Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 26 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Dalam sepekan terakhir, dua peristiwa kebakaran terjadi di Kota Pontianak dan menghanguskan sedikitnya 10 unit rumah warga.
Kebakaran pertama terjadi di Jalan Komyosudarso, Gang Tamang 1, pada Selasa (24/03/2026) pagi yang menghanguskan empat unit rumah.
Selang sehari, kebakaran kembali terjadi di Jalan Parwasal, Pontianak Utara, Rabu (25/03/2026) malam, dengan enam rumah terdampak, termasuk usaha kue dan bengkel milik warga.
Menanggapi rentetan peristiwa tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyoroti dugaan korsleting listrik sebagai penyebab dominan kebakaran di wilayahnya. Hal itu disampaikannya usai menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Parwasal, Kamis (26/03/2026).
“Umumnya dari beberapa kejadian yang saya tanyakan, baik langsung ke masyarakat maupun melalui Polresta dan Polsek, indikasi sementara penyebabnya adalah korsleting listrik,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi jaringan listrik di rumah masing-masing, termasuk meteran, daya, hingga MCB. Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan oleh pihak yang berkompeten, termasuk dari PLN atau instalatir resmi.
Selain faktor listrik, Edi juga menyoroti kondisi bangunan di Pontianak yang masih banyak menggunakan material kayu, terutama pada bagian rangka atap.
“Kondisi bangunan lama yang masih menggunakan kayu dan dalam keadaan kering sangat mudah terbakar, sehingga api cepat membesar,” jelasnya.
Ia mengapresiasi peran puluhan relawan pemadam kebakaran swasta yang selama ini sigap membantu penanganan kebakaran di Kota Pontianak. Namun, dalam beberapa kasus, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman tidak sebanding dengan kecepatan penyebaran api.
“Sekarang ini ada 6 rumah yang terdampak akibat kebakaran. Walaupun kemarin malam air pasang, jadi sumber air juga sebenarnya dapat, tetapi kalah cepat dengan besarnya api,” tukasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Dalam sepekan terakhir, dua peristiwa kebakaran terjadi di Kota Pontianak dan menghanguskan sedikitnya 10 unit rumah warga.
Kebakaran pertama terjadi di Jalan Komyosudarso, Gang Tamang 1, pada Selasa (24/03/2026) pagi yang menghanguskan empat unit rumah.
Selang sehari, kebakaran kembali terjadi di Jalan Parwasal, Pontianak Utara, Rabu (25/03/2026) malam, dengan enam rumah terdampak, termasuk usaha kue dan bengkel milik warga.
Menanggapi rentetan peristiwa tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyoroti dugaan korsleting listrik sebagai penyebab dominan kebakaran di wilayahnya. Hal itu disampaikannya usai menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Parwasal, Kamis (26/03/2026).
“Umumnya dari beberapa kejadian yang saya tanyakan, baik langsung ke masyarakat maupun melalui Polresta dan Polsek, indikasi sementara penyebabnya adalah korsleting listrik,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi jaringan listrik di rumah masing-masing, termasuk meteran, daya, hingga MCB. Pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan oleh pihak yang berkompeten, termasuk dari PLN atau instalatir resmi.
Selain faktor listrik, Edi juga menyoroti kondisi bangunan di Pontianak yang masih banyak menggunakan material kayu, terutama pada bagian rangka atap.
“Kondisi bangunan lama yang masih menggunakan kayu dan dalam keadaan kering sangat mudah terbakar, sehingga api cepat membesar,” jelasnya.
Ia mengapresiasi peran puluhan relawan pemadam kebakaran swasta yang selama ini sigap membantu penanganan kebakaran di Kota Pontianak. Namun, dalam beberapa kasus, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman tidak sebanding dengan kecepatan penyebaran api.
“Sekarang ini ada 6 rumah yang terdampak akibat kebakaran. Walaupun kemarin malam air pasang, jadi sumber air juga sebenarnya dapat, tetapi kalah cepat dengan besarnya api,” tukasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini