Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Senin, 17 November 2025 |
KALBARONLINE.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan terus mengimplementasikan program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Angkatan III se-Kalbar Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, di Ruang Teater Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura Pontianak baru-baru ini, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dalam mendampingi koperasi rakyat.
Melalui tiga angkatan pelatihan yang telah digelar, total sebanyak 543 pendamping dan Project Management Officer (PMO) telah dibekali kompetensi untuk mengawal Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Harisson menjelaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.
“Hingga saat ini di Kalbar telah terbentuk 2.143 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Angka ini menunjukkan semangat masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat bawah,” ujarnya.
Meski begitu, Harisson menilai masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur dan belum meratanya konektivitas digital. Ia pun menegaskan pentingnya peran pendamping profesional dalam memastikan koperasi Merah Putih berjalan efektif dan berdaya saing.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga gerakan sosial-ekonomi berbasis kebersamaan. Para pendamping harus menjadi motor penggerak yang tangguh, inovatif, dan berintegritas,” katanya.
Selain pelatihan, Harisson juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan lahan minimal 1.000 meter persegi di setiap desa dan kelurahan untuk pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih, bekerja sama dengan PT Agro Industri Nasional (Agrinas). Gedung tersebut nantinya akan menjadi pusat aktivitas koperasi dan simbol kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Kami berharap langkah ini dapat memperkuat koperasi sebagai basis ekonomi rakyat di Kalbar,” tambahnya.
Harisson turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya dalam mendorong kemajuan koperasi di seluruh pelosok tanah air.
“Program Koperasi Merah Putih ini adalah wujud nyata perhatian Bapak Presiden terhadap ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Kami di daerah siap mengawal dan melaksanakannya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Wisnu Gunadi, yang hadir secara virtual, menegaskan pentingnya peran pendamping dan PMO dalam mengawal keberhasilan program nasional ini.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini memasuki tahap penting. Setelah diresmikan oleh Bapak Presiden di Klaten pada Juli lalu, fokus kita adalah memastikan koperasi dapat beroperasi mandiri dan profesional,” ujarnya.
Wisnu berharap, pelatihan ini dapat melahirkan pendamping yang berkualitas dan berdedikasi dalam membangun ekonomi rakyat berbasis koperasi di Kalimantan Barat.
“Para pendamping dan PMO adalah ujung tombak keberhasilan program ini. Dengan semangat pengabdian dan kemampuan manajerial yang baik, mereka akan menjadi penggerak utama ekonomi rakyat di daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (Red)
KALBARONLINE.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan terus mengimplementasikan program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Angkatan III se-Kalbar Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, di Ruang Teater Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura Pontianak baru-baru ini, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dalam mendampingi koperasi rakyat.
Melalui tiga angkatan pelatihan yang telah digelar, total sebanyak 543 pendamping dan Project Management Officer (PMO) telah dibekali kompetensi untuk mengawal Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Harisson menjelaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.
“Hingga saat ini di Kalbar telah terbentuk 2.143 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Angka ini menunjukkan semangat masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat bawah,” ujarnya.
Meski begitu, Harisson menilai masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur dan belum meratanya konektivitas digital. Ia pun menegaskan pentingnya peran pendamping profesional dalam memastikan koperasi Merah Putih berjalan efektif dan berdaya saing.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga gerakan sosial-ekonomi berbasis kebersamaan. Para pendamping harus menjadi motor penggerak yang tangguh, inovatif, dan berintegritas,” katanya.
Selain pelatihan, Harisson juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan lahan minimal 1.000 meter persegi di setiap desa dan kelurahan untuk pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih, bekerja sama dengan PT Agro Industri Nasional (Agrinas). Gedung tersebut nantinya akan menjadi pusat aktivitas koperasi dan simbol kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Kami berharap langkah ini dapat memperkuat koperasi sebagai basis ekonomi rakyat di Kalbar,” tambahnya.
Harisson turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya dalam mendorong kemajuan koperasi di seluruh pelosok tanah air.
“Program Koperasi Merah Putih ini adalah wujud nyata perhatian Bapak Presiden terhadap ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Kami di daerah siap mengawal dan melaksanakannya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Wisnu Gunadi, yang hadir secara virtual, menegaskan pentingnya peran pendamping dan PMO dalam mengawal keberhasilan program nasional ini.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini memasuki tahap penting. Setelah diresmikan oleh Bapak Presiden di Klaten pada Juli lalu, fokus kita adalah memastikan koperasi dapat beroperasi mandiri dan profesional,” ujarnya.
Wisnu berharap, pelatihan ini dapat melahirkan pendamping yang berkualitas dan berdedikasi dalam membangun ekonomi rakyat berbasis koperasi di Kalimantan Barat.
“Para pendamping dan PMO adalah ujung tombak keberhasilan program ini. Dengan semangat pengabdian dan kemampuan manajerial yang baik, mereka akan menjadi penggerak utama ekonomi rakyat di daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini