Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 07 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar diberbagai wilayah di Kalimantan Barat untuk ikut mengawal distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Hal tersebut disampaikan Wihaji saat menghadiri kegiatan konsolidasi Program Bangga Kencana bersama tim penggerak keluarga di Kota Pontianak, Sabtu (7/3/2026) siang.
Wihaji menjelaskan, tugas tersebut merupakan amanat baru dari Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, yang memberikan peran kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk melatih PKK serta Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia.
“Semacam edukasi dan kebijakan baru, khususnya berkenaan dengan Perpres 115 Pasal 47. Ada tugas baru dari Pak Presiden yang ditugaskan kepada kami untuk melatih PKK dan Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia, salah satunya di Pontianak, untuk mendistribusikan MBG, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan program tersebut di Pontianak sudah mulai berjalan dengan dukungan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah atas support Pak Wali Kota dan juga dari pemerintah provinsi, program ini sudah berjalan. Memang ada beberapa yang belum, tapi yang sudah berjalan akan terus kita kawal agar MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita bisa sampai kepada penerima manfaat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran TPK di Kalimantan Barat yang dinilai aktif membantu berbagai program keluarga.
“TPK di Kalimantan Barat ini luar biasa. Di Pontianak juga banyak. Semoga bisa memberikan kontribusi terbaik,” katanya.
Wihaji juga turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk peran kader PKK, Posyandu, dan kader KB yang selama ini membantu pelaksanaan program di lapangan.
Terkait tantangan geografis di Kalbar yang memiliki banyak wilayah sulit dijangkau, Wihaji mengatakan pemerintah sedang menyiapkan sejumlah solusi untuk memperlancar distribusi MBG.
Salah satunya dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat serta menyiapkan bantuan transportasi bagi para pendamping keluarga.
“Insya Allah nanti juga akan ada bantuan motor, tapi sabar dulu, masih dalam proses. Ini bagian dari negara hadir untuk membantu agar pendistribusian bisa lebih mudah,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga sedang mengkaji model titik layanan agar akses masyarakat terhadap program MBG semakin dekat.
“Kita sedang mencari model titik-titik pelayanan agar lebih mempermudah. Biasanya sekitar 6 kilometer, tapi nanti kita lihat kondisi masing-masing wilayah,” jelasnya.
“Yang jelas, kita ingin mendekatkan pelayanan kepada para penerima manfaat,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar diberbagai wilayah di Kalimantan Barat untuk ikut mengawal distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Hal tersebut disampaikan Wihaji saat menghadiri kegiatan konsolidasi Program Bangga Kencana bersama tim penggerak keluarga di Kota Pontianak, Sabtu (7/3/2026) siang.
Wihaji menjelaskan, tugas tersebut merupakan amanat baru dari Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, yang memberikan peran kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk melatih PKK serta Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia.
“Semacam edukasi dan kebijakan baru, khususnya berkenaan dengan Perpres 115 Pasal 47. Ada tugas baru dari Pak Presiden yang ditugaskan kepada kami untuk melatih PKK dan Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia, salah satunya di Pontianak, untuk mendistribusikan MBG, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan program tersebut di Pontianak sudah mulai berjalan dengan dukungan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah atas support Pak Wali Kota dan juga dari pemerintah provinsi, program ini sudah berjalan. Memang ada beberapa yang belum, tapi yang sudah berjalan akan terus kita kawal agar MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita bisa sampai kepada penerima manfaat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran TPK di Kalimantan Barat yang dinilai aktif membantu berbagai program keluarga.
“TPK di Kalimantan Barat ini luar biasa. Di Pontianak juga banyak. Semoga bisa memberikan kontribusi terbaik,” katanya.
Wihaji juga turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk peran kader PKK, Posyandu, dan kader KB yang selama ini membantu pelaksanaan program di lapangan.
Terkait tantangan geografis di Kalbar yang memiliki banyak wilayah sulit dijangkau, Wihaji mengatakan pemerintah sedang menyiapkan sejumlah solusi untuk memperlancar distribusi MBG.
Salah satunya dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat serta menyiapkan bantuan transportasi bagi para pendamping keluarga.
“Insya Allah nanti juga akan ada bantuan motor, tapi sabar dulu, masih dalam proses. Ini bagian dari negara hadir untuk membantu agar pendistribusian bisa lebih mudah,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga sedang mengkaji model titik layanan agar akses masyarakat terhadap program MBG semakin dekat.
“Kita sedang mencari model titik-titik pelayanan agar lebih mempermudah. Biasanya sekitar 6 kilometer, tapi nanti kita lihat kondisi masing-masing wilayah,” jelasnya.
“Yang jelas, kita ingin mendekatkan pelayanan kepada para penerima manfaat,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini