Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 05 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa.
Seorang pemuda berusia 26 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar setelah diduga terjebak saat melintasi kawasan Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi yang dilanda kebakaran hebat, Selasa (4/8/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga berusaha melintas di ruas jalan tersebut ketika kobaran api dan kepulan asap tebal menyelimuti kawasan sekitar.
Kondisi asap yang pekat membuat jarak pandang terbatas hingga korban diduga tidak mampu keluar dari lokasi dan akhirnya terjebak dalam kebakaran.
Setelah korban dilaporkan hilang, tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, BPBD, kepolisian, serta unsur SAR langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Ketapang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Sigunari membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban merupakan pria berusia 26 tahun.
“Usia korban 26 tahun, kelahiran tahun 2000,” ujar AKP Sigunari.
Selain korban jiwa, kebakaran tersebut juga menghanguskan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan korban saat melintas di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar, kobaran api terlihat membesar dan melalap kawasan lahan di sepanjang Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi. Asap pekat juga menyelimuti badan jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan.
Koordinator SAR Ketapang Ayub mengatakan, dalam kejadian tersebut terdapat satu korban lain yang berhasil selamat.
“Korban selamat atas nama Daryono (60 tahun), warga Tumbang Titi,” kata Ayub.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi ruas jalan yang terdampak kebakaran maupun kawasan dengan asap tebal.
Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat jarak pandang mengalami gangguan.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi sekaligus berupaya mengendalikan kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa.
Seorang pemuda berusia 26 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar setelah diduga terjebak saat melintasi kawasan Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi yang dilanda kebakaran hebat, Selasa (4/8/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga berusaha melintas di ruas jalan tersebut ketika kobaran api dan kepulan asap tebal menyelimuti kawasan sekitar.
Kondisi asap yang pekat membuat jarak pandang terbatas hingga korban diduga tidak mampu keluar dari lokasi dan akhirnya terjebak dalam kebakaran.
Setelah korban dilaporkan hilang, tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, BPBD, kepolisian, serta unsur SAR langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Ketapang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Sigunari membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban merupakan pria berusia 26 tahun.
“Usia korban 26 tahun, kelahiran tahun 2000,” ujar AKP Sigunari.
Selain korban jiwa, kebakaran tersebut juga menghanguskan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan korban saat melintas di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar, kobaran api terlihat membesar dan melalap kawasan lahan di sepanjang Jalan Poros Sungai Pelang–Tumbang Titi. Asap pekat juga menyelimuti badan jalan sehingga mengganggu jarak pandang pengguna kendaraan.
Koordinator SAR Ketapang Ayub mengatakan, dalam kejadian tersebut terdapat satu korban lain yang berhasil selamat.
“Korban selamat atas nama Daryono (60 tahun), warga Tumbang Titi,” kata Ayub.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi ruas jalan yang terdampak kebakaran maupun kawasan dengan asap tebal.
Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat jarak pandang mengalami gangguan.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi sekaligus berupaya mengendalikan kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini