Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 08 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai kompetisi olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk menjaring dan membina atlet berprestasi sejak usia dini. Karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Tenis Meja Antarpelajar yang digelar Persatuan Tenis Meja Keluarga Kudus Kota Baru (PTM K3) pada 8-9 Juni 2026 di Lapangan Paroki Keluarga Kudus Kotabaru.
Kejuaraan yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya itu diikuti 61 peserta dari 11 sekolah dasar (SD) dan 13 sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pontianak.
Saat membuka kejuaraan tersebut, Senin (8/6/2026) sore, Edi menegaskan bahwa lahirnya atlet berkualitas tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan proses panjang melalui latihan rutin, pembinaan yang berkelanjutan, serta kesempatan untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi.
“Setelah adik-adik bermain dan berlatih, di sinilah kemampuan itu dikompetisikan. Kita berharap dari kegiatan seperti ini akan lahir atlet-atlet tenis meja yang bisa membawa nama baik sekolah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan mudah-mudahan sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Edi, kejuaraan tenis meja pelajar Pontianak tidak hanya menjadi ajang pencarian bibit atlet potensial, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara pelajar, pelatih, atlet, orang tua, hingga komunitas pecinta tenis meja.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin PTM K3 maupun Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Pontianak. Pemkot Pontianak, kata dia, berkomitmen mendukung pembinaan olahraga melalui perangkat daerah terkait, KONI, hingga pengurus cabang olahraga.
“Pemerintah Kota Pontianak memberikan support melalui Disporapar, KONI, termasuk anggaran pembinaan kepada pengcab dan kegiatan-kegiatan yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah kota, dunia usaha, maupun para pecinta olahraga,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Ia menilai keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh atlet, tetapi juga peran wasit, pelatih, dan pendamping dalam menjaga suasana pertandingan tetap kondusif dan fair.
Menurutnya, tenis meja merupakan cabang olahraga yang membutuhkan ketekunan, konsentrasi tinggi, refleks cepat, serta latihan yang konsisten sejak usia muda.
“Kalau kita lihat atlet dunia di televisi, luar biasa. Rasanya sulit sekali mematikan bola karena selalu bisa dikembalikan. Itu semua lahir dari latihan sejak kecil. Bahkan dari usia SD dan di bawah 10 tahun, sangat mungkin lahir atlet-atlet berskala nasional bahkan internasional,” katanya.
Edi berharap pembinaan atlet tenis meja Pontianak melalui kompetisi seperti ini dapat terus berkembang sehingga melahirkan atlet-atlet muda yang mampu berprestasi di level yang lebih tinggi.
“Selamat bertanding. Semoga acaranya berjalan sukses dan dari sini lahir atlet-atlet terbaik yang membanggakan Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai kompetisi olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk menjaring dan membina atlet berprestasi sejak usia dini. Karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Tenis Meja Antarpelajar yang digelar Persatuan Tenis Meja Keluarga Kudus Kota Baru (PTM K3) pada 8-9 Juni 2026 di Lapangan Paroki Keluarga Kudus Kotabaru.
Kejuaraan yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya itu diikuti 61 peserta dari 11 sekolah dasar (SD) dan 13 sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pontianak.
Saat membuka kejuaraan tersebut, Senin (8/6/2026) sore, Edi menegaskan bahwa lahirnya atlet berkualitas tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan proses panjang melalui latihan rutin, pembinaan yang berkelanjutan, serta kesempatan untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi.
“Setelah adik-adik bermain dan berlatih, di sinilah kemampuan itu dikompetisikan. Kita berharap dari kegiatan seperti ini akan lahir atlet-atlet tenis meja yang bisa membawa nama baik sekolah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan mudah-mudahan sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Edi, kejuaraan tenis meja pelajar Pontianak tidak hanya menjadi ajang pencarian bibit atlet potensial, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara pelajar, pelatih, atlet, orang tua, hingga komunitas pecinta tenis meja.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin PTM K3 maupun Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Pontianak. Pemkot Pontianak, kata dia, berkomitmen mendukung pembinaan olahraga melalui perangkat daerah terkait, KONI, hingga pengurus cabang olahraga.
“Pemerintah Kota Pontianak memberikan support melalui Disporapar, KONI, termasuk anggaran pembinaan kepada pengcab dan kegiatan-kegiatan yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah kota, dunia usaha, maupun para pecinta olahraga,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Ia menilai keberhasilan sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh atlet, tetapi juga peran wasit, pelatih, dan pendamping dalam menjaga suasana pertandingan tetap kondusif dan fair.
Menurutnya, tenis meja merupakan cabang olahraga yang membutuhkan ketekunan, konsentrasi tinggi, refleks cepat, serta latihan yang konsisten sejak usia muda.
“Kalau kita lihat atlet dunia di televisi, luar biasa. Rasanya sulit sekali mematikan bola karena selalu bisa dikembalikan. Itu semua lahir dari latihan sejak kecil. Bahkan dari usia SD dan di bawah 10 tahun, sangat mungkin lahir atlet-atlet berskala nasional bahkan internasional,” katanya.
Edi berharap pembinaan atlet tenis meja Pontianak melalui kompetisi seperti ini dapat terus berkembang sehingga melahirkan atlet-atlet muda yang mampu berprestasi di level yang lebih tinggi.
“Selamat bertanding. Semoga acaranya berjalan sukses dan dari sini lahir atlet-atlet terbaik yang membanggakan Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini