Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 14 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat mengimbau seluruh sekolah yang berada di wilayah rawan banjir untuk segera mengamankan data administrasi serta aset-aset penting. Langkah ini dinilai krusial guna menghindari kerusakan dan kehilangan akibat bencana banjir.
Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyusul laporan dampak banjir yang mengganggu aktivitas pembelajaran di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kalbar sejak awal Januari 2026.
Syarif menjelaskan, salah satu sekolah yang terdampak cukup serius adalah SMA Negeri 2 Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Akses menuju sekolah terputus setelah jembatan di wilayah tersebut ambruk, sehingga siswa dan guru tidak dapat datang ke sekolah karena jembatan itu merupakan satu-satunya jalur penghubung.
“Sejak laporan diterima, kami langsung mengarahkan siswa untuk belajar mandiri dari rumah. Namun karena akses internet di wilayah tersebut juga terputus, pembelajaran daring tidak bisa dilakukan. Sebagai gantinya, guru memberikan materi dan penugasan secara lisan kepada masing-masing siswa,” ujar Syarif, Senin (12/1/2026).
Selain berdampak pada proses belajar-mengajar, Disdikbud Kalbar juga mengingatkan peran orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama banjir, terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah.
Pada 8 Januari 2026, Disdikbud Kalbar kembali menerima laporan banjir yang merendam SMA Negeri 2 Sekayam, Kabupaten Sanggau. Sekitar 70 persen bangunan sekolah dilaporkan terendam air. Meski demikian, akses internet dan listrik di wilayah tersebut masih tersedia.
“Untuk SMA Negeri 2 Sekayam, pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring. Kami juga memutuskan untuk meliburkan siswa dari aktivitas tatap muka dan meminta orang tua mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah,” jelas Syarif.
Lebih lanjut, Disdikbud Kalbar mengimbau sekolah-sekolah lain yang berpotensi terdampak banjir agar segera melakukan pendataan aset sekolah. Aset-aset penting diminta dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar tetap dapat digunakan saat kegiatan pembelajaran kembali normal.
Selain itu, para guru juga diminta memberikan edukasi kepada siswa agar tidak bermain di area banjir, demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.
“Untuk kondisi terkini, banjir di Sekayam dilaporkan sudah mulai surut, namun pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan dan akan terus kami pantau. Sementara di Nanga Taman, akses sudah mulai dapat dilalui, meski masih harus menggunakan perahu rakitan dan jasa pikul kendaraan,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat mengimbau seluruh sekolah yang berada di wilayah rawan banjir untuk segera mengamankan data administrasi serta aset-aset penting. Langkah ini dinilai krusial guna menghindari kerusakan dan kehilangan akibat bencana banjir.
Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyusul laporan dampak banjir yang mengganggu aktivitas pembelajaran di sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kalbar sejak awal Januari 2026.
Syarif menjelaskan, salah satu sekolah yang terdampak cukup serius adalah SMA Negeri 2 Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Akses menuju sekolah terputus setelah jembatan di wilayah tersebut ambruk, sehingga siswa dan guru tidak dapat datang ke sekolah karena jembatan itu merupakan satu-satunya jalur penghubung.
“Sejak laporan diterima, kami langsung mengarahkan siswa untuk belajar mandiri dari rumah. Namun karena akses internet di wilayah tersebut juga terputus, pembelajaran daring tidak bisa dilakukan. Sebagai gantinya, guru memberikan materi dan penugasan secara lisan kepada masing-masing siswa,” ujar Syarif, Senin (12/1/2026).
Selain berdampak pada proses belajar-mengajar, Disdikbud Kalbar juga mengingatkan peran orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama banjir, terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah.
Pada 8 Januari 2026, Disdikbud Kalbar kembali menerima laporan banjir yang merendam SMA Negeri 2 Sekayam, Kabupaten Sanggau. Sekitar 70 persen bangunan sekolah dilaporkan terendam air. Meski demikian, akses internet dan listrik di wilayah tersebut masih tersedia.
“Untuk SMA Negeri 2 Sekayam, pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring. Kami juga memutuskan untuk meliburkan siswa dari aktivitas tatap muka dan meminta orang tua mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah,” jelas Syarif.
Lebih lanjut, Disdikbud Kalbar mengimbau sekolah-sekolah lain yang berpotensi terdampak banjir agar segera melakukan pendataan aset sekolah. Aset-aset penting diminta dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar tetap dapat digunakan saat kegiatan pembelajaran kembali normal.
Selain itu, para guru juga diminta memberikan edukasi kepada siswa agar tidak bermain di area banjir, demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.
“Untuk kondisi terkini, banjir di Sekayam dilaporkan sudah mulai surut, namun pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan dan akan terus kami pantau. Sementara di Nanga Taman, akses sudah mulai dapat dilalui, meski masih harus menggunakan perahu rakitan dan jasa pikul kendaraan,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini