Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Minggu, 01 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyaksikan langsung Eksibisi Olahraga Domino (Orado) yang digelar Federasi Olahraga Domino (Orado) Kota Pontianak di Gardu I-Rian Jalan Irian Pontianak Selatan, Minggu (01/3/2026) malam.
Eksibisi yang mengusung tema "Memintarkan Indonesia" ini diikuti sebanyak 64 peserta dan sudah dimulai sejak 28 Februari hingga partai final yang akan berlangsung 2 Maret 2026.
Edi mengapresiasi penyelenggaraan eksibisi tersebut sebagai wadah positif untuk mengembangkan olahraga berbasis strategi dan kecerdasan. Menurutnya, domino bukan sekadar permainan, melainkan olahraga yang melatih konsentrasi, ketelitian dan kemampuan membaca situasi.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa domino adalah olahraga yang mengasah strategi dan daya pikir. Ini sejalan dengan tema ‘Memintarkan Indonesia’, karena olahraga juga berperan dalam membentuk karakter dan kecerdasan,” ujarnya.
Dia berharap domino dapat menjadi olahraga berprestasi bagi Pontianak. Apalagi permainan domino yang dikenal dengan gaple dan remi domino bukanlah hal baru bagi masyarakat. Kini, permainan tersebut telah dimodifikasi menjadi cabang olahraga dengan peralatan khusus, aturan baku, serta sistem pertandingan yang lebih profesional.
"Semoga olahraga domino tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi mampu melahirkan atlet yang bisa bersaing di level nasional bahkan internasional,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga melihat antusiasme peserta yang didominasi pemain senior, menandakan olahraga ini memiliki basis komunitas yang kuat.
“Kalau ada kejuaraan gaple biasanya pesertanya membludak dan sangat ramai. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup besar,” ucapnya.
Edi Kamtono menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung berbagai cabang olahraga yang berkembang di masyarakat, termasuk domino, selama dilaksanakan secara tertib dan membawa manfaat positif. Kegiatan semacam ini juga dinilai mampu mempererat silaturahmi antar warga.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan sportivitas. Saya berharap Orado Kota Pontianak terus membina atlet-atlet domino agar mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi dan nasional,” pungkasnya. (Jau)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyaksikan langsung Eksibisi Olahraga Domino (Orado) yang digelar Federasi Olahraga Domino (Orado) Kota Pontianak di Gardu I-Rian Jalan Irian Pontianak Selatan, Minggu (01/3/2026) malam.
Eksibisi yang mengusung tema "Memintarkan Indonesia" ini diikuti sebanyak 64 peserta dan sudah dimulai sejak 28 Februari hingga partai final yang akan berlangsung 2 Maret 2026.
Edi mengapresiasi penyelenggaraan eksibisi tersebut sebagai wadah positif untuk mengembangkan olahraga berbasis strategi dan kecerdasan. Menurutnya, domino bukan sekadar permainan, melainkan olahraga yang melatih konsentrasi, ketelitian dan kemampuan membaca situasi.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa domino adalah olahraga yang mengasah strategi dan daya pikir. Ini sejalan dengan tema ‘Memintarkan Indonesia’, karena olahraga juga berperan dalam membentuk karakter dan kecerdasan,” ujarnya.
Dia berharap domino dapat menjadi olahraga berprestasi bagi Pontianak. Apalagi permainan domino yang dikenal dengan gaple dan remi domino bukanlah hal baru bagi masyarakat. Kini, permainan tersebut telah dimodifikasi menjadi cabang olahraga dengan peralatan khusus, aturan baku, serta sistem pertandingan yang lebih profesional.
"Semoga olahraga domino tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi mampu melahirkan atlet yang bisa bersaing di level nasional bahkan internasional,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga melihat antusiasme peserta yang didominasi pemain senior, menandakan olahraga ini memiliki basis komunitas yang kuat.
“Kalau ada kejuaraan gaple biasanya pesertanya membludak dan sangat ramai. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup besar,” ucapnya.
Edi Kamtono menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung berbagai cabang olahraga yang berkembang di masyarakat, termasuk domino, selama dilaksanakan secara tertib dan membawa manfaat positif. Kegiatan semacam ini juga dinilai mampu mempererat silaturahmi antar warga.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan sportivitas. Saya berharap Orado Kota Pontianak terus membina atlet-atlet domino agar mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi dan nasional,” pungkasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini