Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 26 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Di tengah kobaran api yang dengan cepat melahap bangunan di Jalan Parwasal, Pontianak Utara, Rabu (25/03/2026) malam, Wakil (46 tahun), seorang pemilik bengkel nekat menerobos masuk demi menyelamatkan motornya.
Meski berhasil mengeluarkan satu unit kendaraan, upaya itu tak mampu menyelamatkan usahanya yang baru dirintis enam bulan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Musibah kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya enam unit rumah dan meninggalkan duka mendalam bagi para korban, termasuk Wakil, pemilik bengkel yang terdampak.
Bangunan bengkel yang ia sewa kini rata dengan tanah. Api melahap seluruh isi bengkel, menyisakan puing-puing hitam bekas kebakaran. Wakil mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Api disebut muncul secara tiba-tiba dari bangunan di samping bengkelnya.
“Api itu kita sama-sama nggak tau dari mana. Tau-taunya langsung ada api aja, semua panik,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/03/2026).
Saat kejadian, Wakil sempat tidak berada di lokasi. Namun ketika kembali dan melihat api mulai membesar, ia langsung berupaya menyelamatkan barang-barang di dalam bengkelnya.
“Saya langsung dobrak pintu. Waktu itu apinya belum terlalu besar, masih sempat keluarkan satu motor,” katanya.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan membuatnya tak bisa berbuat banyak. “Setelah itu sudah nggak bisa lagi. Hanya satu motor yang berhasil diselamatkan,” lanjutnya.
Di dalam bengkel tersebut, terdapat empat unit sepeda motor milik pelanggan yang sedang dalam perbaikan. Seluruhnya hangus terbakar bersama peralatan bengkel yang menjadi sumber penghasilannya.
“Itu motor punya orang semua, lagi servis. Ada yang sudah selesai tapi belum diambil. Habis semua,” tuturnya.
Akibat kejadian ini, Wakil memperkirakan total kerugian yang dialaminya mencapai ratusan juta rupiah.
“Kurang lebih di atas Rp 100 juta, bisa sampai Rp 200 juta dengan kendaraan,” ungkapnya.
Kini, ia bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah kerabat. Usaha bengkel tersebut merupakan satu-satunya mata pencahariannya setelah enam bulan terakhir ia rintis dari nol.
Ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah agar bisa kembali bangkit.
“Harapannya ada bantuan dari pemerintah. Baru enam bulan usaha, sudah kena musibah,” harapnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Di tengah kobaran api yang dengan cepat melahap bangunan di Jalan Parwasal, Pontianak Utara, Rabu (25/03/2026) malam, Wakil (46 tahun), seorang pemilik bengkel nekat menerobos masuk demi menyelamatkan motornya.
Meski berhasil mengeluarkan satu unit kendaraan, upaya itu tak mampu menyelamatkan usahanya yang baru dirintis enam bulan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Musibah kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya enam unit rumah dan meninggalkan duka mendalam bagi para korban, termasuk Wakil, pemilik bengkel yang terdampak.
Bangunan bengkel yang ia sewa kini rata dengan tanah. Api melahap seluruh isi bengkel, menyisakan puing-puing hitam bekas kebakaran. Wakil mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Api disebut muncul secara tiba-tiba dari bangunan di samping bengkelnya.
“Api itu kita sama-sama nggak tau dari mana. Tau-taunya langsung ada api aja, semua panik,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/03/2026).
Saat kejadian, Wakil sempat tidak berada di lokasi. Namun ketika kembali dan melihat api mulai membesar, ia langsung berupaya menyelamatkan barang-barang di dalam bengkelnya.
“Saya langsung dobrak pintu. Waktu itu apinya belum terlalu besar, masih sempat keluarkan satu motor,” katanya.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan membuatnya tak bisa berbuat banyak. “Setelah itu sudah nggak bisa lagi. Hanya satu motor yang berhasil diselamatkan,” lanjutnya.
Di dalam bengkel tersebut, terdapat empat unit sepeda motor milik pelanggan yang sedang dalam perbaikan. Seluruhnya hangus terbakar bersama peralatan bengkel yang menjadi sumber penghasilannya.
“Itu motor punya orang semua, lagi servis. Ada yang sudah selesai tapi belum diambil. Habis semua,” tuturnya.
Akibat kejadian ini, Wakil memperkirakan total kerugian yang dialaminya mencapai ratusan juta rupiah.
“Kurang lebih di atas Rp 100 juta, bisa sampai Rp 200 juta dengan kendaraan,” ungkapnya.
Kini, ia bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah kerabat. Usaha bengkel tersebut merupakan satu-satunya mata pencahariannya setelah enam bulan terakhir ia rintis dari nol.
Ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah agar bisa kembali bangkit.
“Harapannya ada bantuan dari pemerintah. Baru enam bulan usaha, sudah kena musibah,” harapnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini