Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 09 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Banjir melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada 7–8 Januari 2026. Peristiwa ini berdampak pada tiga desa yang tersebar di dua kecamatan, dengan ribuan warga harus menghadapi kondisi terdampak banjir.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) Provinsi Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa desa pertama yang terdampak banjir adalah Desa Melati, Kecamatan Nanga Taman. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 459 kepala keluarga (KK) atau 902 jiwa terdampak.
Banjir kemudian merendam Desa Mongko dengan jumlah warga terdampak mencapai 537 KK atau 1.921 jiwa. Sementara itu, di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, sebanyak 417 KK atau 902 jiwa juga dilaporkan terdampak akibat genangan air.
Daniel menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau saat ini tengah melakukan kaji cepat di lokasi bencana. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya evakuasi dan penyelamatan warga terdampak banjir di sejumlah titik.
“Hasil kaji cepat ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah setempat untuk melakukan penanggulangan bencana secara lebih masif,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak banjir agar tetap bersabar serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko dan hal-hal yang tidak diinginkan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Banjir melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada 7–8 Januari 2026. Peristiwa ini berdampak pada tiga desa yang tersebar di dua kecamatan, dengan ribuan warga harus menghadapi kondisi terdampak banjir.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) Provinsi Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa desa pertama yang terdampak banjir adalah Desa Melati, Kecamatan Nanga Taman. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 459 kepala keluarga (KK) atau 902 jiwa terdampak.
Banjir kemudian merendam Desa Mongko dengan jumlah warga terdampak mencapai 537 KK atau 1.921 jiwa. Sementara itu, di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, sebanyak 417 KK atau 902 jiwa juga dilaporkan terdampak akibat genangan air.
Daniel menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau saat ini tengah melakukan kaji cepat di lokasi bencana. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya evakuasi dan penyelamatan warga terdampak banjir di sejumlah titik.
“Hasil kaji cepat ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah setempat untuk melakukan penanggulangan bencana secara lebih masif,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak banjir agar tetap bersabar serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menghindari risiko dan hal-hal yang tidak diinginkan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini