Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pertamina
Dua Kapal BBM Tiba di Ketapang, Bupati Desak Pertamina Percepat Distribusi
Dua Kapal BBM Tiba di Ketapang, Bupati Desak Pertamina Percepat Distribusi
Friday, 16/10/2026

KALBARONLINE.com – Dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tiba di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026). Menyusul kedatangan tambahan pasokan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendesak Pertamina mempercepat distribusi BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengurai antrean kendaraan.

Alexander menyampaikan desakan itu saat meninjau Fuel Terminal (Jobber) Ketapang. Kapal SPOB Seaquell 202 yang berangkat dari Pontianak tiba di Jobber Ketapang pada Jumat subuh dengan membawa 1.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 200 KL Pertamax.

Sementara itu, kapal SPOB Kapuas dari Banten dilaporkan tiba di muara Sungai Pawan dengan muatan 2.500 KL Pertalite dan 250 KL Pertamax.

Alexander meminta proses pembongkaran muatan segera dilakukan agar tambahan pasokan tersebut dapat secepatnya disalurkan ke SPBU, Pertashop, serta pengecer khusus Pertamax.

“Siang ini akan bongkar, saya sudah suruh untuk segera distribusi ke SPBU, Pertashop dan pengecer-pengecer khusus Pertamax,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, kuota BBM untuk Kabupaten Ketapang disebut mencukupi. Karena itu, ia meminta Pertamina Patra Niaga bersama pihak terkait memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak mengalami keterlambatan.

“Saya selalu mendesak ke pihak Pertamina dan BPH Migas untuk memprioritaskan Kabupaten Ketapang, jangan sampai ada kendala dalam distribusi,” katanya.

Alexander mengakui tata kelola BBM bukan merupakan kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Ketapang. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya membantu mencari solusi ketika persoalan distribusi berdampak pada masyarakat.

Di tengah antrean kendaraan di sejumlah SPBU, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan dan antrean BBM untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk mempolitisasi persoalan tersebut.

Alexander berharap tambahan pasokan dari kedua kapal segera didistribusikan sehingga antrean kendaraan di SPBU Ketapang berangsur terurai dan kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi. (Adi LC)

Pertamina Minta Maaf, Kapal Pertalite 2,5 Juta Liter Ditarget Tiba 16 Oktober
Pertamina Minta Maaf, Kapal Pertalite 2,5 Juta Liter Ditarget Tiba 16 Oktober
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Pertamina meminta maaf atas antrean panjang dan terbatasnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pasokan Pertalite sebanyak 2,5 juta liter ditargetkan tiba pada 16 Oktober 2026.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Sales Brand Manager BBM Pertamina wilayah Ketapang dan Kayong Utara, R.F. Prambudi, saat menemui massa aksi Aliansi Cipayung Plus dan Pemuda se-Kabupaten Ketapang di Fuel Terminal (Jobber) Ketapang, Rabu (14/10/2026).

“Kami meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi di Kabupaten Ketapang. Pertamina berkomitmen mengatasi persoalan ini dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Prambudi.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab terganggunya pasokan BBM adalah keterlambatan kapal pengangkut Pertalite yang membawa 2.500 kiloliter atau setara 2,5 juta liter.

Menurutnya, kapal tersebut kini sudah berada di perairan dan sedang menuju Ketapang. Pertamina berharap kapal dapat bersandar di Jobber Ketapang pada 16 Oktober 2026 tanpa kendala.

“Kami berharap tidak ada kendala lebih lanjut agar tanggal 16 ini kapal bisa bersandar dan mengatasi antrean panjang di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Sambil menunggu kedatangan kapal, Pertamina mengupayakan tambahan pasokan dari Integrated Terminal (IT) Pontianak dan Pangkalan Embun. Pertamina juga mengalihkan sementara mobil tangki yang biasa melayani kebutuhan industri untuk membantu penyaluran BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU.

“Kami tidak tinggal diam. Kami melakukan langkah-langkah konkret, termasuk meminta bantuan dari IT Pontianak dan Pangkalan Embun untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Ketapang,” ungkapnya.

Prambudi menambahkan, terdapat penambahan kuota BBM sebesar 1,4 persen untuk Kabupaten Ketapang pada semester kedua 2026.

Ia juga meluruskan dugaan bahwa perusahaan mendapatkan pasokan BBM bersubsidi lebih banyak dibandingkan masyarakat.

Menurutnya, penyaluran Pertalite dari Jobber Ketapang mencapai 316 kiloliter per hari untuk masyarakat. Sementara itu, alokasi bagi perusahaan disebut sebesar 1 kiloliter atau 1.000 liter per hari.

“Per hari ini, Pertalite yang seharusnya keluar dari Jobber mencapai 316 kiloliter untuk masyarakat Ketapang. Untuk perusahaan hanya 1 kiloliter per hari,” tegasnya.

Pertamina berharap kedatangan kapal sesuai jadwal dapat memulihkan pasokan dan mengurangi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Sementara itu, massa aksi menyoroti kelangkaan BBM dan mendesak penyelesaian konkret atas persoalan yang berdampak pada masyarakat tersebut. (Adi LC)

Antrean BBM di Sukadana Mengular, Warga Rela Menunggu 10 Jam Demi Pertalite
Antrean BBM di Sukadana Mengular, Warga Rela Menunggu 10 Jam Demi Pertalite
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU N Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ratusan pengendara sepeda motor dan mobil tampak mengular hingga ke jalan raya demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Sejumlah warga mengaku mulai mengantre sejak pukul 05.00 WIB. Namun, hingga pukul 15.30 WIB, sebagian warga baru berhasil mendapatkan BBM. Situasi semakin menyulitkan ketika pihak SPBU N mulai menutup pagar operasional pada pukul 15.30 WIB, sementara masih banyak warga yang bertahan mengantre di luar pagar.

Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena waktu dan pekerjaan mereka terganggu hanya untuk mendapatkan BBM. Warga menilai perlu ada solusi konkret agar antrean panjang tidak terus berulang.

“Ini sangat menyulitkan buat masyarakat. Kita butuh solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM ini. Pembatasan yang ada malah menyita waktu dan membuat banyak warga kehilangan waktu kerja. Paling tidak harus ada penambahan SPBU atau mengoptimalkan kembali penyaluran ke pengecer yang memiliki rekomendasi resmi agar antrean tidak terus menumpuk di satu titik,” ujar Hendri, salah seorang warga yang mengantre.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memberikan solusi yang jelas, termasuk memastikan pasokan BBM resmi di Kabupaten Kayong Utara mencukupi kebutuhan warga. Dengan demikian, aktivitas harian dan perekonomian masyarakat tidak terus terganggu akibat antrean panjang. (Sans)

Edi Kamtono Sentil Pertamina soal Antrean BBM di Pontianak, Minta Pasokan Tak Tersendat
Edi Kamtono Sentil Pertamina soal Antrean BBM di Pontianak, Minta Pasokan Tak Tersendat
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Antrean bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut keterlambatan pengisian BBM di sejumlah SPBU luar kota, termasuk di Kabupaten Kubu Raya, menjadi salah satu pemicu antrean tersebut.

Edi mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Direktur Pertamina untuk meminta penjelasan terkait antrean BBM yang masih terjadi di Pontianak.

“Untuk SPBU di Kota Pontianak, tadi malam saya sudah bertemu dengan Direktur Pertamina. Mengapa di Pontianak masih terjadi antrean? Karena ada keterlambatan pengisian BBM di SPBU yang berada di luar Kota Pontianak, misalnya di Kubu Raya,” jelas Edi, Rabu (14/10/2026).

Menurut Edi, keterlambatan pasokan di wilayah sekitar membuat masyarakat khawatir kehabisan BBM. Kondisi itu mendorong warga mencari BBM ke SPBU terdekat, termasuk yang berada di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Edi mengingatkan agar persoalan pasokan BBM tidak sampai memicu kepanikan masyarakat secara luas, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Ia juga menyentil Pertamina agar bertanggung jawab memastikan ketersediaan BBM dan mencegah persoalan serupa terus berulang.

“Saya sudah meminta Pertamina untuk bertanggung jawab. Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM. Pertamina memberikan jawaban yang normatif. Mereka menyampaikan bahwa stok BBM untuk Kalimantan Barat harus terpenuhi. Sebab, yang menjadi perhatian bukan hanya Kota Pontianak, melainkan seluruh wilayah Kalimantan Barat,” pungkasnya. (Lid)

Sentil Pertamina soal Antrean Panjang BBM, Edi Kamtono: Jangan Dianggap Enteng
Sentil Pertamina soal Antrean Panjang BBM, Edi Kamtono: Jangan Dianggap Enteng
Tuesday, 13/10/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyentil Pertamina terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kalimantan Barat, termasuk Pontianak. Ia meminta Pertamina tidak menganggap enteng persoalan pasokan agar antrean panjang dan kelangkaan BBM tidak kembali terulang.

Edi mengatakan, antrean di SPBU umumnya dipicu keterlambatan pasokan, mulai dari proses pengolahan, produksi, distribusi, hingga pengangkutan BBM.

“Kalau terjadi antrean di SPBU, penyebabnya biasanya berkaitan dengan keterlambatan suplai dari Pertamina, baik dari pengolahan, produksi, distribusi, maupun pengangkutan. Biasanya seperti itu, seperti yang terjadi menjelang Lebaran kemarin,” jelasnya, Selasa (13/10/2026).

Menurut Edi, gangguan pasokan dalam skala kecil dapat memicu efek domino. Ketika masyarakat mengetahui adanya gangguan, kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM bisa membuat antrean meluas ke SPBU lainnya.

Ia mengingatkan, kebutuhan BBM juga berpotensi meningkat dalam beberapa waktu ke depan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru, Imlek, Cap Go Meh, hingga Idulfitri. Karena itu, Pertamina diminta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar pasokan tetap terjaga saat kebutuhan masyarakat meningkat.

“Kita berharap Pertamina sudah melakukan mitigasi agar tidak terjadi antrean atau kelangkaan BBM. Sebab, pihak yang memiliki kewenangan dan bertanggung jawab menyediakan BBM adalah Pertamina,” ujarnya.

Edi menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak tidak hanya mengimbau, tetapi juga telah meminta dan mengingatkan Pertamina agar lebih serius menangani persoalan pasokan BBM.

“Bukan hanya mengimbau, kita sudah meminta dan mengingatkan Pertamina. Dalam bahasa Pontianak, kita sudah banti-wanti, artinya meminta agar mereka waspada dan serius menangani persoalan ini, jangan dianggap enteng,” tegasnya.

Sentilan tersebut menjadi penegasan Edi agar persoalan pasokan BBM ditangani secara serius, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha. Antrean panjang dan kelangkaan BBM juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi hingga memengaruhi inflasi.

“Kalau masalah ini terjadi, yang dirugikan adalah masyarakat dan dunia usaha, serta bisa berdampak terhadap inflasi dan sebagainya,” tutupnya. (Lid)

Pertamina Ungkap Pasokan BBM Ketapang Terganggu, Kapal Dijadwalkan Tiba 14 Oktober
Pertamina Ungkap Pasokan BBM Ketapang Terganggu, Kapal Dijadwalkan Tiba 14 Oktober
Tuesday, 13/10/2026

KALBARONLINE.com – Pertamina mengungkapkan gangguan rantai pasok menjadi salah satu kendala yang memengaruhi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pasokan dari luar negeri serta antrean kapal di pelabuhan wilayah Banten disebut berdampak terhadap distribusi BBM di sejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan Sales Branch Manager BBM Pertamina wilayah Ketapang dan Kayong Utara, R.F. Prambudi, dalam rapat koordinasi pembahasan antrean panjang kendaraan dan kelangkaan stok BBM di Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam.

Dalam rapat tersebut, Pertamina memaparkan kondisi pasokan serta upaya yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Ketapang.

“Distribusi BBM saat ini menghadapi kendala pasokan dari luar negeri serta antrean kapal di pelabuhan wilayah Banten. Kondisi ini berdampak terhadap rantai pasok BBM dan menimbulkan efek berantai di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Prambudi.

Ia menjelaskan, kuota BBM untuk wilayah Kabupaten Ketapang tercatat sebanyak 864 kiloliter (KL), dengan perkiraan daya tahan pasokan sekitar 2,5 hari. Kondisi tersebut membuat kelancaran distribusi dan kedatangan pasokan berikutnya menjadi perhatian penting.

Pertamina memperkirakan kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa akan tiba di Ketapang pada 14 Oktober 2026. Sembari menunggu kedatangan kapal tersebut, Pertamina juga berupaya mendatangkan tambahan pasokan dari Pontianak untuk membantu mengatasi keterbatasan stok.

“Kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa diperkirakan tiba di Ketapang pada 14 Oktober 2026. Sambil menunggu pasokan tersebut, kami telah mendatangkan bantuan BBM dari Pontianak,” jelasnya.

Selain mengupayakan tambahan pasokan, Pertamina diminta memastikan penyaluran BBM ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berjalan sesuai kuota, termasuk untuk produk Pertamax dan Pertalite. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan BBM sekaligus mengurangi antrean kendaraan.

Prambudi mengatakan, gangguan rantai pasok menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi. Karena itu, kedatangan pasokan baru dan pengaturan penyaluran menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Ketapang dan sekitarnya.

“Kami berupaya membantu memenuhi kebutuhan BBM di Ketapang, termasuk dengan mendatangkan pasokan tambahan dari Pontianak sembari menunggu kapal dari Pulau Jawa tiba,” pungkasnya.

Kedatangan kapal yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk mendukung pemulihan pasokan BBM di Ketapang. Masyarakat berharap distribusi kembali lancar sehingga antrean panjang di sejumlah SPBU dapat segera terurai. (Adi LC)

Antrean BBM Terjadi di Sejumlah Daerah, Pj Sekda Kalbar Bakal Koordinasi dengan Pertamina
Antrean BBM Terjadi di Sejumlah Daerah, Pj Sekda Kalbar Bakal Koordinasi dengan Pertamina
Monday, 12/10/2026

KALBARONLINE.com – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Hendra, akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk menelusuri penyebab antrean panjang dan kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah di Kalbar.

Hendra mengaku baru menerima informasi mengenai persoalan tersebut. Ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk memastikan penyebab antrean serta kondisi distribusi BBM di lapangan.

“Terus terang, saya baru mengetahui informasi ini sekarang. Nanti akan segera saya koordinasikan dengan Pertamina dan pihak terkait,” kata Hendra, Senin (12/10/2026).

Ia menduga kondisi Sungai Kapuas dan faktor cuaca, termasuk hujan, mungkin turut memengaruhi distribusi BBM ke sejumlah wilayah. Namun, Hendra menegaskan bahwa penyebab pasti persoalan tersebut perlu ditelusuri melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Faktor hujan juga perlu diperhatikan karena bisa menjadi salah satu penyebabnya. Namun, nanti saya izin berkoordinasi terlebih dahulu dengan rekan-rekan terkait,” ujarnya.

Hendra juga akan memastikan wilayah mana saja yang mengalami kendala pasokan BBM. Salah satu informasi yang ingin ditelusurinya adalah kondisi pasokan di SPBU Pancasila, Pontianak, yang disebut sempat mengalami kendala.

Ia menyatakan akan menelusuri persoalan tersebut sebelum menyampaikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebab antrean dan kondisi distribusi BBM di Kalimantan Barat. (Lid)

Antrean Solar Subsidi Kendaraan Besar di Pontianak Mulai Dibatasi, Pertamina Pastikan Stok Aman
Antrean Solar Subsidi Kendaraan Besar di Pontianak Mulai Dibatasi, Pertamina Pastikan Stok Aman
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan besar yang membeli solar subsidi di sejumlah SPBU Kota Pontianak hingga mengular ke badan jalan bukan disebabkan kekurangan stok.

Sales Branch Manager Pertamina Kalimantan Barat, Irsan Firdaus Gasani, mengatakan stok BBM masih dalam kondisi aman. Salah satu faktor meningkatnya permintaan BBM subsidi adalah perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi akibat perbedaan harga.

“Sebenarnya untuk stok aman. Namun, kalau teman-teman media melihat, ada disparitas harga antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi,” kata Irsan, Selasa (29/9/2026).

Ia mencontohkan harga Bio Solar Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite berada di kisaran Rp15 ribu per liter.

Menurutnya, selisih harga tersebut membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih membeli BBM bersubsidi.

“Karena ada perbedaan harga tersebut, terjadi shifting atau perpindahan konsumen yang sebelumnya membeli BBM nonsubsidi menjadi membeli BBM subsidi,” ujarnya.

Kondisi serupa, lanjut Irsan, juga terjadi pada BBM jenis bensin. Pertamina mencatat adanya peningkatan pembelian Pertalite seiring perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax dan Pertamax Turbo.

Terkait distribusi Bio Solar, Irsan memastikan pengiriman dilakukan sesuai permintaan dan jadwal masing-masing SPBU.

Ia menambahkan, panjangnya antrean juga dipengaruhi keterbatasan area SPBU. Kondisi tersebut semakin terlihat pada SPBU yang berada dekat kawasan pelabuhan dan banyak didatangi kendaraan angkutan.

Sementara untuk pembelian BBM bersubsidi, kendaraan wajib terdaftar dalam Program Subsidi Tepat dan menggunakan QR Code saat melakukan transaksi di SPBU. (Lid)

Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Pontianak, Dipicu Surutnya Sungai Kapuas
Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Pontianak, Dipicu Surutnya Sungai Kapuas
Monday, 27/07/2026

KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak dan sekitarnya dipicu keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) akibat surutnya debit air Sungai Kapuas.

Kondisi tersebut menyebabkan kapal pengangkut BBM menuju Depo Siantan tidak dapat langsung melintas dan harus menunggu air pasang sebelum memasuki alur Sungai Kapuas. Akibatnya, pasokan BBM ke sejumlah SPBU sempat mengalami keterlambatan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan kapal pengangkut BBM sempat tertahan pada malam hari karena kondisi sungai yang tidak memungkinkan untuk dilalui.

"Antrean terjadi karena ada keterlambatan kapal masuk ke alur Sungai Kapuas tadi malam. Kapal harus menunggu air pasang terlebih dahulu. Namun, tadi pagi kapal sudah sandar di Depo Siantan dan BBM sudah mulai disalurkan," ujar Widhi.

Menurutnya, setelah kapal bersandar di Depo Siantan pada Senin pagi, distribusi BBM ke seluruh SPBU langsung dilakukan sehingga pasokan mulai kembali normal.

Meski demikian, Pertamina masih melakukan evaluasi terhadap penyebab antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Selain dipengaruhi faktor distribusi akibat surutnya Sungai Kapuas, antrean juga diduga dipicu meningkatnya konsumsi BBM subsidi.

"Stok BBM masih aman dan mencukupi. Kami pastikan penyaluran BBM akan berjalan dengan baik," kata Widhi.

Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Barat tetap dalam kondisi aman. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi berjalan lancar dan antrean di SPBU dapat segera terurai.

Dengan distribusi yang kembali normal sejak Senin pagi, Pertamina optimistis pasokan BBM ke seluruh SPBU di wilayah Pontianak dan sekitarnya akan kembali stabil. (Lid)

Pertamina Tegaskan Bakal Tindak SPBU Nakal dalam Penyaluran Solar Subsidi di Kalbar
Pertamina Tegaskan Bakal Tindak SPBU Nakal dalam Penyaluran Solar Subsidi di Kalbar
Monday, 27/07/2026

KALBARONLINE.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran dalam penyaluran solar subsidi di Kalimantan Barat.

Penegasan tersebut disampaikan usai Pertamina menghadiri audiensi bersama Gubernur Kalimantan Barat, Polda Kalbar, dan sejumlah sopir truk ekspedisi yang tergabung dalam Persatuan Sopir Kalimantan Barat saat aksi damai di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (27/7/2026).

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menegaskan pihaknya berkomitmen menyalurkan BBM subsidi sesuai kuota dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Hari ini kami bersama Pak Gubernur, aliansi sopir se-Kalbar, dan Polda Kalbar mendengar aspirasi teman-teman sopir terkait BBM solar. Yang jelas kami dari Pertamina berkomitmen terus menyalurkan BBM subsidi sesuai kuota dan ketentuan," kata Widhi.

Ia menegaskan, Pertamina tidak akan memberikan toleransi terhadap SPBU yang terbukti menyalahgunakan penyaluran BBM subsidi.

"Tindakannya mulai dari skorsing sampai pencabutan izin usaha jika memang terbukti melakukan pelanggaran," tegasnya.

Menurut Widhi, Pertamina telah menerapkan berbagai sistem pengawasan distribusi BBM subsidi, di antaranya melalui Program Subsidi Tepat dan digitalisasi penyaluran BBM. Evaluasi terhadap sistem tersebut juga terus dilakukan untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan di lapangan.

Selain itu, pengawasan distribusi solar subsidi juga dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum.

"Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, beserta aparat penegak hukum untuk bersama-sama melakukan pengawasan BBM subsidi," ujarnya.

Menanggapi dugaan penyalahgunaan barcode, Widhi mengungkapkan Pertamina telah memblokir ribuan barcode kendaraan di Kalimantan Barat yang terindikasi digunakan tidak sesuai peruntukannya.

"Barcode khusus di Kalbar sudah ribuan yang kami blokir karena terindikasi digunakan atau disalahgunakan, sehingga tidak bisa digunakan lagi. Kalau ada masyarakat yang barcode-nya terblokir padahal digunakan untuk keperluan pribadi, bisa menghubungi kami," tutupnya.

Pertamina berharap penguatan sistem pengawasan serta sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat membuat penyaluran solar subsidi semakin tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. (Lid)