Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Minggu, 25 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Kepolisian akhirnya mengungkap identitas jasad laki-laki yang ditemukan mengapung di alur Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, pada Sabtu (24/1/2026) pagi.
Kapolsek Muara Pawan IPDA Lukman Hakim mengatakan, korban diketahui berinisial AEP (21), warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Korban tercatat berstatus sebagai pelajar/mahasiswa.
“Korban telah teridentifikasi dan saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga di Kayong Utara,” ujar Lukman saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Ia menjelaskan, identitas korban dipastikan setelah kepolisian melakukan serangkaian proses identifikasi. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” kata Lukman.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang mengapung di tengah alur Sungai Pawan. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar pukul 09.55 WIB.
Koordinator SAR Ketapang, Ayub, menyebutkan jasad korban pertama kali ditemukan dalam kondisi terapung di tengah sungai sebelum kemudian ditepikan oleh warga.
“Lokasinya dekat area PT GLG, tidak jauh dari Jembatan Pawan II,” ujar Ayub.
Ia menambahkan, sejumlah warga sempat menduga mengenali korban. Namun, kondisi jasad yang sudah membengkak membuat identitasnya belum dapat dipastikan saat itu.
Usai dievakuasi, jasad korban ditangani oleh Tim INAFIS Polres Ketapang dan dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaus yang dibalut switer serta celana jeans biru. Kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan, terutama pada bagian wajah. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kepolisian akhirnya mengungkap identitas jasad laki-laki yang ditemukan mengapung di alur Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, pada Sabtu (24/1/2026) pagi.
Kapolsek Muara Pawan IPDA Lukman Hakim mengatakan, korban diketahui berinisial AEP (21), warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Korban tercatat berstatus sebagai pelajar/mahasiswa.
“Korban telah teridentifikasi dan saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga di Kayong Utara,” ujar Lukman saat dikonfirmasi, Sabtu malam.
Ia menjelaskan, identitas korban dipastikan setelah kepolisian melakukan serangkaian proses identifikasi. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” kata Lukman.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang mengapung di tengah alur Sungai Pawan. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar pukul 09.55 WIB.
Koordinator SAR Ketapang, Ayub, menyebutkan jasad korban pertama kali ditemukan dalam kondisi terapung di tengah sungai sebelum kemudian ditepikan oleh warga.
“Lokasinya dekat area PT GLG, tidak jauh dari Jembatan Pawan II,” ujar Ayub.
Ia menambahkan, sejumlah warga sempat menduga mengenali korban. Namun, kondisi jasad yang sudah membengkak membuat identitasnya belum dapat dipastikan saat itu.
Usai dievakuasi, jasad korban ditangani oleh Tim INAFIS Polres Ketapang dan dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaus yang dibalut switer serta celana jeans biru. Kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan, terutama pada bagian wajah. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini