Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 12 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Kesehatan gigi dan mulut memegang peranan penting dalam menjaga kualitas hidup lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, berbagai masalah seperti gigi tanggal, gusi menyusut, hingga infeksi mulut kerap muncul dan sering dianggap sebagai hal yang wajar.
Padahal, kondisi tersebut dapat berdampak besar terhadap kenyamanan makan, status gizi, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal itu disampaikan drg. Zhafirah Maulidya Sardi saat memberikan edukasi kesehatan gigi di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Senin (12/1/2026).
“Masalah gigi dan mulut pada lansia sering disepelekan. Padahal, dampaknya bisa memengaruhi asupan gizi dan kesehatan tubuh secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurut drg. Zhafirah, lansia dengan kondisi gigi dan gusi yang sehat cenderung lebih mudah mengunyah makanan dengan baik. Proses mengunyah yang optimal akan membantu pencernaan serta penyerapan nutrisi, sehingga risiko kekurangan gizi dapat ditekan.
“Sebaliknya, gangguan gigi bisa membuat lansia memilih makanan yang lunak saja, yang belum tentu bergizi seimbang,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada kondisi fisik, kesehatan gigi dan mulut juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis lansia. Gigi yang terawat dapat meningkatkan rasa percaya diri, terutama saat berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar.
“Nyeri gigi atau bau mulut akibat infeksi bisa membuat lansia tidak nyaman, bahkan menarik diri dari pergaulan,” ungkapnya.
Ia menekankan, perawatan gigi pada lansia sebenarnya tidak rumit, namun membutuhkan konsistensi. Beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan antara lain menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan gigi palsu secara rutin, serta melakukan pemeriksaan gigi minimal setiap enam bulan sekali.
Selain itu, peran keluarga juga dinilai sangat penting, terutama dalam mengingatkan dan membantu lansia menjaga kebersihan mulut, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
“Dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar kebiasaan merawat gigi tetap terjaga,” tambahnya.
Pola makan pun perlu diperhatikan. Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket, serta memperbanyak asupan buah dan sayur yang mudah dikunyah, dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Konsumsi air putih yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kelembapan mulut dan mencegah pertumbuhan bakteri.
“Dengan perhatian yang tepat, kesehatan gigi tetap bisa dijaga di usia lanjut. Gigi yang sehat menjadi kunci agar lansia dapat makan dengan nyaman, tetap aktif, dan menikmati hidup yang lebih sehat serta berkualitas di masa senja,” tutup drg. Zhafirah. (Red)
KALBARONLINE.com – Kesehatan gigi dan mulut memegang peranan penting dalam menjaga kualitas hidup lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, berbagai masalah seperti gigi tanggal, gusi menyusut, hingga infeksi mulut kerap muncul dan sering dianggap sebagai hal yang wajar.
Padahal, kondisi tersebut dapat berdampak besar terhadap kenyamanan makan, status gizi, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal itu disampaikan drg. Zhafirah Maulidya Sardi saat memberikan edukasi kesehatan gigi di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Senin (12/1/2026).
“Masalah gigi dan mulut pada lansia sering disepelekan. Padahal, dampaknya bisa memengaruhi asupan gizi dan kesehatan tubuh secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurut drg. Zhafirah, lansia dengan kondisi gigi dan gusi yang sehat cenderung lebih mudah mengunyah makanan dengan baik. Proses mengunyah yang optimal akan membantu pencernaan serta penyerapan nutrisi, sehingga risiko kekurangan gizi dapat ditekan.
“Sebaliknya, gangguan gigi bisa membuat lansia memilih makanan yang lunak saja, yang belum tentu bergizi seimbang,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada kondisi fisik, kesehatan gigi dan mulut juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis lansia. Gigi yang terawat dapat meningkatkan rasa percaya diri, terutama saat berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar.
“Nyeri gigi atau bau mulut akibat infeksi bisa membuat lansia tidak nyaman, bahkan menarik diri dari pergaulan,” ungkapnya.
Ia menekankan, perawatan gigi pada lansia sebenarnya tidak rumit, namun membutuhkan konsistensi. Beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan antara lain menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan gigi palsu secara rutin, serta melakukan pemeriksaan gigi minimal setiap enam bulan sekali.
Selain itu, peran keluarga juga dinilai sangat penting, terutama dalam mengingatkan dan membantu lansia menjaga kebersihan mulut, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
“Dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar kebiasaan merawat gigi tetap terjaga,” tambahnya.
Pola makan pun perlu diperhatikan. Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket, serta memperbanyak asupan buah dan sayur yang mudah dikunyah, dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Konsumsi air putih yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kelembapan mulut dan mencegah pertumbuhan bakteri.
“Dengan perhatian yang tepat, kesehatan gigi tetap bisa dijaga di usia lanjut. Gigi yang sehat menjadi kunci agar lansia dapat makan dengan nyaman, tetap aktif, dan menikmati hidup yang lebih sehat serta berkualitas di masa senja,” tutup drg. Zhafirah. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini