Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 08 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah pusat terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui peninjauan lokasi usulan pembangunan pengamanan pantai di kawasan wisata Pantai Kura-Kura, Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman abrasi cukup serius.
Peninjauan lapangan dilakukan jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang dipimpin Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra. Turut hadir Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Romi Firman, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I M Tahid, Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal, serta jajaran pemerintah daerah.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung dampak abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pantai Kura-Kura sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait usulan pembangunan struktur pengamanan pantai sepanjang kurang lebih 600 meter.
Berdasarkan data dan keterangan masyarakat setempat, gelombang tinggi dan pasang air laut pada Desember 2022 menyebabkan abrasi sepanjang sekitar 10 hingga 15 meter. Kondisi itu hingga kini masih menjadi ancaman bagi kawasan pesisir, permukiman warga, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Bengkayang.
Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan penanganan abrasi di kawasan tersebut.
“Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Selanjutnya, berbagai masukan dan kebutuhan yang kami temukan akan kami komunikasikan kepada Menteri PU Bapak Dody Hanggodo dan juga kepada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar dapat menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Menurut Herzaky, Pantai Kura-Kura memiliki peran penting, tidak hanya sebagai kawasan pesisir yang perlu dilindungi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Pantai Kura-Kura memiliki potensi wisata yang besar. Pantainya bersih, luas, dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Wisata lokal tumbuh, UMKM bergerak, dan secara langsung menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Karena itu, perlindungan kawasan ini menjadi penting,” katanya.
Ia menegaskan, perhatian terhadap kawasan pesisir Bengkayang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah terdepan dan terluar Indonesia.
“Ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo dan Menko AHY untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata. Jika ada ancaman abrasi yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata, maka negara harus hadir memberikan solusi,” tegas Herzaky.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu melindungi masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
“Pak Menko AHY selalu menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik. Infrastruktur harus mampu melindungi masyarakat, memperkuat konektivitas, dan menggerakkan roda ekonomi rakyat. Karena itu, kebutuhan pengamanan pantai seperti ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karimunting, Iskandar, mengatakan abrasi menjadi persoalan yang terus dihadapi masyarakat, terutama saat musim cuaca ekstrem.
“Di kawasan wisata ini memang sangat rentan terhadap abrasi. Pada musim gelombang tinggi, terutama sekitar November hingga Desember, pasir-pasir pantai banyak terkikis dan terbawa gelombang. Bahkan air laut sering masuk hingga ke warung-warung milik masyarakat yang berada di sekitar pantai,” katanya.
Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat berharap pembangunan pengamanan pantai dapat segera direalisasikan guna melindungi kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di Pantai Kura-Kura.
Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, turut mengapresiasi kunjungan jajaran Kemenko Infrastruktur dan Kementerian PU yang turun langsung melihat kondisi di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kemenko Infrastruktur dan jajaran Kementerian PU. Abrasi di kawasan ini memang membutuhkan penanganan yang serius karena setiap tahun pantai terus mengalami pengikisan. Selain melindungi masyarakat, kawasan ini juga merupakan salah satu objek wisata penting bagi Kabupaten Bengkayang,” ujarnya.
Menurut Syamsul, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan kemampuan daerah dalam menangani abrasi berskala besar. Ia berharap usulan pembangunan pengamanan pantai tersebut mendapat perhatian sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Menutup kunjungan, Herzaky memastikan pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan teknis yang diperlukan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami akan terus mengawal aspirasi ini. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh data dan kebutuhan teknis tersusun dengan baik sehingga dapat menjadi dasar dalam proses pengambilan kebijakan dan perencanaan program ke depan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah pusat terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui peninjauan lokasi usulan pembangunan pengamanan pantai di kawasan wisata Pantai Kura-Kura, Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman abrasi cukup serius.
Peninjauan lapangan dilakukan jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang dipimpin Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra. Turut hadir Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Romi Firman, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I M Tahid, Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal, serta jajaran pemerintah daerah.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung dampak abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pantai Kura-Kura sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait usulan pembangunan struktur pengamanan pantai sepanjang kurang lebih 600 meter.
Berdasarkan data dan keterangan masyarakat setempat, gelombang tinggi dan pasang air laut pada Desember 2022 menyebabkan abrasi sepanjang sekitar 10 hingga 15 meter. Kondisi itu hingga kini masih menjadi ancaman bagi kawasan pesisir, permukiman warga, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Bengkayang.
Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan penanganan abrasi di kawasan tersebut.
“Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Selanjutnya, berbagai masukan dan kebutuhan yang kami temukan akan kami komunikasikan kepada Menteri PU Bapak Dody Hanggodo dan juga kepada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar dapat menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Menurut Herzaky, Pantai Kura-Kura memiliki peran penting, tidak hanya sebagai kawasan pesisir yang perlu dilindungi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Pantai Kura-Kura memiliki potensi wisata yang besar. Pantainya bersih, luas, dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Wisata lokal tumbuh, UMKM bergerak, dan secara langsung menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Karena itu, perlindungan kawasan ini menjadi penting,” katanya.
Ia menegaskan, perhatian terhadap kawasan pesisir Bengkayang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah terdepan dan terluar Indonesia.
“Ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo dan Menko AHY untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata. Jika ada ancaman abrasi yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata, maka negara harus hadir memberikan solusi,” tegas Herzaky.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu melindungi masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
“Pak Menko AHY selalu menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik. Infrastruktur harus mampu melindungi masyarakat, memperkuat konektivitas, dan menggerakkan roda ekonomi rakyat. Karena itu, kebutuhan pengamanan pantai seperti ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karimunting, Iskandar, mengatakan abrasi menjadi persoalan yang terus dihadapi masyarakat, terutama saat musim cuaca ekstrem.
“Di kawasan wisata ini memang sangat rentan terhadap abrasi. Pada musim gelombang tinggi, terutama sekitar November hingga Desember, pasir-pasir pantai banyak terkikis dan terbawa gelombang. Bahkan air laut sering masuk hingga ke warung-warung milik masyarakat yang berada di sekitar pantai,” katanya.
Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat berharap pembangunan pengamanan pantai dapat segera direalisasikan guna melindungi kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di Pantai Kura-Kura.
Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, turut mengapresiasi kunjungan jajaran Kemenko Infrastruktur dan Kementerian PU yang turun langsung melihat kondisi di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kemenko Infrastruktur dan jajaran Kementerian PU. Abrasi di kawasan ini memang membutuhkan penanganan yang serius karena setiap tahun pantai terus mengalami pengikisan. Selain melindungi masyarakat, kawasan ini juga merupakan salah satu objek wisata penting bagi Kabupaten Bengkayang,” ujarnya.
Menurut Syamsul, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan kemampuan daerah dalam menangani abrasi berskala besar. Ia berharap usulan pembangunan pengamanan pantai tersebut mendapat perhatian sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Menutup kunjungan, Herzaky memastikan pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan teknis yang diperlukan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami akan terus mengawal aspirasi ini. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh data dan kebutuhan teknis tersusun dengan baik sehingga dapat menjadi dasar dalam proses pengambilan kebijakan dan perencanaan program ke depan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini