Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Senin, 07 Juli 2025 |
KALBARONLINE.com - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menyebut adanya “musuh dalam selimut” di balik gerakan swasembada pangan yang tengah gencar dilakukan oleh presiden Prabowo Subianto.
"Ada yang tidak suka kita swasembada pangan, siapa lagi kalau bukan importir. Mereka sudah puluhan tahun bangun gudang, punya infrastruktur, langganan setia, kapal-kapal, dan tentu saja karyawan," ujar Amran, sebagaiman dikutip dari laman Inilah.com, Senin (07/07/2025).
Menurut Amran, kepentingan bisnis impor yang telah berlangsung lama, membuat sejumlah pihak merasa terancam dengan target besar pemerintah dalam kemandirian pangan. Keuntungan triliunan rupiah yang biasa mereka dapatkan dalam waktu singkat, bisa sirna begitu Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
"Tentu mereka tak senang, karena kalau sekarang bisa untung triliunan dalam satu - dua bulan, nanti kalau sudah swasembada pangan, mana bisa meraup untung besar lagi," kata dia.
Dari sisi komoditas beras misalnya, Amran juga mengendus adanya permainan curang dari segelintir importir. Tak cuma itu, banyak negara lain pun tak sudi melihat Indonesia berdikari soal pangan, lantaran Indonesia benar-benar bisa jadi batu sandungan bagi bisnis mereka.
"Tidak ada satupun negara luar yang ingin Indonesia swasembada pangan, apalagi beras. Kalau kita bisa mandiri, harga pangan global bisa anjlok drastis. Bayangkan, Indonesia tak akan impor beras sampai 7 juta ton lagi," camnya. (**)
KALBARONLINE.com - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menyebut adanya “musuh dalam selimut” di balik gerakan swasembada pangan yang tengah gencar dilakukan oleh presiden Prabowo Subianto.
"Ada yang tidak suka kita swasembada pangan, siapa lagi kalau bukan importir. Mereka sudah puluhan tahun bangun gudang, punya infrastruktur, langganan setia, kapal-kapal, dan tentu saja karyawan," ujar Amran, sebagaiman dikutip dari laman Inilah.com, Senin (07/07/2025).
Menurut Amran, kepentingan bisnis impor yang telah berlangsung lama, membuat sejumlah pihak merasa terancam dengan target besar pemerintah dalam kemandirian pangan. Keuntungan triliunan rupiah yang biasa mereka dapatkan dalam waktu singkat, bisa sirna begitu Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
"Tentu mereka tak senang, karena kalau sekarang bisa untung triliunan dalam satu - dua bulan, nanti kalau sudah swasembada pangan, mana bisa meraup untung besar lagi," kata dia.
Dari sisi komoditas beras misalnya, Amran juga mengendus adanya permainan curang dari segelintir importir. Tak cuma itu, banyak negara lain pun tak sudi melihat Indonesia berdikari soal pangan, lantaran Indonesia benar-benar bisa jadi batu sandungan bagi bisnis mereka.
"Tidak ada satupun negara luar yang ingin Indonesia swasembada pangan, apalagi beras. Kalau kita bisa mandiri, harga pangan global bisa anjlok drastis. Bayangkan, Indonesia tak akan impor beras sampai 7 juta ton lagi," camnya. (**)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini