Pontianak    

Pemkot Balikpapan Belajar Pelayanan Publik ke Pontianak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Jumat, 09 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan kunjungan pembelajaran ke Kota Pontianak untuk mendalami praktik terbaik penyelenggaraan pelayanan publik. Kunjungan ini dipimpin langsung Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Pontianak dipilih sebagai tujuan kunjungan karena dinilai memiliki capaian kinerja yang menonjol di bidang pelayanan publik. Kota ini tercatat meraih Indeks Pelayanan Publik (IPP) sebesar 4,35 dengan kategori Sangat Baik (A-) dari Kementerian PANRB tahun 2024. Selain itu, Pontianak juga memperoleh Predikat Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dengan nilai 94,96 atau Kualitas Tertinggi (A) dari Ombudsman RI.

Rahmad Mas’ud mengatakan, capaian tersebut menjadi rujukan penting bagi Balikpapan untuk melakukan perbaikan dan pembenahan layanan publik ke depan.

“Kami datang untuk belajar langsung. Tentu setiap daerah punya kekurangan dan kelebihan. Harapan kami, pembelajaran dari Pontianak ini bisa menambah wawasan dan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan publik di Balikpapan semakin baik,” ujarnya usai diterima di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (9/1/2026).

Ia juga mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Pontianak yang dinilai terbuka dan hangat. Rahmad berharap silaturahmi serta pertukaran pengalaman antardaerah ini dapat terus berlanjut sekaligus membuka peluang kerja sama ke depan.

“Semoga hubungan baik ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan publik di masing-masing daerah,” harapnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut langsung kunjungan Pemkot Balikpapan tersebut. Dalam paparannya, Edi menjelaskan bahwa Kota Pontianak memiliki luas wilayah sekitar 118,4 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mendekati 700 ribu jiwa, serta karakter masyarakat yang heterogen dari berbagai suku bangsa di Indonesia.

“Secara topografi, Pontianak berada di dataran rendah dan terbelah Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Kondisi ini membuat kota kami cukup rentan terhadap genangan, terutama saat pasang rob bersamaan dengan curah hujan tinggi,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Edi, menjadikan pengelolaan drainase dan optimalisasi fungsi parit sebagai salah satu fokus utama Pemerintah Kota Pontianak. Di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan lingkungan, pemkot terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif.

Menurutnya, perkembangan media sosial dan meningkatnya ekspektasi masyarakat menuntut pemerintah bekerja lebih cepat, terbuka, serta mampu menjawab kebutuhan publik secara konkret.

Selain memaparkan tata kelola pemerintahan, Edi juga memperkenalkan Pontianak sebagai kota yang hidup dengan ruang publik, budaya, dan kuliner. Ia mengajak rombongan Pemkot Balikpapan menikmati suasana Car Free Day, kawasan tepi sungai, hingga budaya warung kopi yang menjadi ruang diskusi dan interaksi sosial warga.

“Komitmen kami sederhana, bagaimana membangun kota ini agar masyarakatnya bahagia dan sejahtera di tengah tantangan zaman,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga memperkaya perspektif kedua kota dalam mengembangkan pelayanan publik yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Rencananya, rombongan Pemkot Balikpapan juga akan mengunjungi sejumlah pusat pelayanan, seperti RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Mal Pelayanan Publik, dan Dekranasda. (Red)

Artikel Selanjutnya
Kenali Tanda Bahaya Saat Diabetesi Berpuasa
Jumat, 09 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Kenali Tanda Bahaya Saat Diabetesi Berpuasa
Jumat, 09 Januari 2026

Berita terkait