Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 03 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membangun sekolah menengah pertama (SMP) baru di wilayah Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara. Rencana ini muncul sebagai respons atas kebutuhan fasilitas pendidikan yang dinilai masih kurang di kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menegaskan, pembangunan di Kota Pontianak dilakukan secara merata tanpa membedakan wilayah tertentu. Menurutnya, seluruh kecamatan tetap menjadi prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Tidak ada yang dianaktirikan. Enam kecamatan semuanya menjadi prioritas. Bahkan untuk Pontianak Utara, kami memang sedang fokus membenahi berbagai infrastruktur yang ada,” kata Bahasan usai Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Rabu (3/6/2026).
Ia menyebut, salah satu kebutuhan yang saat ini menjadi perhatian Pemkot Pontianak adalah ketersediaan SMP di Siantan Tengah. Karena itu, pemerintah tengah menyusun perencanaan pembangunan sekolah baru di kawasan tersebut.
“Di Siantan Tengah itu memang masih kurang SMP. Saat ini kami sedang membuat perencanaan bagaimana membangun sekolah SMP di sana,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, Bahasan juga menyoroti pembangunan infrastruktur penerangan jalan yang masih terus dilakukan di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Menurutnya, program tersebut belum sepenuhnya rampung karena masih ada titik-titik yang membutuhkan tambahan lampu penerangan.
“Tahun ini sudah banyak yang dikerjakan. Tapi memang belum selesai karena target kita siang bersih, malam terang benderang. Semua titik yang belum mendapatkan penerangan akan kita upayakan,” katanya.
Terkait besarnya sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa), Bahasan menjelaskan kondisi itu salah satunya dipengaruhi efisiensi hasil tender proyek pemerintah. Banyak kontraktor, kata dia, memenangkan tender dengan nilai penawaran jauh di bawah pagu anggaran.
“Banyak peserta tender menawar hingga 19 sampai 20 persen di bawah pagu. Itu yang menyebabkan munculnya Silpa. Selain itu ada juga beberapa kegiatan yang akhirnya tidak sempat dilelang karena pertimbangan waktu dan kondisi saat itu,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahasan turut menanggapi usulan penutupan tempat hiburan malam yang dianggap meresahkan masyarakat. Ia menegaskan, langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa kajian dan koordinasi yang matang.
“Penutupan tidak bisa sembarangan. Harus ada kajian dan koordinasi karena berkaitan juga dengan pertumbuhan ekonomi. Tetapi yang jelas akan kita evaluasi agar tempat hiburan tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, terkait penerapan Peraturan Wali Kota tentang jam malam bagi anak di bawah umur, Bahasan memastikan aturan tersebut masih tetap berlaku dan akan terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, anak di bawah umur tidak diperbolehkan berkeliaran pada malam hari tanpa tujuan yang jelas, termasuk saat masa libur sekolah maupun ketika berlangsung ajang olahraga yang biasanya membuat masyarakat begadang.
“Perwali itu tetap berlaku. Nonton pertandingan bisa dilakukan di rumah. Yang penting semua pihak, mulai dari orang tua, tokoh agama, hingga masyarakat, ikut menjaga dan mengawasi anak-anak,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membangun sekolah menengah pertama (SMP) baru di wilayah Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara. Rencana ini muncul sebagai respons atas kebutuhan fasilitas pendidikan yang dinilai masih kurang di kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menegaskan, pembangunan di Kota Pontianak dilakukan secara merata tanpa membedakan wilayah tertentu. Menurutnya, seluruh kecamatan tetap menjadi prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Tidak ada yang dianaktirikan. Enam kecamatan semuanya menjadi prioritas. Bahkan untuk Pontianak Utara, kami memang sedang fokus membenahi berbagai infrastruktur yang ada,” kata Bahasan usai Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Rabu (3/6/2026).
Ia menyebut, salah satu kebutuhan yang saat ini menjadi perhatian Pemkot Pontianak adalah ketersediaan SMP di Siantan Tengah. Karena itu, pemerintah tengah menyusun perencanaan pembangunan sekolah baru di kawasan tersebut.
“Di Siantan Tengah itu memang masih kurang SMP. Saat ini kami sedang membuat perencanaan bagaimana membangun sekolah SMP di sana,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, Bahasan juga menyoroti pembangunan infrastruktur penerangan jalan yang masih terus dilakukan di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Menurutnya, program tersebut belum sepenuhnya rampung karena masih ada titik-titik yang membutuhkan tambahan lampu penerangan.
“Tahun ini sudah banyak yang dikerjakan. Tapi memang belum selesai karena target kita siang bersih, malam terang benderang. Semua titik yang belum mendapatkan penerangan akan kita upayakan,” katanya.
Terkait besarnya sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa), Bahasan menjelaskan kondisi itu salah satunya dipengaruhi efisiensi hasil tender proyek pemerintah. Banyak kontraktor, kata dia, memenangkan tender dengan nilai penawaran jauh di bawah pagu anggaran.
“Banyak peserta tender menawar hingga 19 sampai 20 persen di bawah pagu. Itu yang menyebabkan munculnya Silpa. Selain itu ada juga beberapa kegiatan yang akhirnya tidak sempat dilelang karena pertimbangan waktu dan kondisi saat itu,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahasan turut menanggapi usulan penutupan tempat hiburan malam yang dianggap meresahkan masyarakat. Ia menegaskan, langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa kajian dan koordinasi yang matang.
“Penutupan tidak bisa sembarangan. Harus ada kajian dan koordinasi karena berkaitan juga dengan pertumbuhan ekonomi. Tetapi yang jelas akan kita evaluasi agar tempat hiburan tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, terkait penerapan Peraturan Wali Kota tentang jam malam bagi anak di bawah umur, Bahasan memastikan aturan tersebut masih tetap berlaku dan akan terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, anak di bawah umur tidak diperbolehkan berkeliaran pada malam hari tanpa tujuan yang jelas, termasuk saat masa libur sekolah maupun ketika berlangsung ajang olahraga yang biasanya membuat masyarakat begadang.
“Perwali itu tetap berlaku. Nonton pertandingan bisa dilakukan di rumah. Yang penting semua pihak, mulai dari orang tua, tokoh agama, hingga masyarakat, ikut menjaga dan mengawasi anak-anak,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini