Pontianak    

Disdikbud Kalbar Imbau Sekolah Rawan Banjir Segera Amankan Data dan Aset Penting

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Rabu, 14 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat mengimbau seluruh sekolah yang berada di wilayah rawan banjir untuk segera mengamankan data administrasi serta aset-aset penting. Langkah ini dinilai krusial guna menghindari kerusakan dan kehilangan akibat bencana banjir.

Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyusul laporan dampak banjir yang mengganggu aktivitas pembelajaran di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kalbar sejak awal Januari 2026.

Syarif menjelaskan, salah satu sekolah yang terdampak cukup serius adalah SMA Negeri 2 Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Akses menuju sekolah terputus setelah jembatan di wilayah tersebut ambruk, sehingga siswa dan guru tidak dapat datang ke sekolah karena jembatan itu merupakan satu-satunya jalur penghubung.

“Sejak laporan diterima, kami langsung mengarahkan siswa untuk belajar mandiri dari rumah. Namun karena akses internet di wilayah tersebut juga terputus, pembelajaran daring tidak bisa dilakukan. Sebagai gantinya, guru memberikan materi dan penugasan secara lisan kepada masing-masing siswa,” ujar Syarif, Senin (12/1/2026).

Selain berdampak pada proses belajar-mengajar, Disdikbud Kalbar juga mengingatkan peran orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama banjir, terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah.

Pada 8 Januari 2026, Disdikbud Kalbar kembali menerima laporan banjir yang merendam SMA Negeri 2 Sekayam, Kabupaten Sanggau. Sekitar 70 persen bangunan sekolah dilaporkan terendam air. Meski demikian, akses internet dan listrik di wilayah tersebut masih tersedia.

“Untuk SMA Negeri 2 Sekayam, pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring. Kami juga memutuskan untuk meliburkan siswa dari aktivitas tatap muka dan meminta orang tua mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah,” jelas Syarif.

Lebih lanjut, Disdikbud Kalbar mengimbau sekolah-sekolah lain yang berpotensi terdampak banjir agar segera melakukan pendataan aset sekolah. Aset-aset penting diminta dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar tetap dapat digunakan saat kegiatan pembelajaran kembali normal.

Selain itu, para guru juga diminta memberikan edukasi kepada siswa agar tidak bermain di area banjir, demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

“Untuk kondisi terkini, banjir di Sekayam dilaporkan sudah mulai surut, namun pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan dan akan terus kami pantau. Sementara di Nanga Taman, akses sudah mulai dapat dilalui, meski masih harus menggunakan perahu rakitan dan jasa pikul kendaraan,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Wagub Krisantus Dorong Investasi Berpihak pada Rakyat di Kalbar
Rabu, 14 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Dishub Pontianak Siapkan Angkutan Massal BTS Berbasis Teknologi
Rabu, 14 Januari 2026

Berita terkait