Pontianak    

Pontianak Siaga Karhutla, Wako Edi: Pembakar Lahan Akan Ditindak Tegas

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sabtu, 28 Maret 2026
Pontianak Siaga Karhutla, Wako Edi: Pembakar Lahan Akan Ditindak Tegas
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum atau pemilik lahan yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan secara ilegal dan tidak sesuai aturan.

Penegasan tersebut disampaikan usai memimpin apel siaga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Jalan Sepakat, Kota Pontianak, Sabtu (28/03/2026).

“Kita akan lakukan tindakan hukum yang tegas apabila terdapat pihak yang membakar lahan,” tegasnya.

Edi menjelaskan, sekitar 80 persen wilayah di kawasan Sepakat 2, termasuk Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, hingga Pontianak Utara, merupakan lahan gambut yang sangat rawan terbakar saat musim kemarau.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan gambut, untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, baik dalam skala kecil maupun besar.

“Kami berharap masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena risikonya sangat besar,” ujarnya.

Sebagai langkah pengawasan, tim posko akan melakukan patroli intensif selama 24 jam untuk memastikan tidak terjadi kebakaran lahan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi, seperti pembuatan sekat kanal, pengerukan parit, serta penyediaan tampungan air guna memastikan ketersediaan sumber air saat proses pemadaman.

“Upaya ini kita lakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran, sehingga penanganan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Terkait kondisi kabut asap yang sempat menyelimuti Pontianak, Edi menyebutkan bahwa sebagian besar asap berasal dari wilayah sekitar atau kawasan aglomerasi, bukan dari kebakaran besar di dalam kota.

“Di Pontianak sendiri, kemarin hanya terjadi kebakaran kecil di ujung Jalan Purnama yang berbatasan dengan Kubu Raya dan sudah berhasil dipadamkan,” ungkapnya.

Meski demikian, kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat, terutama pada malam hari.

Edi berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi kabut asap. Ke depan, ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memperkuat upaya pencegahan.

“Yang paling penting adalah pencegahan. Jika masyarakat tidak membakar lahan, maka potensi karhutla bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Pemkot Pontianak Bentuk Tim dan Posko Siaga Antisipasi Karhutla
Sabtu, 28 Maret 2026
Artikel Sebelumnya
Pontianak Mulai Kering, Wako Ingatkan Hemat Air dan Larang Bakar Lahan
Sabtu, 28 Maret 2026

Berita terkait