Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 13 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pertamina mengungkapkan gangguan rantai pasok menjadi salah satu kendala yang memengaruhi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pasokan dari luar negeri serta antrean kapal di pelabuhan wilayah Banten disebut berdampak terhadap distribusi BBM di sejumlah daerah.
Hal tersebut disampaikan Sales Branch Manager BBM Pertamina wilayah Ketapang dan Kayong Utara, R.F. Prambudi, dalam rapat koordinasi pembahasan antrean panjang kendaraan dan kelangkaan stok BBM di Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam.
Dalam rapat tersebut, Pertamina memaparkan kondisi pasokan serta upaya yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Ketapang.
“Distribusi BBM saat ini menghadapi kendala pasokan dari luar negeri serta antrean kapal di pelabuhan wilayah Banten. Kondisi ini berdampak terhadap rantai pasok BBM dan menimbulkan efek berantai di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Prambudi.
Ia menjelaskan, kuota BBM untuk wilayah Kabupaten Ketapang tercatat sebanyak 864 kiloliter (KL), dengan perkiraan daya tahan pasokan sekitar 2,5 hari. Kondisi tersebut membuat kelancaran distribusi dan kedatangan pasokan berikutnya menjadi perhatian penting.
Pertamina memperkirakan kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa akan tiba di Ketapang pada 14 Oktober 2026. Sembari menunggu kedatangan kapal tersebut, Pertamina juga berupaya mendatangkan tambahan pasokan dari Pontianak untuk membantu mengatasi keterbatasan stok.
“Kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa diperkirakan tiba di Ketapang pada 14 Oktober 2026. Sambil menunggu pasokan tersebut, kami telah mendatangkan bantuan BBM dari Pontianak,” jelasnya.
Selain mengupayakan tambahan pasokan, Pertamina diminta memastikan penyaluran BBM ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berjalan sesuai kuota, termasuk untuk produk Pertamax dan Pertalite. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan BBM sekaligus mengurangi antrean kendaraan.
Prambudi mengatakan, gangguan rantai pasok menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi. Karena itu, kedatangan pasokan baru dan pengaturan penyaluran menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Ketapang dan sekitarnya.
“Kami berupaya membantu memenuhi kebutuhan BBM di Ketapang, termasuk dengan mendatangkan pasokan tambahan dari Pontianak sembari menunggu kapal dari Pulau Jawa tiba,” pungkasnya.
Kedatangan kapal yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk mendukung pemulihan pasokan BBM di Ketapang. Masyarakat berharap distribusi kembali lancar sehingga antrean panjang di sejumlah SPBU dapat segera terurai. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Pertamina mengungkapkan gangguan rantai pasok menjadi salah satu kendala yang memengaruhi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Pasokan dari luar negeri serta antrean kapal di pelabuhan wilayah Banten disebut berdampak terhadap distribusi BBM di sejumlah daerah.
Hal tersebut disampaikan Sales Branch Manager BBM Pertamina wilayah Ketapang dan Kayong Utara, R.F. Prambudi, dalam rapat koordinasi pembahasan antrean panjang kendaraan dan kelangkaan stok BBM di Ruang Rapat Kantor Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam.
Dalam rapat tersebut, Pertamina memaparkan kondisi pasokan serta upaya yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di Kabupaten Ketapang.
“Distribusi BBM saat ini menghadapi kendala pasokan dari luar negeri serta antrean kapal di pelabuhan wilayah Banten. Kondisi ini berdampak terhadap rantai pasok BBM dan menimbulkan efek berantai di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Prambudi.
Ia menjelaskan, kuota BBM untuk wilayah Kabupaten Ketapang tercatat sebanyak 864 kiloliter (KL), dengan perkiraan daya tahan pasokan sekitar 2,5 hari. Kondisi tersebut membuat kelancaran distribusi dan kedatangan pasokan berikutnya menjadi perhatian penting.
Pertamina memperkirakan kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa akan tiba di Ketapang pada 14 Oktober 2026. Sembari menunggu kedatangan kapal tersebut, Pertamina juga berupaya mendatangkan tambahan pasokan dari Pontianak untuk membantu mengatasi keterbatasan stok.
“Kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa diperkirakan tiba di Ketapang pada 14 Oktober 2026. Sambil menunggu pasokan tersebut, kami telah mendatangkan bantuan BBM dari Pontianak,” jelasnya.
Selain mengupayakan tambahan pasokan, Pertamina diminta memastikan penyaluran BBM ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berjalan sesuai kuota, termasuk untuk produk Pertamax dan Pertalite. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan BBM sekaligus mengurangi antrean kendaraan.
Prambudi mengatakan, gangguan rantai pasok menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi. Karena itu, kedatangan pasokan baru dan pengaturan penyaluran menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Ketapang dan sekitarnya.
“Kami berupaya membantu memenuhi kebutuhan BBM di Ketapang, termasuk dengan mendatangkan pasokan tambahan dari Pontianak sembari menunggu kapal dari Pulau Jawa tiba,” pungkasnya.
Kedatangan kapal yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk mendukung pemulihan pasokan BBM di Ketapang. Masyarakat berharap distribusi kembali lancar sehingga antrean panjang di sejumlah SPBU dapat segera terurai. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini