Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 26 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kota Pontianak meningkatkan pengawasan makanan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala BBPOM Pontianak, Hariani mengatakan pengawasan sebenarnya dilakukan sepanjang tahun, mulai Januari hingga Desember. Namun pada momen tertentu seperti Ramadan, Idulfitri, hingga Natal dan Tahun Baru, pengawasan dilakukan lebih intensif.
“Jangan sampai masyarakat mengira kami turun ke lapangan hanya saat Ramadan saja. Pengawasan itu rutin sepanjang tahun. Tapi kalau hari besar memang intensitasnya ditingkatkan,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).
Menurutnya, selama Ramadan permintaan pangan meningkat signifikan, terutama makanan siap saji atau takjil, pangan olahan kemasan, hingga kosmetik. Karena itu pengawasan difokuskan mulai dari distributor hingga tingkat pasar.
BBPOM Pontianak bekerja sama dengan pemerintah daerah serta dinas kesehatan dalam melakukan pengawasan di berbagai titik penjualan, termasuk pasar tradisional dan pusat takjil.
Untuk takjil, petugas melakukan uji cepat langsung di lapangan. Sampel makanan dibeli seperti konsumen biasa, kemudian diuji di mobil laboratorium untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya.
“Kami cek apakah ada boraks, formalin, atau pewarna tekstil yang tidak boleh digunakan untuk makanan,” jelas Hariani.
Meski demikian, berdasarkan pengalaman pengawasan tahun sebelumnya, penggunaan bahan berbahaya di Kalimantan Barat sudah jauh berkurang. Pedagang dinilai semakin sadar pentingnya keamanan pangan.
“Pedagang sekarang sudah lebih peduli. Penggunaan bahan berbahaya hampir tidak ditemukan, tapi tetap kami kawal,” katanya.
Pengawasan takjil dilakukan hampir setiap hari, namun lokasi pemeriksaan tidak selalu sama. Selain di Pontianak, pengawasan juga menyasar kabupaten lain yang berada dalam wilayah kerja BBPOM Pontianak.
Selain kandungan bahan berbahaya, petugas juga memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi makanan. Takjil yang tidak higienis berpotensi mengandung mikroba patogen yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Sementara itu, untuk pangan olahan kemasan yang dijual di supermarket, minimarket maupun pasar tradisional, BBPOM mengimbau masyarakat menerapkan prinsip “Cek KLIK”.
“Cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa,” tegasnya.
BBPOM juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur diskon besar menjelang Lebaran tanpa memperhatikan kondisi produk.
“Silakan beli yang diskon, tapi dicek satu per satu. Jangan karena murah lalu beli banyak, sementara masa kedaluwarsanya sudah dekat,” katanya.
Dalam waktu dekat, BBPOM Pontianak juga akan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penjualan takjil yang ramai pengunjung, seperti kawasan Masjid Raya dan Serdam.
Petugas mengimbau masyarakat memilih makanan yang tertutup untuk menghindari debu atau kontaminasi serta tidak membeli makanan dengan warna terlalu mencolok.
“Intinya masyarakat harus bijak memilih dan mengonsumsi makanan selama Ramadan agar tetap sehat,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kota Pontianak meningkatkan pengawasan makanan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala BBPOM Pontianak, Hariani mengatakan pengawasan sebenarnya dilakukan sepanjang tahun, mulai Januari hingga Desember. Namun pada momen tertentu seperti Ramadan, Idulfitri, hingga Natal dan Tahun Baru, pengawasan dilakukan lebih intensif.
“Jangan sampai masyarakat mengira kami turun ke lapangan hanya saat Ramadan saja. Pengawasan itu rutin sepanjang tahun. Tapi kalau hari besar memang intensitasnya ditingkatkan,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).
Menurutnya, selama Ramadan permintaan pangan meningkat signifikan, terutama makanan siap saji atau takjil, pangan olahan kemasan, hingga kosmetik. Karena itu pengawasan difokuskan mulai dari distributor hingga tingkat pasar.
BBPOM Pontianak bekerja sama dengan pemerintah daerah serta dinas kesehatan dalam melakukan pengawasan di berbagai titik penjualan, termasuk pasar tradisional dan pusat takjil.
Untuk takjil, petugas melakukan uji cepat langsung di lapangan. Sampel makanan dibeli seperti konsumen biasa, kemudian diuji di mobil laboratorium untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya.
“Kami cek apakah ada boraks, formalin, atau pewarna tekstil yang tidak boleh digunakan untuk makanan,” jelas Hariani.
Meski demikian, berdasarkan pengalaman pengawasan tahun sebelumnya, penggunaan bahan berbahaya di Kalimantan Barat sudah jauh berkurang. Pedagang dinilai semakin sadar pentingnya keamanan pangan.
“Pedagang sekarang sudah lebih peduli. Penggunaan bahan berbahaya hampir tidak ditemukan, tapi tetap kami kawal,” katanya.
Pengawasan takjil dilakukan hampir setiap hari, namun lokasi pemeriksaan tidak selalu sama. Selain di Pontianak, pengawasan juga menyasar kabupaten lain yang berada dalam wilayah kerja BBPOM Pontianak.
Selain kandungan bahan berbahaya, petugas juga memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi makanan. Takjil yang tidak higienis berpotensi mengandung mikroba patogen yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Sementara itu, untuk pangan olahan kemasan yang dijual di supermarket, minimarket maupun pasar tradisional, BBPOM mengimbau masyarakat menerapkan prinsip “Cek KLIK”.
“Cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa,” tegasnya.
BBPOM juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur diskon besar menjelang Lebaran tanpa memperhatikan kondisi produk.
“Silakan beli yang diskon, tapi dicek satu per satu. Jangan karena murah lalu beli banyak, sementara masa kedaluwarsanya sudah dekat,” katanya.
Dalam waktu dekat, BBPOM Pontianak juga akan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penjualan takjil yang ramai pengunjung, seperti kawasan Masjid Raya dan Serdam.
Petugas mengimbau masyarakat memilih makanan yang tertutup untuk menghindari debu atau kontaminasi serta tidak membeli makanan dengan warna terlalu mencolok.
“Intinya masyarakat harus bijak memilih dan mengonsumsi makanan selama Ramadan agar tetap sehat,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini