Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 08 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat peran dalam percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang dengan memastikan kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik di seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang dan longsor melalui penyediaan prasarana dasar yang layak.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang dikebut dalam waktu singkat. Ia menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan pemerintah daerah mampu menghasilkan capaian nyata bagi masyarakat terdampak. Sebanyak 600 unit Huntara dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya ditempati warga.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa dalam tiga bulan ke depan, pembangunan Rumah Hunian Danantara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sudah ditetapkan sejak awal. Hingga 1 Januari 2026, progresnya menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak. BUMN bergerak cepat di lapangan, meski dalam kondisi yang tidak mudah, demi memastikan masyarakat segera memperoleh hunian yang layak,” jelas Rosan.
Ia menegaskan, pembangunan Huntara tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi merupakan bagian dari tahapan pemulihan jangka menengah menuju hunian permanen dan kebangkitan ekonomi masyarakat.
“Huntara ini adalah jembatan menuju fase pemulihan yang lebih luas. Karena itu, kualitas bangunan dan keberlanjutan menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk listrik, air bersih, sanitasi, serta dukungan layanan kesehatan. Ketersediaan listrik menjadi prioritas pemerintah melalui Danantara Indonesia agar hunian dapat langsung ditempati secara aman dan nyaman.
Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang andal di seluruh unit.
“PLN siap menjalankan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia. Setiap unit Huntara yang selesai dibangun kami pastikan sudah tersambung listrik, sehingga masyarakat bisa langsung menempatinya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.
Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari pembangunan trafo, jaringan distribusi, hingga pemasangan kWh meter di seluruh hunian. Jaringan listrik bahkan telah tersambung sepenuhnya dan dinyatakan cukup untuk melayani kebutuhan hunian serta fasilitas umum.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Darmawan Prasodjo, turun langsung mengawal progres pembangunan Huntara dan infrastruktur kelistrikannya. Darmawan menegaskan, keandalan listrik merupakan kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari proses pemulihan masyarakat pascabencana.
“Kami memahami bahwa warga terdampak tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN menghadirkan listrik yang prima agar masyarakat bisa kembali beraktivitas, anak-anak belajar dengan nyaman, dan keluarga menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih layak,” pungkasnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menekankan bahwa keandalan sistem penyaluran dan pengaturan beban listrik menjadi kunci agar seluruh hunian dan fasilitas umum di kawasan Huntara beroperasi optimal sejak hari pertama.
“PLN memastikan sistem kelistrikan penopang Huntara berada dalam kondisi andal dan siap beroperasi penuh. Listrik bukan hanya penerangan, tetapi kebutuhan dasar yang mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Riko.
Ia menambahkan, kesiapan listrik di Huntara Aceh Tamiang merupakan wujud komitmen PLN dalam mendampingi masyarakat bangkit dari bencana secara berkelanjutan.
“Kami ingin sejak hari pertama hunian ditempati, warga tidak lagi dibebani persoalan listrik. Dengan pasokan yang andal, proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manusiawi,” tegasnya. (Jau)
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat peran dalam percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang dengan memastikan kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik di seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang dan longsor melalui penyediaan prasarana dasar yang layak.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang dikebut dalam waktu singkat. Ia menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan pemerintah daerah mampu menghasilkan capaian nyata bagi masyarakat terdampak. Sebanyak 600 unit Huntara dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya ditempati warga.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa dalam tiga bulan ke depan, pembangunan Rumah Hunian Danantara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Target pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sudah ditetapkan sejak awal. Hingga 1 Januari 2026, progresnya menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak. BUMN bergerak cepat di lapangan, meski dalam kondisi yang tidak mudah, demi memastikan masyarakat segera memperoleh hunian yang layak,” jelas Rosan.
Ia menegaskan, pembangunan Huntara tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi merupakan bagian dari tahapan pemulihan jangka menengah menuju hunian permanen dan kebangkitan ekonomi masyarakat.
“Huntara ini adalah jembatan menuju fase pemulihan yang lebih luas. Karena itu, kualitas bangunan dan keberlanjutan menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat dengan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk listrik, air bersih, sanitasi, serta dukungan layanan kesehatan. Ketersediaan listrik menjadi prioritas pemerintah melalui Danantara Indonesia agar hunian dapat langsung ditempati secara aman dan nyaman.
Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang andal di seluruh unit.
“PLN siap menjalankan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia. Setiap unit Huntara yang selesai dibangun kami pastikan sudah tersambung listrik, sehingga masyarakat bisa langsung menempatinya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.
Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari pembangunan trafo, jaringan distribusi, hingga pemasangan kWh meter di seluruh hunian. Jaringan listrik bahkan telah tersambung sepenuhnya dan dinyatakan cukup untuk melayani kebutuhan hunian serta fasilitas umum.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Darmawan Prasodjo, turun langsung mengawal progres pembangunan Huntara dan infrastruktur kelistrikannya. Darmawan menegaskan, keandalan listrik merupakan kebutuhan dasar yang tak terpisahkan dari proses pemulihan masyarakat pascabencana.
“Kami memahami bahwa warga terdampak tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN menghadirkan listrik yang prima agar masyarakat bisa kembali beraktivitas, anak-anak belajar dengan nyaman, dan keluarga menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih layak,” pungkasnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menekankan bahwa keandalan sistem penyaluran dan pengaturan beban listrik menjadi kunci agar seluruh hunian dan fasilitas umum di kawasan Huntara beroperasi optimal sejak hari pertama.
“PLN memastikan sistem kelistrikan penopang Huntara berada dalam kondisi andal dan siap beroperasi penuh. Listrik bukan hanya penerangan, tetapi kebutuhan dasar yang mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Riko.
Ia menambahkan, kesiapan listrik di Huntara Aceh Tamiang merupakan wujud komitmen PLN dalam mendampingi masyarakat bangkit dari bencana secara berkelanjutan.
“Kami ingin sejak hari pertama hunian ditempati, warga tidak lagi dibebani persoalan listrik. Dengan pasokan yang andal, proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manusiawi,” tegasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini