Pontianak    

Pensiun Setelah 34 Tahun Mengabdi, Sidig Handanu: Ini Bukan Akhir Pengabdian

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 02 June 2026
Pensiun Setelah 34 Tahun Mengabdi, Sidig Handanu: Ini Bukan Akhir Pengabdian
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Bapperida Kota Pontianak Sidig Handanu yang telah memasuki purna tugas (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Setelah 34 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, resmi memasuki masa purna tugas per 31 Mei 2026. Namun bagi Sidig, pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari fase baru untuk tetap memberi manfaat bagi masyarakat.

“Sudah menjadi sunnahtullah bahwa manusia dibatasi oleh usia. Dalam kepegawaian negeri juga ada batas usia pensiun. Jadi ini sesuatu yang biasa dan memang harus dijalani,” ujarnya usai apel pelepasan purna tugas di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Selasa (2/6/2026).

Meski telah menuntaskan perjalanan panjangnya di dunia birokrasi, Sidig mengaku masa pensiun tetap membutuhkan kesiapan, tidak hanya secara administratif tetapi juga secara mental dan emosional. Ia berharap masih bisa terus beraktivitas melalui berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan.

“Mudah-mudahan atas doa dari kawan-kawan semua, saya bisa menjalani masa pensiun ini dengan baik dan tetap bisa beraktivitas. Kalau sebelumnya di bidang pemerintahan, mudah-mudahan ke depan masih bisa beraktivitas di sektor lain, seperti sosial maupun keagamaan,” tuturnya.

Perjalanan karier Sidig sebagai ASN dimulai pada tahun 1992 di Kabupaten Sintang. Selama hampir dua dekade, ia bertugas di sejumlah wilayah seperti Nanga Serawai, Kota Baru, Nanga Mau, Nanga Sepauk hingga Nanga Pinoh.

Dari berbagai pengalaman tersebut, masa tugas di Nanga Serawai menjadi salah satu yang paling membekas. Bertugas di wilayah yang jauh dari pusat kota membuatnya memahami makna pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat pedesaan.

“Ketika saya pertama bertugas di daerah yang sangat terpencil di Kabupaten Sintang, yaitu di Nanga Serawai, itu menjadi pengalaman yang sangat membekas. Di sana saya banyak belajar dari masyarakat, terutama bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah perdesaan,” kenangnya.

Pada tahun 2012, Sidig melanjutkan pengabdian di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Selama 14 tahun bertugas di ibu kota Kalimantan Barat itu, ia menghadapi berbagai dinamika pemerintahan, termasuk salah satu tantangan terbesar dalam kariernya, yakni pandemi COVID-19.

Saat pandemi melanda, Sidig menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Ia menyebut masa tersebut sebagai ujian besar yang membutuhkan koordinasi, kecepatan, dan ketahanan seluruh elemen pemerintahan dalam menghadapi krisis kesehatan global.

“Karena COVID-19 ini merupakan peristiwa yang sangat langka, bahkan disebut terjadi dalam kurun seratus tahun sekali dan menjadi wabah dunia. Alhamdulillah kita bisa melewati masa sulit itu bersama-sama,” ungkapnya.

Selain berperan dalam penanganan pandemi, Sidig juga terlibat dalam penyusunan dokumen strategis pembangunan daerah. Saat menjabat Kepala Bappeda pada 1 Juli 2022 yang kini menjadi Bapperida, ia turut mengawal penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pontianak 2025–2045 yang berjalan beriringan dengan penyusunan RPJMD Kota Pontianak 2025–2029.

Menjelang akhir masa tugasnya, Sidig menitipkan pesan kepada generasi ASN muda agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap organisasi dan terus menjaga integritas dalam bekerja.

Ia mengingatkan tiga prinsip yang selama ini menjadi pegangan hidupnya. Pertama, ASN harus memiliki rasa ikut memiliki terhadap organisasi atau melu handarbeni. Kedua, ikut menjaga dan membela organisasi dalam hal yang benar atau melu hangrungkebi. Ketiga, selalu melakukan introspeksi diri sebelum memberikan kritik dan masukan, yang dikenal dalam falsafah Jawa sebagai mulat sarira hangrasa wani.

“Bahwa kita harus ikut memiliki, ikut menjaga dan membela organisasi, tentu dalam hal yang benar. Kemudian kita juga wajib memberikan masukan, tetapi sebelum itu kita perlu melihat diri sendiri terlebih dahulu—apakah kita sudah mampu menjalankan hal yang kita sampaikan tersebut atau belum,” katanya.

Bagi Sidig, perjalanan 34 tahun sebagai ASN bukan hanya soal jabatan dan tanggung jawab, tetapi juga tentang proses belajar, melayani, dan tumbuh bersama masyarakat. Dari wilayah pedalaman Sintang hingga ruang perencanaan strategis Kota Pontianak, setiap fase menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas. Menurutnya, prosesi pelepasan melalui apel resmi merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi mereka selama bertahun-tahun mengabdi kepada masyarakat.

Ia berharap para ASN yang memasuki masa pensiun tetap diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan terus memiliki kepedulian terhadap Kota Pontianak.

“Mudah-mudahan beliau-beliau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta tetap peduli terhadap Kota Pontianak, karena bagaimanapun juga mereka merupakan bagian dari keluarga besar Kota Pontianak,” ujarnya.

Terkait jabatan yang ditinggalkan Sidig dan saat ini masih berstatus pelaksana tugas, Edi menyebut proses pengisiannya akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, baik melalui job fit maupun open bidding. (*)

Artikel Selanjutnya
Edi Kamtono Ajak ASN Pontianak Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Pelayanan dan Pembangunan
Tuesday, 02 June 2026
Artikel Sebelumnya
Dolar AS Menguat, Wagub Kalbar Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Pangan
Tuesday, 02 June 2026

Berita terkait