Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 30 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan besar yang membeli solar subsidi di sejumlah SPBU Kota Pontianak hingga mengular ke badan jalan bukan disebabkan kekurangan stok.
Sales Branch Manager Pertamina Kalimantan Barat, Irsan Firdaus Gasani, mengatakan stok BBM masih dalam kondisi aman. Salah satu faktor meningkatnya permintaan BBM subsidi adalah perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi akibat perbedaan harga.
“Sebenarnya untuk stok aman. Namun, kalau teman-teman media melihat, ada disparitas harga antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi,” kata Irsan, Selasa (29/9/2026).
Ia mencontohkan harga Bio Solar Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite berada di kisaran Rp15 ribu per liter.
Menurutnya, selisih harga tersebut membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih membeli BBM bersubsidi.
“Karena ada perbedaan harga tersebut, terjadi shifting atau perpindahan konsumen yang sebelumnya membeli BBM nonsubsidi menjadi membeli BBM subsidi,” ujarnya.
Kondisi serupa, lanjut Irsan, juga terjadi pada BBM jenis bensin. Pertamina mencatat adanya peningkatan pembelian Pertalite seiring perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax dan Pertamax Turbo.
Terkait distribusi Bio Solar, Irsan memastikan pengiriman dilakukan sesuai permintaan dan jadwal masing-masing SPBU.
Ia menambahkan, panjangnya antrean juga dipengaruhi keterbatasan area SPBU. Kondisi tersebut semakin terlihat pada SPBU yang berada dekat kawasan pelabuhan dan banyak didatangi kendaraan angkutan.
Sementara untuk pembelian BBM bersubsidi, kendaraan wajib terdaftar dalam Program Subsidi Tepat dan menggunakan QR Code saat melakukan transaksi di SPBU. (Lid)
KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan besar yang membeli solar subsidi di sejumlah SPBU Kota Pontianak hingga mengular ke badan jalan bukan disebabkan kekurangan stok.
Sales Branch Manager Pertamina Kalimantan Barat, Irsan Firdaus Gasani, mengatakan stok BBM masih dalam kondisi aman. Salah satu faktor meningkatnya permintaan BBM subsidi adalah perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi akibat perbedaan harga.
“Sebenarnya untuk stok aman. Namun, kalau teman-teman media melihat, ada disparitas harga antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi,” kata Irsan, Selasa (29/9/2026).
Ia mencontohkan harga Bio Solar Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite berada di kisaran Rp15 ribu per liter.
Menurutnya, selisih harga tersebut membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih membeli BBM bersubsidi.
“Karena ada perbedaan harga tersebut, terjadi shifting atau perpindahan konsumen yang sebelumnya membeli BBM nonsubsidi menjadi membeli BBM subsidi,” ujarnya.
Kondisi serupa, lanjut Irsan, juga terjadi pada BBM jenis bensin. Pertamina mencatat adanya peningkatan pembelian Pertalite seiring perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax dan Pertamax Turbo.
Terkait distribusi Bio Solar, Irsan memastikan pengiriman dilakukan sesuai permintaan dan jadwal masing-masing SPBU.
Ia menambahkan, panjangnya antrean juga dipengaruhi keterbatasan area SPBU. Kondisi tersebut semakin terlihat pada SPBU yang berada dekat kawasan pelabuhan dan banyak didatangi kendaraan angkutan.
Sementara untuk pembelian BBM bersubsidi, kendaraan wajib terdaftar dalam Program Subsidi Tepat dan menggunakan QR Code saat melakukan transaksi di SPBU. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini