Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 26 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperketat pengawasan tata kelola pertanahan pasca rilis Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Mulai April mendatang, tim gabungan Kementerian ATR/BPN Pusat dan KPK dijadwalkan turun langsung ke daerah untuk memastikan efektivitas perbaikan layanan.
Koordinator Kerja Sama ATR/BPN dengan KPK, Dedi Noor Cahyanto, menginstruksikan seluruh jajaran Kakanwil dan Kakantah untuk bersiap. Langkah ini diambil sebagai respons atas angka Indeks Integritas Nasional ATR/BPN yang berada di level 71,3.
"Mulai April nanti, kami bersama KPK akan melakukan langkah lanjutan ke daerah. Program ini berada di bawah pengawalan Inspektorat Jenderal. Saya mohon Kakanwil dan Kakantah mempersiapkan diri secara serius," ujar Dedi dalam sosialisasi hasil SPI, Rabu (25/02/2026).
Program evaluasi ini bertujuan memetakan risiko integritas di unit kerja agar pelayanan pertanahan menjadi lebih transparan dan akuntabel. KPK sendiri mencatat telah ada kerja sama erat dengan kementerian untuk menyusun langkah-langkah perbaikan.
Diharapkan, melalui langkah jemput bola ini, indeks persepsi pelayanan pertanahan di mata publik dan para ahli dapat meningkat secara signifikan pada periode mendatang. (Jau/*)
KALBARONLINE.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperketat pengawasan tata kelola pertanahan pasca rilis Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Mulai April mendatang, tim gabungan Kementerian ATR/BPN Pusat dan KPK dijadwalkan turun langsung ke daerah untuk memastikan efektivitas perbaikan layanan.
Koordinator Kerja Sama ATR/BPN dengan KPK, Dedi Noor Cahyanto, menginstruksikan seluruh jajaran Kakanwil dan Kakantah untuk bersiap. Langkah ini diambil sebagai respons atas angka Indeks Integritas Nasional ATR/BPN yang berada di level 71,3.
"Mulai April nanti, kami bersama KPK akan melakukan langkah lanjutan ke daerah. Program ini berada di bawah pengawalan Inspektorat Jenderal. Saya mohon Kakanwil dan Kakantah mempersiapkan diri secara serius," ujar Dedi dalam sosialisasi hasil SPI, Rabu (25/02/2026).
Program evaluasi ini bertujuan memetakan risiko integritas di unit kerja agar pelayanan pertanahan menjadi lebih transparan dan akuntabel. KPK sendiri mencatat telah ada kerja sama erat dengan kementerian untuk menyusun langkah-langkah perbaikan.
Diharapkan, melalui langkah jemput bola ini, indeks persepsi pelayanan pertanahan di mata publik dan para ahli dapat meningkat secara signifikan pada periode mendatang. (Jau/*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini