Dwi menyebut proses pendataan masih berlangsung. Karena itu, jumlah bangunan maupun warga yang terdampak masih berpotensi berubah.

Sementara penyebab kebakaran dan total kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih dalam proses penghitungan.

Kobaran api berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan berjibaku sejak Kamis malam. Namun, hingga Jumat pagi masih ditemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap.

Petugas pun melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di lokasi kebakaran.

Kebakaran juga sempat berdampak langsung terhadap arus lalu lintas di jalur utama Pontianak-Singkawang. Akses jalan tersebut ditutup total lantaran lokasi kebakaran berada tepat di kawasan jalan nasional.

Penutupan itu membuat arus kendaraan dari kedua arah mengalami kemacetan panjang.

Pada Jumat pagi, akses Pontianak-Singkawang sudah kembali dibuka. Meski demikian, kendaraan masih bergerak perlahan karena banyak warga mendatangi lokasi untuk melihat kondisi pasar setelah kebakaran.

Sejumlah personel masih berjaga sekaligus mengatur lalu lintas di sekitar lokasi. Sementara itu, puing-puing bangunan yang hangus terbakar masih terlihat di sejumlah titik kawasan Pasar Sungai Duri. (Lid)

Rumah Warga di Sungai Kakap Ludes Terbakar, Polisi Duga Korsleting Kabel Kulkas Jadi Penyebab
Rumah Warga di Sungai Kakap Ludes Terbakar, Polisi Duga Korsleting Kabel Kulkas Jadi Penyebab
Tuesday, 16/06/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Dusun Merak, RT 003/RW 009, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (16/6/2026) siang.

Rumah milik Haryono (52) yang berada di Jalan Raya Sungai Kakap itu hangus dilalap si jago merah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.50 WIB tersebut sempat membuat panik warga sekitar lantaran kobaran api dengan cepat membesar dan menguasai bangunan.

Kapolsek Sungai Kakap Iptu Widiharso melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui setelah warga berteriak meminta pertolongan.

Saat kejadian, anak kandung pemilik rumah diketahui sedang berada di dalam rumah dan tengah mengerjakan tugas kuliah di ruang tengah.

"Sekira pukul 10.50 WIB, anak kandung pemilik rumah sebenarnya sedang berada di dalam rumah, fokus mengerjakan tugas kuliahnya di ruang tengah. Ketenangannya pecah saat ia mendengar suara warga dari luar yang berteriak histeris meneriakkan kata kebakaran," ungkap Ade.

Mendengar teriakan tersebut, ia langsung menuju bagian dapur untuk memastikan sumber keributan. Namun sesampainya di lokasi, kobaran api sudah terlihat membesar dari area belakang kulkas.

Menurut Ade, korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember berisi air. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api terlanjur membesar dan cepat menyebar ke bagian rumah lainnya.

"Korban sempat melakukan upaya mandiri dengan menyiramkan air menggunakan ember seadanya. Namun, karena material di sekitar lokasi mudah terbakar, api justru dengan sangat cepat menyebar, membesar, dan mengepung ruangan," katanya.

Menyadari situasi semakin berbahaya, korban kemudian menyelamatkan diri dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran serta Polsek Sungai Kakap untuk meminta bantuan.

Menerima laporan tersebut, personel kepolisian bersama tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, armada pemadam gabungan tiba dan melakukan upaya pemadaman serta pencegahan agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya.

Ade mengatakan, kehadiran personel kepolisian di lokasi tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pemadaman berjalan lancar.

"Tujuan utama pihak kepolisian hadir di TKP adalah untuk mengamankan lokasi kebakaran, memastikan jalur evakuasi dan pergerakan armada pemadam kebakaran tidak terhambat oleh kerumunan warga, serta mengantisipasi terjadinya potensi penjarahan barang-barang milik korban di tengah situasi chaos," tegas Ade.

Proses pemadaman melibatkan sedikitnya delapan tim gabungan, yakni Badan Pemadam Api Sungai Kakap, PKPS Desa Pal Sembilan, Damkar Kapuas, Damkar Merdeka, Damkar Sepakat, Damkar Bhakti Sungai Beliung, Damkar Bala Komando, serta PMI Kota Pontianak.

Berkat koordinasi dan kerja sama tim gabungan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.35 WIB.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran rumah di Sungai Kakap tersebut. Namun, kerugian materi yang dialami korban masih dalam proses pendataan.

"Kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, kerugian materil yang dialami korban hingga saat ini masih belum dapat diperkirakan secara pasti karena proses pendataan masih berjalan," jelas Ade.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari kabel kulkas di dapur rumah korban.

"Kebakaran satu unit rumah warga ini diduga kuat akibat adanya korsleting arus listrik pada kabel kulkas di dapur milik korban. Percikan api dari hubungan pendek arus listrik tersebut yang kemudian memicu kebakaran hebat ini," pungkasnya.

Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik. (*)

Lima Speed Boat Hangus Terbakar di Dermaga Sukadana, Satu Unit Milik BPBD Kayong Utara
Lima Speed Boat Hangus Terbakar di Dermaga Sukadana, Satu Unit Milik BPBD Kayong Utara
Tuesday, 09/06/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hebat melanda sebuah bagan penyimpanan atau dermaga speed boat di Dusun Tanah Merah, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa (9/6/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.50 hingga 03.15 WIB itu menghanguskan satu bangunan dermaga beserta lima unit speed boat yang tengah bersandar di lokasi.

Dari lima armada yang terbakar, empat unit merupakan speed boat rental milik Tomi Radiansyah. Sementara satu unit lainnya merupakan aset milik BPBD Kabupaten Kayong Utara yang saat itu diparkir di lokasi karena sedang dalam proses perbaikan.

Mendapat laporan dari warga, Tim Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Kayong Utara langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penanganan pada pukul 03.40 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, membenarkan adanya lima unit speed boat yang terdampak dalam kebakaran tersebut.

"Ada lima unit speed boat di dermaga, termasuk satu unit speed boat BPBD yang parkir untuk diservis," kata Fathul kepada awak media.

Upaya pemadaman berlangsung lancar berkat kerja sama personel BPBD, aparat kepolisian, dan warga sekitar. Tidak ada kendala berarti selama proses pemadaman berlangsung.

Untuk mengendalikan kobaran api, BPBD Kabupaten Kayong Utara mengerahkan satu unit mobil damkar berkapasitas 4.000 liter, satu unit mobil tangki 5.000 liter, satu unit pick up L300, satu sepeda motor KLX, 35 rol selang, empat nozzle, serta dua Y connector.

Terkait penyebab kebakaran dermaga speed boat di Sukadana tersebut, Fathul menyebut masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

"Untuk penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo melalui Kasi Humas Polres Kayong Utara, Ipda Indra, turut membenarkan insiden kebakaran yang menghanguskan lima speed boat tersebut.

Ia mengatakan, Satreskrim Polres Kayong Utara saat ini masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian guna memastikan sumber api yang memicu kebakaran.

"Untuk penyebab utamanya masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Kayong Utara," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Ipda Indra juga merinci armada yang terbakar dalam peristiwa tersebut.

"Speed rental, empat unit speed boat rentalan dan satu unit speed boat, body saja, milik BPBD Kayong Utara," katanya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran di Kabupaten Kayong Utara tersebut. Namun, kerugian materiil akibat hangusnya bangunan dermaga dan lima unit speed boat masih dalam proses pendataan serta penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (Sans)

Smelter Bauksit PT BAP di Pagar Mentimun Ketapang Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab
Smelter Bauksit PT BAP di Pagar Mentimun Ketapang Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab
Sunday, 01/02/2026

KALBARONLINE.com - Kebakaran melanda area smelter bauksit milik PT Borneo Alumindo Prima (BAP) yang berlokasi di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, pada Minggu (01/02/2026) siang.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Matan Hilir Selatan, AKP Jumadi Hutabarat. Ia mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan berhasil dipadamkan setelah beberapa jam upaya pemadaman.

“Yang terbakar adalah area smelter bagian evaporasi. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan,” ujar AKP Jumadi Hutabarat saat dikonfirmasi wartawan di Ketapang.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api besar disertai asap hitam pekat membumbung tinggi dari area smelter, sehingga menarik perhatian warga sekitar.

Untuk mengendalikan situasi, beberapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian guna mencegah api merembet ke bangunan lainnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada adanya gangguan pada instalasi kelistrikan.

“Penyebab pastinya masih kami dalami, dugaan sementara akibat kelistrikan,” jelasnya.

Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Pihak kepolisian bersama manajemen perusahaan masih melakukan pendataan untuk memastikan besaran kerugian material akibat kebakaran tersebut. (Adi LC)