Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 03 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing, khususnya ringgit Malaysia, berdampak pada meningkatnya aktivitas penukaran uang di sejumlah money changer di Kota Pontianak.
Kondisi tersebut membuat warga Malaysia semakin tertarik datang ke Kalimantan Barat untuk berbelanja hingga berwisata karena nilai tukar rupiah dinilai lebih menguntungkan.
Yoga, staf Money Changer Gemilang MC di Jalan Diponegoro, Pontianak mengatakan, tren penguatan ringgit terhadap rupiah sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Kalau orang luar atau orang asing yang datang ke sini memang banyak yang tukar uang. Mereka lihat rupiah lagi murah, jadi satu ringgit bisa dapat sekitar Rp4.500. Karena itu mereka lebih tertarik datang ke sini untuk jajan atau belanja,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Yoga, situasi tersebut berbeda bagi masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Malaysia. Penguatan nilai tukar ringgit membuat biaya perjalanan menjadi lebih mahal sehingga banyak warga kini berpikir dua kali sebelum menukar rupiah ke mata uang Malaysia tersebut.
“Kalau dari warga kita justru mikir dua kali karena mahal kalau mau ke sana. Nilainya sudah naik semua, bahkan hampir dua kali lipat dibanding beberapa tahun lalu. Awalnya sekitar Rp3.200 per ringgit, sekarang sudah hampir Rp4.500,” katanya.
Ia menjelaskan, nominal penukaran uang oleh warga Malaysia umumnya disesuaikan dengan kebutuhan selama berada di Indonesia. Rata-rata wisatawan Malaysia menukarkan sekitar 500 hingga 1.000 ringgit.
Namun dengan kurs ringgit terhadap rupiah saat ini, wisatawan dinilai tidak perlu membawa uang terlalu besar untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari di Indonesia.
“Sekarang mereka cuma perlu tukar sekitar 300 sampai 400 ringgit untuk makan atau belanja selama beberapa hari di sini karena nilainya sudah cukup besar kalau dikonversi ke rupiah,” jelasnya.
Yoga menambahkan, aktivitas penukaran uang dari warga Malaysia bersifat fluktuatif. Pada periode tertentu, terutama ketika rombongan wisatawan datang, jumlah transaksi meningkat cukup signifikan. Namun pada waktu lain, kondisi bisa relatif sepi.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tren penukaran mata uang asing ke rupiah lebih banyak didominasi warga negara asing dibanding masyarakat lokal yang ingin menukar rupiah ke mata uang asing lainnya.
Sementara itu, untuk transaksi penukaran dolar Amerika Serikat, Yoga menyebut aktivitasnya masih tergolong rendah. Banyak masyarakat memilih menahan transaksi sambil melihat perkembangan kurs yang masih berfluktuasi.
“Kalau penukaran dolar memang agak jarang. Biasanya orang masih menahan dulu untuk menukar karena melihat kondisi kurs yang sekarang,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing, khususnya ringgit Malaysia, berdampak pada meningkatnya aktivitas penukaran uang di sejumlah money changer di Kota Pontianak.
Kondisi tersebut membuat warga Malaysia semakin tertarik datang ke Kalimantan Barat untuk berbelanja hingga berwisata karena nilai tukar rupiah dinilai lebih menguntungkan.
Yoga, staf Money Changer Gemilang MC di Jalan Diponegoro, Pontianak mengatakan, tren penguatan ringgit terhadap rupiah sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Kalau orang luar atau orang asing yang datang ke sini memang banyak yang tukar uang. Mereka lihat rupiah lagi murah, jadi satu ringgit bisa dapat sekitar Rp4.500. Karena itu mereka lebih tertarik datang ke sini untuk jajan atau belanja,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Yoga, situasi tersebut berbeda bagi masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Malaysia. Penguatan nilai tukar ringgit membuat biaya perjalanan menjadi lebih mahal sehingga banyak warga kini berpikir dua kali sebelum menukar rupiah ke mata uang Malaysia tersebut.
“Kalau dari warga kita justru mikir dua kali karena mahal kalau mau ke sana. Nilainya sudah naik semua, bahkan hampir dua kali lipat dibanding beberapa tahun lalu. Awalnya sekitar Rp3.200 per ringgit, sekarang sudah hampir Rp4.500,” katanya.
Ia menjelaskan, nominal penukaran uang oleh warga Malaysia umumnya disesuaikan dengan kebutuhan selama berada di Indonesia. Rata-rata wisatawan Malaysia menukarkan sekitar 500 hingga 1.000 ringgit.
Namun dengan kurs ringgit terhadap rupiah saat ini, wisatawan dinilai tidak perlu membawa uang terlalu besar untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari di Indonesia.
“Sekarang mereka cuma perlu tukar sekitar 300 sampai 400 ringgit untuk makan atau belanja selama beberapa hari di sini karena nilainya sudah cukup besar kalau dikonversi ke rupiah,” jelasnya.
Yoga menambahkan, aktivitas penukaran uang dari warga Malaysia bersifat fluktuatif. Pada periode tertentu, terutama ketika rombongan wisatawan datang, jumlah transaksi meningkat cukup signifikan. Namun pada waktu lain, kondisi bisa relatif sepi.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, tren penukaran mata uang asing ke rupiah lebih banyak didominasi warga negara asing dibanding masyarakat lokal yang ingin menukar rupiah ke mata uang asing lainnya.
Sementara itu, untuk transaksi penukaran dolar Amerika Serikat, Yoga menyebut aktivitasnya masih tergolong rendah. Banyak masyarakat memilih menahan transaksi sambil melihat perkembangan kurs yang masih berfluktuasi.
“Kalau penukaran dolar memang agak jarang. Biasanya orang masih menahan dulu untuk menukar karena melihat kondisi kurs yang sekarang,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini