Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 13 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat.
Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Tingginya Intensitas Antrean di SPBU dan Kelangkaan Stok BBM Kabupaten Ketapang yang berlangsung di Kantor Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam.
Dalam rapat itu, Alexander menyoroti antrean kendaraan yang mengular hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah lokasi. Ia meminta Pertamina menjelaskan kondisi pasokan sekaligus menyiapkan langkah penyelesaian agar distribusi BBM kembali lancar.
“Kami ingin ada penjelasan yang jelas dari Pertamina terkait kondisi stok BBM, kendala distribusi, serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ini,” tegas Alexander.
Menurutnya, ketersediaan BBM sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari, transportasi, dan pergerakan ekonomi daerah.
Karena itu, ia menilai distribusi BBM perlu dipastikan berjalan lancar dan merata agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang saat hendak mengisi bahan bakar.
Alexander juga menekankan pentingnya pengawasan penyaluran BBM, terutama BBM bersubsidi, untuk mencegah penyalahgunaan yang berpotensi memperburuk kondisi pasokan di lapangan.
“Distribusi BBM harus diawasi dengan baik. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait meningkatkan pengawasan serta mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM.
Selain memperkuat pengawasan, Alexander mendorong Pertamina mengoptimalkan pasokan dan memastikan penyaluran ke setiap SPBU sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi antrean sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM.
“Kami berharap Pertamina segera mengoptimalkan pasokan dan pemerataan distribusi. Masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu akibat antrean panjang dan sulitnya mendapatkan BBM,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur terkait akan terus berkoordinasi untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut. Kepastian kedatangan pasokan tambahan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar pelayanan BBM kepada masyarakat kembali normal. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat.
Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Tingginya Intensitas Antrean di SPBU dan Kelangkaan Stok BBM Kabupaten Ketapang yang berlangsung di Kantor Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam.
Dalam rapat itu, Alexander menyoroti antrean kendaraan yang mengular hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah lokasi. Ia meminta Pertamina menjelaskan kondisi pasokan sekaligus menyiapkan langkah penyelesaian agar distribusi BBM kembali lancar.
“Kami ingin ada penjelasan yang jelas dari Pertamina terkait kondisi stok BBM, kendala distribusi, serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ini,” tegas Alexander.
Menurutnya, ketersediaan BBM sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari, transportasi, dan pergerakan ekonomi daerah.
Karena itu, ia menilai distribusi BBM perlu dipastikan berjalan lancar dan merata agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang saat hendak mengisi bahan bakar.
Alexander juga menekankan pentingnya pengawasan penyaluran BBM, terutama BBM bersubsidi, untuk mencegah penyalahgunaan yang berpotensi memperburuk kondisi pasokan di lapangan.
“Distribusi BBM harus diawasi dengan baik. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM yang merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait meningkatkan pengawasan serta mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM.
Selain memperkuat pengawasan, Alexander mendorong Pertamina mengoptimalkan pasokan dan memastikan penyaluran ke setiap SPBU sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi antrean sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM.
“Kami berharap Pertamina segera mengoptimalkan pasokan dan pemerataan distribusi. Masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu akibat antrean panjang dan sulitnya mendapatkan BBM,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur terkait akan terus berkoordinasi untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut. Kepastian kedatangan pasokan tambahan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar pelayanan BBM kepada masyarakat kembali normal. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini