Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kelangkaan bbm
Kapolres dan Bupati Ketapang Turun Langsung Pantau Pelayanan SPBU
Kapolres dan Bupati Ketapang Turun Langsung Pantau Pelayanan SPBU
Monday, 19/10/2026

KALBARONLINE.com – Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Ketapang, Senin (19/10/2026) pagi.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memantau pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan situasi di lapangan tetap aman dan kondusif di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan SPBU berjalan dengan baik.

“Kami bersama pemerintah daerah turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya, serta mengantisipasi potensi permasalahan yang dapat mengganggu kebutuhan masyarakat terhadap BBM,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu, Kapolres dan Bupati melihat langsung aktivitas pelayanan di SPBU serta kondisi yang dihadapi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana koordinasi untuk mengetahui situasi terkini sekaligus mendorong pengelola SPBU agar memberikan pelayanan secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan.

Putra Pratama menegaskan, Polres Ketapang siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran pelayanan publik, termasuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan SPBU.

Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan pengelola SPBU sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kami mengimbau seluruh pihak agar bersama-sama menjaga ketertiban dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan pelanggaran atau gangguan dalam pelayanan BBM,” katanya.

Melalui peninjauan tersebut, Polres Ketapang bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dalam menjaga keamanan dan mendukung kelancaran pelayanan BBM bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang. (Adi LC)

Antrean BBM di Ketapang Mulai Terurai, Waktu Tunggu Pengisian 15 Menit
Antrean BBM di Ketapang Mulai Terurai, Waktu Tunggu Pengisian 15 Menit
Sunday, 18/10/2026

KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mulai berangsur normal pada Minggu (18/10/2026). Waktu tunggu pengisian bahan bakar minyak (BBM) kini relatif lebih singkat, sekitar 10–15 menit.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan roda dua dan roda empat masih berdatangan untuk mengisi BBM. Namun, kepadatan kendaraan tidak lagi separah hari-hari sebelumnya.

Salah seorang pengendara, Indra Saputra (35), mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit untuk mengisi Pertalite di SPBU Jalan DI Panjaitan, Ketapang.

“Cukup lengang kalau dibanding kemarin. Cuma masih tetap dikasih jatah. Mobil maksimal Rp300.000,” kata Indra.

Ia mengapresiasi kondisi pasokan BBM yang mulai membaik. Indra juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang turun langsung memantau dan mengawal distribusi BBM.

Kondisi serupa disampaikan seorang petugas SPBU di Ketapang. Menurutnya, antrean kendaraan mulai berkurang meski aktivitas pengisian BBM masih berlangsung.

“Udah bececat aman am ni, antrean pun tak pajang, mulai normal,” ujarnya dalam bahasa Melayu Ketapang.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo berharap perbaikan pasokan BBM terus berlanjut sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

“Antrean mulai berkurang. Ini perkembangan yang baik,” kata Alex kepada wartawan, Minggu malam.

Meski demikian, Alex meminta Pertamina Patra Niaga memastikan kelancaran pasokan tidak hanya dalam jangka pendek. Ia menegaskan, Ketapang harus tetap menjadi prioritas penyaluran BBM agar persoalan antrean tidak kembali terulang.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan dan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang itu juga mengingatkan agar persoalan BBM tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk dengan mempolitisasi situasi.

Selain itu, ia mengajak masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan distribusi BBM, termasuk penimbunan, kepada pihak berwenang.

“Jika ada dugaan penyelewengan dalam distribusi, seperti penimbunan dan sebagainya, saya mendorong Polres Ketapang mengambil tindakan tegas,” pungkasnya. (Adi LC)

Dua Kapal BBM Tiba di Ketapang, Bupati Desak Pertamina Percepat Distribusi
Dua Kapal BBM Tiba di Ketapang, Bupati Desak Pertamina Percepat Distribusi
Friday, 16/10/2026

KALBARONLINE.com – Dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tiba di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026). Menyusul kedatangan tambahan pasokan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendesak Pertamina mempercepat distribusi BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengurai antrean kendaraan.

Alexander menyampaikan desakan itu saat meninjau Fuel Terminal (Jobber) Ketapang. Kapal SPOB Seaquell 202 yang berangkat dari Pontianak tiba di Jobber Ketapang pada Jumat subuh dengan membawa 1.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 200 KL Pertamax.

Sementara itu, kapal SPOB Kapuas dari Banten dilaporkan tiba di muara Sungai Pawan dengan muatan 2.500 KL Pertalite dan 250 KL Pertamax.

Alexander meminta proses pembongkaran muatan segera dilakukan agar tambahan pasokan tersebut dapat secepatnya disalurkan ke SPBU, Pertashop, serta pengecer khusus Pertamax.

“Siang ini akan bongkar, saya sudah suruh untuk segera distribusi ke SPBU, Pertashop dan pengecer-pengecer khusus Pertamax,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, kuota BBM untuk Kabupaten Ketapang disebut mencukupi. Karena itu, ia meminta Pertamina Patra Niaga bersama pihak terkait memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak mengalami keterlambatan.

“Saya selalu mendesak ke pihak Pertamina dan BPH Migas untuk memprioritaskan Kabupaten Ketapang, jangan sampai ada kendala dalam distribusi,” katanya.

Alexander mengakui tata kelola BBM bukan merupakan kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Ketapang. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya membantu mencari solusi ketika persoalan distribusi berdampak pada masyarakat.

Di tengah antrean kendaraan di sejumlah SPBU, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan dan antrean BBM untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk mempolitisasi persoalan tersebut.

Alexander berharap tambahan pasokan dari kedua kapal segera didistribusikan sehingga antrean kendaraan di SPBU Ketapang berangsur terurai dan kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi. (Adi LC)

Pertamina Minta Maaf, Kapal Pertalite 2,5 Juta Liter Ditarget Tiba 16 Oktober
Pertamina Minta Maaf, Kapal Pertalite 2,5 Juta Liter Ditarget Tiba 16 Oktober
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Pertamina meminta maaf atas antrean panjang dan terbatasnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pasokan Pertalite sebanyak 2,5 juta liter ditargetkan tiba pada 16 Oktober 2026.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Sales Brand Manager BBM Pertamina wilayah Ketapang dan Kayong Utara, R.F. Prambudi, saat menemui massa aksi Aliansi Cipayung Plus dan Pemuda se-Kabupaten Ketapang di Fuel Terminal (Jobber) Ketapang, Rabu (14/10/2026).

“Kami meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi di Kabupaten Ketapang. Pertamina berkomitmen mengatasi persoalan ini dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Prambudi.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab terganggunya pasokan BBM adalah keterlambatan kapal pengangkut Pertalite yang membawa 2.500 kiloliter atau setara 2,5 juta liter.

Menurutnya, kapal tersebut kini sudah berada di perairan dan sedang menuju Ketapang. Pertamina berharap kapal dapat bersandar di Jobber Ketapang pada 16 Oktober 2026 tanpa kendala.

“Kami berharap tidak ada kendala lebih lanjut agar tanggal 16 ini kapal bisa bersandar dan mengatasi antrean panjang di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Sambil menunggu kedatangan kapal, Pertamina mengupayakan tambahan pasokan dari Integrated Terminal (IT) Pontianak dan Pangkalan Embun. Pertamina juga mengalihkan sementara mobil tangki yang biasa melayani kebutuhan industri untuk membantu penyaluran BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU.

“Kami tidak tinggal diam. Kami melakukan langkah-langkah konkret, termasuk meminta bantuan dari IT Pontianak dan Pangkalan Embun untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Ketapang,” ungkapnya.

Prambudi menambahkan, terdapat penambahan kuota BBM sebesar 1,4 persen untuk Kabupaten Ketapang pada semester kedua 2026.

Ia juga meluruskan dugaan bahwa perusahaan mendapatkan pasokan BBM bersubsidi lebih banyak dibandingkan masyarakat.

Menurutnya, penyaluran Pertalite dari Jobber Ketapang mencapai 316 kiloliter per hari untuk masyarakat. Sementara itu, alokasi bagi perusahaan disebut sebesar 1 kiloliter atau 1.000 liter per hari.

“Per hari ini, Pertalite yang seharusnya keluar dari Jobber mencapai 316 kiloliter untuk masyarakat Ketapang. Untuk perusahaan hanya 1 kiloliter per hari,” tegasnya.

Pertamina berharap kedatangan kapal sesuai jadwal dapat memulihkan pasokan dan mengurangi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Sementara itu, massa aksi menyoroti kelangkaan BBM dan mendesak penyelesaian konkret atas persoalan yang berdampak pada masyarakat tersebut. (Adi LC)

Antrean BBM di Ketapang Mengular hingga 1 Kilometer, Warga Rela Tinggalkan Pekerjaan
Antrean BBM di Ketapang Mengular hingga 1 Kilometer, Warga Rela Tinggalkan Pekerjaan
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terjadi di SPBU Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Rabu (14/10/2026). Antrean tersebut terjadi saat kabut asap tebal menyelimuti wilayah itu.

Kendaraan mengular hingga Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan Merak dengan panjang antrean diperkirakan mencapai satu kilometer. Antrean berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 WIB hingga malam hari.

Kondisi serupa dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang, baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan. Kabut asap tebal turut memperburuk situasi, sementara warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Bahkan, sebagian pengendara terpaksa meninggalkan pekerjaan demi mengisi bahan bakar kendaraannya.

Seorang warga, Yoga (27), mengaku harus mengantre sekitar dua jam untuk mendapatkan Pertalite sebanyak tiga liter.

“Tadi mulai antre sejak pukul 1 siang, baru dapat jam 3 sore. Karena diberi jatah, kalau sepeda motor tiga liter,” ujarnya.

Ia mengatakan terpaksa mengantre karena bahan bakar di tangki sepeda motornya sudah habis. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain menunggu giliran pengisian BBM.

“Mau tidak mau harus antre karena sudah tidak ada bensin lagi di tangki motor,” ungkapnya.

Pengalaman serupa dialami Ijal, seorang pengendara mobil. Ia mengaku mulai mengantre sejak pagi dan baru mendapatkan BBM pada siang hari.

“Kurang lebih dua jam-an. Dapatnya cuma Rp200 ribu saja,” ujarnya.

Ijal berharap persoalan antrean dan ketersediaan BBM di Kabupaten Ketapang segera diselesaikan agar pelayanan SPBU kembali normal. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

Hingga malam hari, antrean kendaraan di SPBU Jalan DI Panjaitan masih menjadi perhatian pengguna jalan karena memanjang hingga sejumlah ruas jalan di sekitarnya. (Adi LC)

Antrean BBM di Sukadana Mengular, Warga Rela Menunggu 10 Jam Demi Pertalite
Antrean BBM di Sukadana Mengular, Warga Rela Menunggu 10 Jam Demi Pertalite
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU N Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ratusan pengendara sepeda motor dan mobil tampak mengular hingga ke jalan raya demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Sejumlah warga mengaku mulai mengantre sejak pukul 05.00 WIB. Namun, hingga pukul 15.30 WIB, sebagian warga baru berhasil mendapatkan BBM. Situasi semakin menyulitkan ketika pihak SPBU N mulai menutup pagar operasional pada pukul 15.30 WIB, sementara masih banyak warga yang bertahan mengantre di luar pagar.

Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena waktu dan pekerjaan mereka terganggu hanya untuk mendapatkan BBM. Warga menilai perlu ada solusi konkret agar antrean panjang tidak terus berulang.

“Ini sangat menyulitkan buat masyarakat. Kita butuh solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM ini. Pembatasan yang ada malah menyita waktu dan membuat banyak warga kehilangan waktu kerja. Paling tidak harus ada penambahan SPBU atau mengoptimalkan kembali penyaluran ke pengecer yang memiliki rekomendasi resmi agar antrean tidak terus menumpuk di satu titik,” ujar Hendri, salah seorang warga yang mengantre.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memberikan solusi yang jelas, termasuk memastikan pasokan BBM resmi di Kabupaten Kayong Utara mencukupi kebutuhan warga. Dengan demikian, aktivitas harian dan perekonomian masyarakat tidak terus terganggu akibat antrean panjang. (Sans)

BBM Langka, Mahasiswa Ketapang Geruduk DPRD hingga Fuel Terminal
BBM Langka, Mahasiswa Ketapang Geruduk DPRD hingga Fuel Terminal
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Kabupaten Ketapang menggelar aksi demonstrasi menuntut penyelesaian kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Massa juga menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Aksi diawali dengan audiensi bersama Bupati Ketapang di Kantor Bupati, kemudian berlanjut ke Kantor DPRD Ketapang dan Jobber atau Fuel Terminal Ketapang, Rabu (14/10/2026).

Koordinator aksi Aliansi Cipayung Plus dan pemuda se-Kabupaten Ketapang, M Iqbal Khadafi, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang terdampak kelangkaan BBM, terutama akibat antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Ia mendesak pihak Fuel Terminal Ketapang memberikan kepastian pasokan sekaligus menunjukkan komitmen untuk mengatasi persoalan distribusi BBM yang dikeluhkan masyarakat.

“Jadi pada hari ini kami melalui Aliansi Cipayung Plus, mewakili aspirasi dari masyarakat, kami menuntut untuk kemudian Kepala Jobber Kabupaten Ketapang untuk bertanggung jawab dan berkomitmen atas ketersediaan BBM yang ada di Kabupaten Ketapang,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, dalam pertemuan tersebut pihak Fuel Terminal menyampaikan bahwa distribusi BBM di Kabupaten Ketapang diharapkan kembali normal pada 16 Oktober 2026.

Aliansi Cipayung Plus memberikan tenggat waktu hingga tanggal tersebut. Mereka menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila antrean kendaraan di SPBU belum teratasi.

“Maka kami tadi sampaikan jika memang di tanggal 16 itu antrean itu terselesaikan, maka kami akan turun lagi aksi dengan skala yang lebih besar,” katanya.

Selain menuntut kepastian distribusi, Iqbal menyoroti keterbukaan informasi mengenai kuota BBM yang diterima Kabupaten Ketapang. Menurutnya, informasi tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah pasokan yang tersedia telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengaku pihaknya telah meminta penjelasan mengenai kuota BBM, tetapi belum memperoleh keterangan yang dinilai memadai.

Minimnya informasi tersebut, lanjut Iqbal, memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab kelangkaan BBM. Ia juga menilai persoalan ini perlu ditelusuri secara menyeluruh, termasuk dugaan adanya praktik penyelewengan dalam distribusi.

“Nah tentu dari indikasi-indikasi tersebut wajar asumsi liar hari ini masyarakat menduga bahwa ada upaya-upaya mafia-mafia BBM yang hari ini menjadi aktor di balik kelangkaan BBM ini,” ujarnya.

Iqbal menegaskan, penanganan kelangkaan BBM tidak cukup hanya membahas persoalan pasokan dan distribusi kapal. Ia meminta dugaan praktik mafia BBM turut ditelusuri oleh pihak berwenang agar tidak mengganggu penyaluran bahan bakar kepada masyarakat.

“Jadi tadi kan persoalannya terkait suplai, kemudian pendistribusian kapal dan lain sebagainya. Tapi kan yang belum kita sama-sama sentuh bagaimana hari ini mafia-mafia ini yang perlu kita berantas,” pungkasnya.

Melalui aksi tersebut, Aliansi Cipayung Plus berharap pihak Fuel Terminal dan instansi terkait membuka informasi mengenai pasokan BBM serta memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Mereka juga meminta antrean panjang di SPBU segera ditangani agar aktivitas masyarakat dan perekonomian di Kabupaten Ketapang tidak terus terganggu. (Adi LC)

Edi Kamtono Sentil Pertamina soal Antrean BBM di Pontianak, Minta Pasokan Tak Tersendat
Edi Kamtono Sentil Pertamina soal Antrean BBM di Pontianak, Minta Pasokan Tak Tersendat
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Antrean bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut keterlambatan pengisian BBM di sejumlah SPBU luar kota, termasuk di Kabupaten Kubu Raya, menjadi salah satu pemicu antrean tersebut.

Edi mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Direktur Pertamina untuk meminta penjelasan terkait antrean BBM yang masih terjadi di Pontianak.

“Untuk SPBU di Kota Pontianak, tadi malam saya sudah bertemu dengan Direktur Pertamina. Mengapa di Pontianak masih terjadi antrean? Karena ada keterlambatan pengisian BBM di SPBU yang berada di luar Kota Pontianak, misalnya di Kubu Raya,” jelas Edi, Rabu (14/10/2026).

Menurut Edi, keterlambatan pasokan di wilayah sekitar membuat masyarakat khawatir kehabisan BBM. Kondisi itu mendorong warga mencari BBM ke SPBU terdekat, termasuk yang berada di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Edi mengingatkan agar persoalan pasokan BBM tidak sampai memicu kepanikan masyarakat secara luas, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Ia juga menyentil Pertamina agar bertanggung jawab memastikan ketersediaan BBM dan mencegah persoalan serupa terus berulang.

“Saya sudah meminta Pertamina untuk bertanggung jawab. Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM. Pertamina memberikan jawaban yang normatif. Mereka menyampaikan bahwa stok BBM untuk Kalimantan Barat harus terpenuhi. Sebab, yang menjadi perhatian bukan hanya Kota Pontianak, melainkan seluruh wilayah Kalimantan Barat,” pungkasnya. (Lid)

Sentil Pertamina soal Antrean Panjang BBM, Edi Kamtono: Jangan Dianggap Enteng
Sentil Pertamina soal Antrean Panjang BBM, Edi Kamtono: Jangan Dianggap Enteng
Tuesday, 13/10/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyentil Pertamina terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat, termasuk Pontianak. Ia meminta Pertamina tidak menganggap enteng persoalan pasokan agar antrean panjang dan kelangkaan BBM tidak kembali terulang.

Edi mengatakan, antrean di SPBU umumnya dipicu keterlambatan pasokan, mulai dari proses pengolahan, produksi, distribusi, hingga pengangkutan BBM.

“Kalau terjadi antrean di SPBU, penyebabnya biasanya berkaitan dengan keterlambatan suplai dari Pertamina, baik dari pengolahan, produksi, distribusi, maupun pengangkutan. Biasanya seperti itu, seperti yang terjadi menjelang Lebaran kemarin,” jelasnya, Selasa (13/10/2026).

Menurut Edi, gangguan pasokan dalam skala kecil dapat memicu efek domino. Ketika masyarakat mengetahui adanya gangguan, kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM bisa membuat antrean meluas ke SPBU lainnya.

Ia mengingatkan, kebutuhan BBM juga berpotensi meningkat dalam beberapa waktu ke depan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru, Imlek, Cap Go Meh, hingga Idulfitri. Karena itu, Pertamina diminta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar pasokan tetap terjaga saat kebutuhan masyarakat meningkat.

“Kita berharap Pertamina sudah melakukan mitigasi agar tidak terjadi antrean atau kelangkaan BBM. Sebab, pihak yang memiliki kewenangan dan bertanggung jawab menyediakan BBM adalah Pertamina,” ujarnya.

Edi menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak tidak hanya mengimbau, tetapi juga telah meminta dan mengingatkan Pertamina agar lebih serius menangani persoalan pasokan BBM.

“Bukan hanya mengimbau, kita sudah meminta dan mengingatkan Pertamina. Dalam bahasa Pontianak, kita sudah banti-wanti, artinya meminta agar mereka waspada dan serius menangani persoalan ini, jangan dianggap enteng,” tegasnya.

Sentilan tersebut menjadi penegasan Edi agar persoalan pasokan BBM ditangani secara serius, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha. Antrean panjang dan kelangkaan BBM juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi hingga memengaruhi inflasi.

“Kalau masalah ini terjadi, yang dirugikan adalah masyarakat dan dunia usaha, serta bisa berdampak terhadap inflasi dan sebagainya,” tutupnya. (Lid)

Bupati Ketapang Desak Pertamina Segera Atasi Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM
Bupati Ketapang Desak Pertamina Segera Atasi Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM
Tuesday, 13/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat.

Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Tingginya Intensitas Antrean di SPBU dan Kelangkaan Stok BBM Kabupaten Ketapang yang berlangsung di Kantor Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam.

Dalam rapat itu, Alexander menyoroti antrean kendaraan yang mengular hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah lokasi. Ia meminta Pertamina menjelaskan kondisi pasokan sekaligus menyiapkan langkah penyelesaian agar distribusi BBM kembali lancar.

“Kami ingin ada penjelasan yang jelas dari Pertamina terkait kondisi stok BBM, kendala distribusi, serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ini,” tegas Alexander.

Menurutnya, ketersediaan BBM sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari, transportasi, dan pergerakan ekonomi daerah.

Karena itu, ia menilai distribusi BBM perlu dipastikan berjalan lancar dan merata agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang saat hendak mengisi bahan bakar.

Alexander juga menekankan pentingnya pengawasan penyaluran BBM, terutama BBM bersubsidi, untuk mencegah penyalahgunaan yang berpotensi memperburuk kondisi pasokan di lapangan.

“Distribusi BBM harus diawasi dengan baik. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait meningkatkan pengawasan serta mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM.

Selain memperkuat pengawasan, Alexander mendorong Pertamina mengoptimalkan pasokan dan memastikan penyaluran ke setiap SPBU sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi antrean sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM.

“Kami berharap Pertamina segera mengoptimalkan pasokan dan pemerataan distribusi. Masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu akibat antrean panjang dan sulitnya mendapatkan BBM,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur terkait akan terus berkoordinasi untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut. Kepastian kedatangan pasokan tambahan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar pelayanan BBM kepada masyarakat kembali normal. (Adi LC)