Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 14 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU N Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ratusan pengendara sepeda motor dan mobil tampak mengular hingga ke jalan raya demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Sejumlah warga mengaku mulai mengantre sejak pukul 05.00 WIB. Namun, hingga pukul 15.30 WIB, sebagian warga baru berhasil mendapatkan BBM. Situasi semakin menyulitkan ketika pihak SPBU N mulai menutup pagar operasional pada pukul 15.30 WIB, sementara masih banyak warga yang bertahan mengantre di luar pagar.
Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena waktu dan pekerjaan mereka terganggu hanya untuk mendapatkan BBM. Warga menilai perlu ada solusi konkret agar antrean panjang tidak terus berulang.
“Ini sangat menyulitkan buat masyarakat. Kita butuh solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM ini. Pembatasan yang ada malah menyita waktu dan membuat banyak warga kehilangan waktu kerja. Paling tidak harus ada penambahan SPBU atau mengoptimalkan kembali penyaluran ke pengecer yang memiliki rekomendasi resmi agar antrean tidak terus menumpuk di satu titik,” ujar Hendri, salah seorang warga yang mengantre.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memberikan solusi yang jelas, termasuk memastikan pasokan BBM resmi di Kabupaten Kayong Utara mencukupi kebutuhan warga. Dengan demikian, aktivitas harian dan perekonomian masyarakat tidak terus terganggu akibat antrean panjang. (Sans)
KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU N Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ratusan pengendara sepeda motor dan mobil tampak mengular hingga ke jalan raya demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Sejumlah warga mengaku mulai mengantre sejak pukul 05.00 WIB. Namun, hingga pukul 15.30 WIB, sebagian warga baru berhasil mendapatkan BBM. Situasi semakin menyulitkan ketika pihak SPBU N mulai menutup pagar operasional pada pukul 15.30 WIB, sementara masih banyak warga yang bertahan mengantre di luar pagar.
Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena waktu dan pekerjaan mereka terganggu hanya untuk mendapatkan BBM. Warga menilai perlu ada solusi konkret agar antrean panjang tidak terus berulang.
“Ini sangat menyulitkan buat masyarakat. Kita butuh solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM ini. Pembatasan yang ada malah menyita waktu dan membuat banyak warga kehilangan waktu kerja. Paling tidak harus ada penambahan SPBU atau mengoptimalkan kembali penyaluran ke pengecer yang memiliki rekomendasi resmi agar antrean tidak terus menumpuk di satu titik,” ujar Hendri, salah seorang warga yang mengantre.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memberikan solusi yang jelas, termasuk memastikan pasokan BBM resmi di Kabupaten Kayong Utara mencukupi kebutuhan warga. Dengan demikian, aktivitas harian dan perekonomian masyarakat tidak terus terganggu akibat antrean panjang. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini