Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 16 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Dusun Merak, RT 003/RW 009, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (16/6/2026) siang.
Rumah milik Haryono (52) yang berada di Jalan Raya Sungai Kakap itu hangus dilalap si jago merah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.50 WIB tersebut sempat membuat panik warga sekitar lantaran kobaran api dengan cepat membesar dan menguasai bangunan.
Kapolsek Sungai Kakap Iptu Widiharso melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui setelah warga berteriak meminta pertolongan.
Saat kejadian, anak kandung pemilik rumah diketahui sedang berada di dalam rumah dan tengah mengerjakan tugas kuliah di ruang tengah.
"Sekira pukul 10.50 WIB, anak kandung pemilik rumah sebenarnya sedang berada di dalam rumah, fokus mengerjakan tugas kuliahnya di ruang tengah. Ketenangannya pecah saat ia mendengar suara warga dari luar yang berteriak histeris meneriakkan kata kebakaran," ungkap Ade.
Mendengar teriakan tersebut, ia langsung menuju bagian dapur untuk memastikan sumber keributan. Namun sesampainya di lokasi, kobaran api sudah terlihat membesar dari area belakang kulkas.
Menurut Ade, korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember berisi air. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api terlanjur membesar dan cepat menyebar ke bagian rumah lainnya.
"Korban sempat melakukan upaya mandiri dengan menyiramkan air menggunakan ember seadanya. Namun, karena material di sekitar lokasi mudah terbakar, api justru dengan sangat cepat menyebar, membesar, dan mengepung ruangan," katanya.
Menyadari situasi semakin berbahaya, korban kemudian menyelamatkan diri dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran serta Polsek Sungai Kakap untuk meminta bantuan.
Menerima laporan tersebut, personel kepolisian bersama tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, armada pemadam gabungan tiba dan melakukan upaya pemadaman serta pencegahan agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Ade mengatakan, kehadiran personel kepolisian di lokasi tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pemadaman berjalan lancar.
"Tujuan utama pihak kepolisian hadir di TKP adalah untuk mengamankan lokasi kebakaran, memastikan jalur evakuasi dan pergerakan armada pemadam kebakaran tidak terhambat oleh kerumunan warga, serta mengantisipasi terjadinya potensi penjarahan barang-barang milik korban di tengah situasi chaos," tegas Ade.
Proses pemadaman melibatkan sedikitnya delapan tim gabungan, yakni Badan Pemadam Api Sungai Kakap, PKPS Desa Pal Sembilan, Damkar Kapuas, Damkar Merdeka, Damkar Sepakat, Damkar Bhakti Sungai Beliung, Damkar Bala Komando, serta PMI Kota Pontianak.
Berkat koordinasi dan kerja sama tim gabungan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.35 WIB.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran rumah di Sungai Kakap tersebut. Namun, kerugian materi yang dialami korban masih dalam proses pendataan.
"Kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, kerugian materil yang dialami korban hingga saat ini masih belum dapat diperkirakan secara pasti karena proses pendataan masih berjalan," jelas Ade.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari kabel kulkas di dapur rumah korban.
"Kebakaran satu unit rumah warga ini diduga kuat akibat adanya korsleting arus listrik pada kabel kulkas di dapur milik korban. Percikan api dari hubungan pendek arus listrik tersebut yang kemudian memicu kebakaran hebat ini," pungkasnya.
Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik. (*)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Dusun Merak, RT 003/RW 009, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (16/6/2026) siang.
Rumah milik Haryono (52) yang berada di Jalan Raya Sungai Kakap itu hangus dilalap si jago merah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.50 WIB tersebut sempat membuat panik warga sekitar lantaran kobaran api dengan cepat membesar dan menguasai bangunan.
Kapolsek Sungai Kakap Iptu Widiharso melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui setelah warga berteriak meminta pertolongan.
Saat kejadian, anak kandung pemilik rumah diketahui sedang berada di dalam rumah dan tengah mengerjakan tugas kuliah di ruang tengah.
"Sekira pukul 10.50 WIB, anak kandung pemilik rumah sebenarnya sedang berada di dalam rumah, fokus mengerjakan tugas kuliahnya di ruang tengah. Ketenangannya pecah saat ia mendengar suara warga dari luar yang berteriak histeris meneriakkan kata kebakaran," ungkap Ade.
Mendengar teriakan tersebut, ia langsung menuju bagian dapur untuk memastikan sumber keributan. Namun sesampainya di lokasi, kobaran api sudah terlihat membesar dari area belakang kulkas.
Menurut Ade, korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember berisi air. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api terlanjur membesar dan cepat menyebar ke bagian rumah lainnya.
"Korban sempat melakukan upaya mandiri dengan menyiramkan air menggunakan ember seadanya. Namun, karena material di sekitar lokasi mudah terbakar, api justru dengan sangat cepat menyebar, membesar, dan mengepung ruangan," katanya.
Menyadari situasi semakin berbahaya, korban kemudian menyelamatkan diri dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran serta Polsek Sungai Kakap untuk meminta bantuan.
Menerima laporan tersebut, personel kepolisian bersama tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, armada pemadam gabungan tiba dan melakukan upaya pemadaman serta pencegahan agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Ade mengatakan, kehadiran personel kepolisian di lokasi tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pemadaman berjalan lancar.
"Tujuan utama pihak kepolisian hadir di TKP adalah untuk mengamankan lokasi kebakaran, memastikan jalur evakuasi dan pergerakan armada pemadam kebakaran tidak terhambat oleh kerumunan warga, serta mengantisipasi terjadinya potensi penjarahan barang-barang milik korban di tengah situasi chaos," tegas Ade.
Proses pemadaman melibatkan sedikitnya delapan tim gabungan, yakni Badan Pemadam Api Sungai Kakap, PKPS Desa Pal Sembilan, Damkar Kapuas, Damkar Merdeka, Damkar Sepakat, Damkar Bhakti Sungai Beliung, Damkar Bala Komando, serta PMI Kota Pontianak.
Berkat koordinasi dan kerja sama tim gabungan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.35 WIB.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran rumah di Sungai Kakap tersebut. Namun, kerugian materi yang dialami korban masih dalam proses pendataan.
"Kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, kerugian materil yang dialami korban hingga saat ini masih belum dapat diperkirakan secara pasti karena proses pendataan masih berjalan," jelas Ade.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari kabel kulkas di dapur rumah korban.
"Kebakaran satu unit rumah warga ini diduga kuat akibat adanya korsleting arus listrik pada kabel kulkas di dapur milik korban. Percikan api dari hubungan pendek arus listrik tersebut yang kemudian memicu kebakaran hebat ini," pungkasnya.
Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini