Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Minggu, 26 Oktober 2025 |
KALBARONLINE.com – Sektor pariwisata Kalimantan Barat (Kalbar) kini kembali bergairah. Jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, terus melonjak dalam lima tahun terakhir. Di balik kebangkitan ini, para pelaku industri wisata mengakui peran besar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar yang setia mendampingi mereka bahkan di masa tergelap pandemi Covid-19.
Pelaku pariwisata Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra, menyebut Disporapar Kalbar bukan sekadar mitra kerja, melainkan “kawan di kala susah.” Saat sektor wisata nyaris lumpuh karena pembatasan kegiatan, Disporapar Kalbar disebut tetap hadir, mendengarkan aspirasi, serta mencari solusi bersama agar industri wisata tetap hidup.
“Kami menjadi saksi kolaborasi yang luar biasa antara Disporapar Kalbar dan pelaku pariwisata. Mereka bukan sekadar instansi pemerintah, tapi benar-benar kawan di masa sulit. Saat pariwisata terpuruk karena Covid-19, mereka ikut turun tangan menjaga agar sektor ini tidak mati,” ujar Nugroho dalam kegiatan Network Spotlight bersama jejaring pariwisata Kalbar di Café Aming Hutan Kota Pontianak, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, hasil dari kolaborasi itu kini nyata terasa. Industri pariwisata Kalbar berhasil bangkit pesat. Berdasarkan data Disporapar Kalbar, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) melonjak dari 1,85 juta pada 2020 menjadi 8,16 juta pada 2024. Sementara wisatawan mancanegara (wisman) meningkat tajam dari 16.810 menjadi 87.561 pada periode yang sama.
“Lima tahun lalu kita berjuang untuk bertahan, sekarang kita menikmati hasilnya. Hotel-hotel baru bermunculan, wisatawan makin ramai, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini bukti bahwa kerja sama antara pemerintah dan pelaku wisata berjalan baik,” tambah Nugroho.
Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan kebangkitan ini merupakan buah dari kerja keras bersama seluruh pihak. Ia menegaskan, Disporapar Kalbar berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar bisa berjalan seirama dalam mengembangkan potensi wisata daerah.
“Pandemi memberi pelajaran penting bahwa pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi adalah kuncinya. Kami terus memperkuat jejaring, mendorong inovasi, dan membuka ruang promosi seluas-luasnya bagi pelaku industri,” ujar Windy.
Windy menjelaskan, stabilnya pertumbuhan sektor pariwisata Kalbar kini menjadi bagian dari upaya menuju visi Pariwisata Emas 2045 — arah pembangunan nasional untuk menjadikan Indonesia destinasi wisata unggulan dunia yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Kami ingin memastikan Kalbar menjadi bagian penting dari Pariwisata Emas 2045. Langkah kecil seperti memperkuat jejaring pelaku wisata lewat Network Spotlight ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju visi tersebut,” jelasnya.
Kebangkitan pariwisata juga tercermin dari tumbuhnya investasi baru di sektor perhotelan dan jasa wisata. Salah satunya dengan pembukaan Hotel Novotel Pontianak Convention Center pada Sabtu (18/10/2025), yang menjadi bukti kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan pariwisata Kalbar. Hotel berbintang empat berstandar internasional itu menambah daftar fasilitas modern yang siap mendukung kegiatan bisnis dan wisata di Pontianak.
Selain itu, tingkat lama tinggal wisatawan di Kalbar juga meningkat signifikan. Pada 2023, rata-rata wisatawan menghabiskan waktu hingga sembilan hari di Kalbar—indikasi kuat bahwa daya tarik destinasi dan kenyamanan layanan wisata daerah ini semakin membaik.
Windy menegaskan, momentum kebangkitan pariwisata harus dijaga dengan memperkuat promosi kreatif, meningkatkan kualitas SDM pariwisata, dan memperluas inovasi destinasi di seluruh kabupaten/kota.
“Kita sudah melewati masa sulit bersama. Sekarang saatnya melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi yang sudah terbangun, Kalbar siap menuju masa keemasan pariwisata,” pungkasnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Sektor pariwisata Kalimantan Barat (Kalbar) kini kembali bergairah. Jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, terus melonjak dalam lima tahun terakhir. Di balik kebangkitan ini, para pelaku industri wisata mengakui peran besar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar yang setia mendampingi mereka bahkan di masa tergelap pandemi Covid-19.
Pelaku pariwisata Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra, menyebut Disporapar Kalbar bukan sekadar mitra kerja, melainkan “kawan di kala susah.” Saat sektor wisata nyaris lumpuh karena pembatasan kegiatan, Disporapar Kalbar disebut tetap hadir, mendengarkan aspirasi, serta mencari solusi bersama agar industri wisata tetap hidup.
“Kami menjadi saksi kolaborasi yang luar biasa antara Disporapar Kalbar dan pelaku pariwisata. Mereka bukan sekadar instansi pemerintah, tapi benar-benar kawan di masa sulit. Saat pariwisata terpuruk karena Covid-19, mereka ikut turun tangan menjaga agar sektor ini tidak mati,” ujar Nugroho dalam kegiatan Network Spotlight bersama jejaring pariwisata Kalbar di Café Aming Hutan Kota Pontianak, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, hasil dari kolaborasi itu kini nyata terasa. Industri pariwisata Kalbar berhasil bangkit pesat. Berdasarkan data Disporapar Kalbar, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) melonjak dari 1,85 juta pada 2020 menjadi 8,16 juta pada 2024. Sementara wisatawan mancanegara (wisman) meningkat tajam dari 16.810 menjadi 87.561 pada periode yang sama.
“Lima tahun lalu kita berjuang untuk bertahan, sekarang kita menikmati hasilnya. Hotel-hotel baru bermunculan, wisatawan makin ramai, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini bukti bahwa kerja sama antara pemerintah dan pelaku wisata berjalan baik,” tambah Nugroho.
Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan kebangkitan ini merupakan buah dari kerja keras bersama seluruh pihak. Ia menegaskan, Disporapar Kalbar berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar bisa berjalan seirama dalam mengembangkan potensi wisata daerah.
“Pandemi memberi pelajaran penting bahwa pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi adalah kuncinya. Kami terus memperkuat jejaring, mendorong inovasi, dan membuka ruang promosi seluas-luasnya bagi pelaku industri,” ujar Windy.
Windy menjelaskan, stabilnya pertumbuhan sektor pariwisata Kalbar kini menjadi bagian dari upaya menuju visi Pariwisata Emas 2045 — arah pembangunan nasional untuk menjadikan Indonesia destinasi wisata unggulan dunia yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Kami ingin memastikan Kalbar menjadi bagian penting dari Pariwisata Emas 2045. Langkah kecil seperti memperkuat jejaring pelaku wisata lewat Network Spotlight ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju visi tersebut,” jelasnya.
Kebangkitan pariwisata juga tercermin dari tumbuhnya investasi baru di sektor perhotelan dan jasa wisata. Salah satunya dengan pembukaan Hotel Novotel Pontianak Convention Center pada Sabtu (18/10/2025), yang menjadi bukti kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan pariwisata Kalbar. Hotel berbintang empat berstandar internasional itu menambah daftar fasilitas modern yang siap mendukung kegiatan bisnis dan wisata di Pontianak.
Selain itu, tingkat lama tinggal wisatawan di Kalbar juga meningkat signifikan. Pada 2023, rata-rata wisatawan menghabiskan waktu hingga sembilan hari di Kalbar—indikasi kuat bahwa daya tarik destinasi dan kenyamanan layanan wisata daerah ini semakin membaik.
Windy menegaskan, momentum kebangkitan pariwisata harus dijaga dengan memperkuat promosi kreatif, meningkatkan kualitas SDM pariwisata, dan memperluas inovasi destinasi di seluruh kabupaten/kota.
“Kita sudah melewati masa sulit bersama. Sekarang saatnya melangkah lebih jauh. Dengan semangat kolaborasi yang sudah terbangun, Kalbar siap menuju masa keemasan pariwisata,” pungkasnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini