Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 02 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas di daerah, termasuk di Kalimantan Barat. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global yang memengaruhi nilai tukar rupiah dan harga berbagai komoditas.
Menurutnya, pemerintah daerah hanya dapat berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi agar dampak kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Sekarang dolar melejit, otomatis akan berdampak pada harga pangan. Pemerintah daerah hanya bisa mengendalikan inflasi, tapi kalau berkaitan dengan ekonomi dunia tentu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Krisantus.
Ia menjelaskan, dinamika ekonomi global berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, langkah yang dapat dilakukan pemerintah daerah adalah memastikan distribusi barang berjalan lancar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta melakukan intervensi pasar apabila diperlukan.
Krisantus berharap pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang saat ini masih berlangsung.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan komoditas yang berpotensi terjadi.
“Yang bisa kita lakukan di daerah adalah menjaga inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak terlalu terpengaruh,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga pangan dan kondisi pasar sebagai langkah antisipasi agar gejolak ekonomi global tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat Kalimantan Barat. (Lid)
KALBARONLINE.com – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas di daerah, termasuk di Kalimantan Barat. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global yang memengaruhi nilai tukar rupiah dan harga berbagai komoditas.
Menurutnya, pemerintah daerah hanya dapat berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi agar dampak kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Sekarang dolar melejit, otomatis akan berdampak pada harga pangan. Pemerintah daerah hanya bisa mengendalikan inflasi, tapi kalau berkaitan dengan ekonomi dunia tentu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Krisantus.
Ia menjelaskan, dinamika ekonomi global berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, langkah yang dapat dilakukan pemerintah daerah adalah memastikan distribusi barang berjalan lancar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta melakukan intervensi pasar apabila diperlukan.
Krisantus berharap pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang saat ini masih berlangsung.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan komoditas yang berpotensi terjadi.
“Yang bisa kita lakukan di daerah adalah menjaga inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak terlalu terpengaruh,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga pangan dan kondisi pasar sebagai langkah antisipasi agar gejolak ekonomi global tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat Kalimantan Barat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini